Rabu, 27 Jan 2021 14:33
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Covid Makin Ganas Setelah Divaksin, KNPI Minta Publik Tidak Terprovokasi

Covid Makin Ganas Setelah Divaksin, KNPI Minta Publik Tidak Terprovokasi

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam
Senin, 16 Nov 2020 10:06
Istimewa
Samsir Pohan
Sebuah penelitian menunjukkan virus Covid-19 berpotensi semakin ganas apabila disuntik vaksin. Hal ini bahkan menimbulkan keresahan karena pemerintah mengklaim vaksin akan tersedia akhir tahun ini. 

Muncul desakan agar pemerintah benar-benar transparan dalam proses vaksinasi karena ini berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan keselamatan negara.

Desakan itu disampaikan Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan, Senin (16/11/2020) di Medan. Samsir yang juga lulusan Analis Kimia USU itu mengutarakan tentang temuan penelitian Professor Chairul Nidom Foundation (PNF). Penelitian itu patut ditindaklanjuti pemerintah. 

Ada sejumlah alasan kenapa temuan PNF itu patut ditindaklanjuti pemerintah. Pertama karena hal ini telah menimbulkan keresahan masyarakat. 

"Selain menimbulkan keresahan publik, penelitian ini juga secara tidak langsung menampar wajah pemerintah yang sedang berjuang menyediakan vaksin di akhir tahun ini," kata Ketum Bakdo HMI Sumut 2008-2010 tersebut.

Samsir yang didampingi Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Rinaldi SH, Wakil Ketua Bidang Advokasi Publik Suriadi SH dan Wakil Ketua Kebijakan Publik Syukri Daulay, pun mengimbau kepada publik untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum utuh kebenarannya. 


"KNPI Sumut meminta publik jangan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa takut dan berpotensi mengganggu stabilitas nasional," ujar Samsir. 

Alasan kedua, sambung Samsir, bahwa klaim pemerintah akan ketersediaan vaksin di akhir tahun juga telah dibantah oleh Prof Kusnandi Rusmil Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran yang bekerjasama dengan Biofarma.

Prof Kusnandi menyebut analisis penelitiannya yakni vaksin jenis Sinovac baru bisa dilaporkan akhir Maret 2021. 

"Maka sangat penting bagi pemerintah untuk menyikapi ini. Jangan membiarkan publik larut dalam keresahan," ujar Samsir.

Pemerintah juga harus segera memastikan efektifitas vaksin yang tersedia dan yang sedang diuji. 


"Jangan sampai kondisi transisi ini memperlambat pemulihan ekonomi nasional. Karena itu semua berkaitan," tambah Samsir. 

Samsir juga mencium adanya persaingan dagang dalam penyediaan vaksin di Indonesia. Dengan adanya perdebatan tentang vaksin ini, maka tidak salah bila pada akhirnya publik menduga-duga ada sesuatu yang ditutup-tutupi dengan vaksinasi tersebut.

"Jangan sampai isu vaksin dieksploitasi oleh pihak yang ingin mengambil untung di tengah pandemi ini. Padahal pemerintah sudah sangat serius mengatasi wabah Covid-19," tegas Samsir.

Apalagi, kecurigaan itu muncul setelah pada 23 Oktober 2020 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah Indonesia sejauh ini telah menjalin kerja sama dengan empat produsen vaksin, yaitu Sinovac, Sinopharm/G42, Cansino dan Astra Zeneca.

Di sisi lain, Samsir Pohan juga menegaskan sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama terkait hal ini. Samsir meminta kepada Haris agar menindaklanjuti temuan penelitian PNF tersebut ke Menteri Kesehatan, Komisi IX DPR RI, Mabes Polri dan Presiden Jokowi.   

"Kita sampaikan kepada Ketum DPP KNPI Haris Pertama agar menindaklanjuti isu ini serta mengawal vaksinasi di Indonesia agar benar-benar transparan dan bermanfaat bagi keselamatan masyarakat. Dan Ketum menyatakan kesiapannya," tukas Samsir.


Sebelumnya berkembang temuan penelitian PNF dan telah menjadi isu di salahsatu televisi swasta nasional. Sejumlah peneliti PNF meragukan vaksin dan ketersediannya di akhir tahun 2020. 

Penelitian yang dilakukan di Indonesia menunjukkan virus covid 19 memiliki motif antibody dependent enhancement (ADE) yang memiliki potensi peningkatan keganasan virus setelah vaksinasi. Penelitian tersebut dituangkan dalam jurnal internasional. 

