Pasalnya, SPBU berlokasi di Jalan Sibolga-Barus, Kecamatan Sorkam, Kabupaten 'Sahata Saholoan' diduga melakukan jual beli BBM jenis Pertalite dan Solar kepada pemain minyak illegal hingga mendapatkan sogokan senilai Rp2000 per-jerigen.
Kordinator Aliansi BEM Sibolga- Tapteng, Irsan Palupi Sihaloho menyampaikan, PT Pertamina Sibolga segera turun meninjau dugaan permainan BBM ilegal yang terjadi pada SPBU Sorkam.
"Petinggi atau pegawai PT Pertamina Sibolga jangan hanya duduk manis dalam ruangan ber-AC. Sesekali perlu juga melakukan inspeksi mendadak ke SPBU Sorkam sana. Menurut kita, pihak manajamen SPBU Sorkam diduga kuat melakukan persekongkolan dengan mafia minyak demi mendapatkan keuntungan besar," sebutnya, Selasa (29/11/2022).
Kordinator BEM Sibolga - Tapteng berharap PT Pertamina Sibolga memberi sanksi dan pembatasan kuota BBM terhadap SPBU Sorkam jika terbukti melanggar aturan PT Pertamina.
"Bahkan kabarnya, pihak dari SPBU Sorkam diduga menerima sebesar Rp2000 per jerigen dari pebisnis ilegal oil. Kami Aliansi BEM Sibolga Tapteng mendesak PT Pertamina Sibolga memberikan sanksi tegas jika perlu lakukan penutupan atau denda apabila terbukti," kata Kordinator Aliansi BEM Sibolga Tapteng.
Sebelumnya, Kepala Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Sibolga, Affiyana Al - Hilmi saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsaap, terkait dugaan praktik illegal yang terjadi pada SPBU Sorkam Nomor 15.225.607 belum dapat memberikan tanggapan.
Sementara, RT sebagai pembeli minyak dengan menggunakan jerigen saat dikonfirmasi wartawan di SPBU Sorkam pada Sabtu 26 November 2022 kemarin mengatakan, jatah perhari yang ia dapat sebanyak 8 jerigen dengan isi 35 liter.
"Gak dikasih banyak banyak, cuma 8 jerigen. Per suratnya hanya 200 liter. Minyaknya dibawa ke Kade Tigo," sebut RT kepada wartawan.
RT menuding pihak SPBU Sorkam menagih dan menerimah sebesar Rp2000 per jerigennya.
Lanjut pria yang mengaku warga Kade Tigo Sorkam itu, dirinya terpaksa harus memberi 'Sogoakan' untuk memuluskan kuota BBM yang ia harapkan.
"Perjerigennya kami kasih Rp2000, ke operatornya. Kalau Humasnya disini (SPBU Sorkam) bermarga Siagian, dia tahu tapi gak ada dia disini," tandasnya.