Sejumlah pengurus MJC foto bersama dengan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, saat melakukan audiensi untuk menyerahkan rekomendasi dari diskusi publik terkait lahan eks HGU PTPN 2, beberapa waktu lalu.
Presiden Jokowi menjadikan tahun 2017 sebagai tahun infrastruktur. Tak melulu di Pulau Jawa, Sumatera Utara (Sumut) pun dapat jatah banyak untuk pembangunan. Terdapat beberapa progres pembangunan infrastruktur cukup monumental di Sumut, di antaranya pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai. Terakhir, pembangunan jalan tol ini sudah mencapai 90 persen.
Selain itu, untuk program kemaritiman, di Sumut tengah dibangun pelabuhan laut dalam pertama di Indonesia, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung yang direncanakan akan diresmikan Presiden pada tahun ini.
Namun, pemerintah menyadari pembiayaan untuk gagasan besar membangun berbagai infrastruktur, tak dapat dipenuhi hanya dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) semata.
Maka, untuk memetakan manfaat turunan positif dalam hal pembangunan infrastruktur, serta nilai tambah terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Medan Jurnalis Club (MJC) mengadakan diskusi publik membahas isu tersebut.
MJC yang berisi para jurnalis lintas media di Sumut, mengagendakan diskusi ini berlangsung intensif, dengan menghadirkan berbagai narasumber dari latar belakang berbeda, seperti perbankan, pelaku jasa konstruksi, serta pemerintah dalam hal ini, Dinas Bina Marga Provinsi Sumut.
"Pendanaan pembangunan infrastruktur non-APBN dinilai mempunyai peranan penting dalam mendukung program pemerintah, dan mempercepat pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Tanah Air," ujar Ketua Panitia kegiatan Irfan Azmi Silalahi, Selasa (22/8).
Irfan menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah secara besar-besaran, tetap memerlukan peran swasta, termasuk perbankan.
Untuk itu, diskusi ini akan membedah sejauh apa progres pembangunan infrastruktur di Sumut, serta bagaimana para stakeholder (pemangku kepentingan) termasuk lembaga keuangan seperti perbankan nasional berkontribusi terhadap gagasan pemerintah.
Apalagi, kata dia, pemerintah mempercayai peningkatan investasi dan daya saing tak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur memadai, yang sekaligus merupakan amanat butir ke-6 Nawacita: Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bagsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
"Diskusi ini ditujukan untuk memetakan manfaat turunan yang positif, serta nilai tambah terutama untuk masyarakat agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," sambungnya.
Dijadwalkan, diskusi yang mengusung tema Peran Perbankan dalam Infrastruktur di Provinsi Sumut berlangsung pada Kamis, 24 Agustus 2017, bertempat di Medan Club, Jalan RA. Kartini, Medan, mulai pukul 10.00 WIB.
Sementara Sekretaris Panitia, Samuel Nababan, menjelaskan, diskusi ini diharapkan menjadi ajang tukar pikiran antara pelaku jasa infrastruktur, pemerintah daerah, lembaga keuangan dan media, yang membuahkan resolusi positif bagi pemerintah.
"Kami, MJC, ingin mendorong keterlibatan media dalam menyampaikan progres pembangunan infrastruktur pemerintah terutama di Sumut," ucap Samuel.
Samuel menambahkan, diskusi ini dianggap penting karena Sumut dinilai pemerintah secara geografis memiliki posisi sangat strategis, karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.
Dengan posisi strategis itu, Sumut diharapkan bisa dikembangkan untuk hub internasional yang selanjutnya ikut menggerakkan perekonomian wilayah-wilayah lain di Pulau Sumatera.
"Ini sangat mendukung perkembangan aksesibilitas Sumut yang terus tumbuh dinamis, meski untuk merealisasikannya masih ditemui kendala-kendala, termasuk dalam hal penyediaan pembiayaannya. Maka pada diskusi ini akan dikupas kendala-kendala yang akan dihadapi," ujarnya.
Pihaknya berharap, diskusi yang dihadiri para jurnalis tersebut menjadi ajang untuk sharing, bertukar gagasan dan sumbang saran yang bermanfaat bagi kelanjutan pembangunan proyek infrastruktur nasional termasuk di Sumut.
Ia menambahkan, MJC sebagai wadah bernaungnya para jurnalis di kota Medan rutin menggelar seminar atau diskusi publik, membahas berbagai persoalan atau isu yang tengah hangat diperbincangkan di tengah masyarakat.
"Jadi diskusi ini kegiatan yang kasekian kali dilaksanakan MJC," pungkasnya.