Demi Mencegah Covid-19, Pemprov Papua dan Papua Barat Diminta Stop Seleksi ADEM & ADIK
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Selasa, 07 Apr 2020 14:17
Dari Kota Studi, Mahasiswa ADIK Minta Pemprov Papua dan Papua Barat Lihat Kondisi Mereka Di Tengah Pandemi Covid-19.Penyebaran virus corona secara global semakin luas. Sebanyak 152 lebih negara dunia termasuk Indonesia telah mengonfirmasi terjangkit virus corona, yang diketahui menyebar di Kota Wuhan, China tersebut. Indonesia nomor 40 dari 152 lebih negara di dunia terjangkit virus corona atau covid-19.
Ancaman Pandemik Covid-19 ini sangat serius bagi manusia karena bukan penyakit tapi virus, dengan demikian Indonesia membentuk Tim Gugus Depan Penanganan Virus Corona covid-19 dari pusat sampai daerah termasuk Provinsi Papua dan Papua Barat agar memutus rantai penyebaran covid-19 ini.
Seperti kita ketahui bersama, akibat adanya Covid-19, berhenti seluruh aktivitas dan untuk pencegahan virus corona atau covid-19 tersebut, seluruh aktivitas proses belajar mengajar dilaksanakan berbasis online dan tetap "Stay Home" (tetap di rumah) bagi Pelajar dan Mahasiswa, sesuai dengan himbauan pemerintah.
Di lain sisi, Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat, dalam mengejar ketertinggalan faktor Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut, pada tahun 2011 membentuk program Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) di masa SBY Presiden ke-6 Indonesia.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah Pusat dan program tesebut terus menerus sampai dengan saat ini disebut program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tingkat SMA dan juga program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) bagi Mahasiswa untuk putra putri Orang Asli Papua.
Yance Emani, yang merupakan Alumni ADEM angkatan 2014 salahsatu SMA di Jawa Tengah, Asal Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua, dan saat ini melalui program yang sama, menempuh perguruan tinggi di Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2017, mengkonfirmasi kebijakan tersebut.
Dikatakannya, melalui program ADEM-ADIK, setiap tahun pemerintah daerah mengirim Pelajar dan Mahasiswa terbaik dan kompeten melalui jalur seleksi ke setiap sekolah ternama bagi ADEM, dan para Mahasiswa ke tingkat perguruan tinggi yang terbaik, menyebar ke seluruh Indonesia untuk mengejar cita-cita masa depan untuk membangun Papua.
"Berdasarkan program tersebut, kami ADEM dan ADIK tetap berjuang mengejar cita-cita masa depan untuk pembangun Papua, namun salah satu masalah sosial yang serius, kami, dan semua pihak/ golongan hadapi saat ini adalah Virus Corona atau Covid-19 yang terjangkit di Indonesia, bahkan dimana lingkungan tempat tinggal kami di seluruh Indonesia atau kota studi", tutur Yance, Selasa (7/4/2020).
Sehingga Yance meminta pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat membentuk tim khusus untuk mengontrol keberadaan pemuda-pemudi Papua yang menjadi peserta ADEM dan ADIK di seluruh Indonesia. "Kami minta diberi pelatihan khusus agar tetap optimis menghadapi covid-19 ini," ujarnya.
"Kemudian saya minta juga Dinas Pendidikan Papua dan Papua Barat untuk tidak mengadakan seleksi ADEM dan ADIK angkatan tahun 2020/2021 karena antisipasi Virus Corona atau Covid-19 yang mengerikan ini, yang dapat mengakibatkan ribuan kasus bahkan pertaruhan nyawa karena virus corona atau covid-19 di seluruh Indonesia," pungkasnya.