Dewasa ini bangsa Indonesia sedang mengalami krisis multidimensi, akibat dari perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menanggapi hal tersebut, Gerakan Hastag (#) 2019 Kita tetap bersaudara menggelar diskusi Korelasi Pemuda dan 4 pilar kebangsaan dengan tema "Posisi Generasi milenial dalam penerapan 4 pilar" di Djong Cafe pada Kamis (27/9/2018).
Acara ini berlangsung khidmat dihadiri lebih kurang 100 orang yang mengikuti acara ini dari berbagai kalangan Mahasiswa dan pemuda di kota Medan.
Rahmad Ajizi sebagai Ketua Pelaksana mengatakan bahwa Gerakan 2019 kita tetap bersaudara adalah panggilan hati dalam menyikapi hiruk pikuknya permasalahan menjelang pemilu sehingga menghilangkan rasa keindahan dalam bersosial. "Perlu kita lakukan kegiatan seperti ini, karena sedikit dari kita yang menyadari hal-hal seperti ini, kebanyakan kita sibuk perang ideologi negatif menjelang Pemilu dan lupa dalam penerapan 4 Pilar itu," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa 4 pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya sebagai bingkai belaka, melainkan harus dipahami serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar terwujudnya Generasi Milenial yang efektif dalam mencintai Bangsa dan negara.
"Diskusi ini kami lakukan semata-mata mengharapkan kaum milenial agar mampu dan ikut berperan aktif dalam perkembangan Indonesia ke arah yang lebih baik," tuturnya.
Kemudian ia berharap nantinya setelah kegiatan ini, kaum milenial bangun dari tidurnya dan berkontribusi dalam melepaskan belenggu perpecahan yang sudah terjadi di tengah masyarakat.
Dalam acara ini turut hadir akademisi Agustin Sastrawan sebagai pemateri tunggal, dan berpesan bahwa generasi Milenial harus disegarkan kembali dengan penerapan 4 Pilar itu demi menyongsong Indonesia ke arah lebih baik, tanpa perpecahan dan krisis identitas yang sudah hampir mendarah daging pada masyarakat Indonesia.