Professor Chairil Nidom Foundation (PNF) menginvestigasi 40 virus covid 19 asal Indonesia, sejumlah negara di Asia Tenggara dan Wuhan. Hasilnya 40 virus yang diteliti memiliki motif ADE dan 57,5 % mengalami mutasi dari virus covid 19 wuhan.

Nidom menjelaskan fenomena ADE bisa menyebabkan virus yang kembali ganas setelah vaksinasi. Ini terjadi karena sistem antibody merespon virus dengan mengikatnya sehingga virus lain bisa masuk kedalam sel-sel tubuh. Nidom berkaca pada kasus demam berdarah di Filipina yang malah menyebabkan kematian. 

Selain demam berdarah, virus lain yang tidak bisa diatasi dengan pendekatan terapi vaksinasi adalah HIV, Ebola, MERS, SARS dan Zika. Semua virus ini memiliki fenomena ADE atau peningkatan keganasan virus setelah vaksinasi.
Editor: Budi

T#g:KNPISamsir PohanVaksin
Berita Terkait
  • Rabu, 27 Jan 2021 10:27

    Orang Pertama di Indonesia Menerima Vaksin COVID-19 Dosis Kedua

    Presiden Jokowi, orang pertama yang divaksin di Indonesia, pagi ini Rabu (27/01/2021), menerima suntikan vaksin COVID-19 untuk dosis kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman tengah Istana Kepresidenan, J

  • Rabu, 27 Jan 2021 04:27

    Kodim 1702 Jayawijaya Sosialisasikan Vaksin Covid-19

    Kodim 1702/Jayawijaya telah melaksanakan sosialisasi vaksinasi Covid-19 tingkat Klinik dan RSUD yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kab. Jayawijaya, bertempat di Aula Ukhumearek Asso Kodim 1702/

  • Selasa, 26 Jan 2021 15:16

    Dr Sugianto: Cuap- cuap di Media Sosial terkait bahayanya Vaksinasi Covid-19 adalah Hoax

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, Dr Sugianto Sp.Og, menghimbau kepada masyarakat, tenaga kesehatan, TNI-Polri, untuk ikut dalam pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Sebab menurutnya, Dinas Kesehatan Kot

  • Senin, 25 Jan 2021 21:15

    Wasekjend DPP KNPI sampaikan duka mendalam, meminta SMGP stop sementara aktivitas pertambangan

    Atas kejadian yang menimpa masyarakat Kecamatan Puncak Sorik Marapi tepatnya Desa Sibanggor Julu Terkait adanya dugaan kebocoran pipa gas perusahaan panas bumi mengakibatkan setidaknya 5 orang korban

  • Senin, 25 Jan 2021 08:45

    Dinkes Muba Jemput 6.360 Dosis Vaksin

    Bupati Dodi Reza Bersama Forkopimda, Nakes dan Tomas Divaksin Pertama

  • Minggu, 24 Jan 2021 16:54

    Ketua DPD KNPI Deli Serdang Minta Kapoldasu Tutup 2 Diskotik dan Cafe

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, OK Alamsyah S.pd, meminta kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sor

  • Minggu, 24 Jan 2021 10:04

    Dukung Vaksinasi, Kalangan Santri Nusantara Bersama Media Siaran Santri Gelar Live Podcast Ajak Masyarakat Melakukan Vaksinasi

    Data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menunjukkan, pada Agustus - Desember ditemukan ada 712 hoaks seputar vaksinasi dan Covid-19. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai ranking kelima du

  • Sabtu, 23 Jan 2021 02:23

    Wajib Vaksinasi dan Disiplin Prokes Demi Indonesia Bebas Covid-19

    Pemerintah sudah mulai melaksanakan agenda kebangsaannya untuk menyelamatkan masa depan masyarakat, bangsa, dan negara. Hampir satu tahun lamanya negara kita dikungkung oleh 'teror' Corona.

  • Selasa, 19 Jan 2021 10:59

    Sebanyak 4.070 Nakes dan 69 Tokoh Sudah Divaksin COVID-19 di Jabar

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar mengatakan, terdapat 4.070 tenaga kesehatan (nakes) yang sudah divaksin di

  • Senin, 18 Jan 2021 02:18

    Masyarakat Adat Papua Dukung Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi corona nasional sudah dimulai di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat. Masyarakat adat di Bumi Cendrawasih mendukung program ini, agar pandemi segera berakhir. Warga sipil P

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak