Sabtu, 02 Mei 2026

AMPBB Minta BRI Bertanggung Jawab Atas Dugaan Kredit Fiktif dan Pemalsuan Kwitansi Deposito

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Rabu, 22 Okt 2025 22:59
 Istimewa

Aliansi Mahasiswa Pemerhati Birokrasi Binjai ( AMPBB) menyatakan sikap tegas terkait adanya kasus dugaan kredit fiktif dan pemalsuan kwitansi deposito yang terjadi di unit kerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) Namu Ukur Cabang Binjai, yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Menurut Ketua AMPBB, Dhani Lubis, dugaan kredit fiktif dan pemalsuan kwitansi deposito bukanlah semata-mata kesalahan oknum, melainkan menunjukkan kegagalan sistem pengawasan dan lemahnya manajemen BRI sebagai lembaga Perbankan nasional.

"BRI sebagai institusi, harus bertanggung jawab penuh atas kerugian masyarakat serta hilangnya kepercayaan publik terhadap sistem Perbankan," tegas Dhani Lubis, Rabu (22/10). 

Sebagai Bank yang mengelola dana masyarakat luas, ungkap Dhani, BRI memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memastikan setiap transaksi berjalan sesuai prosedur. 
"Fakta adanya dugaan praktik kecurangan, membuktikan bahwa BRI gagal menjaga integritas dan kepercayaan publik," urai Dhani. 

Guna mengungkap kebenaran, sambung Dhani Lubis, AMPBB akan melakukan aksi unjukrasa damai di Menara BRI Pusat yang ada di Jakarta pada Senin (27/10) mendatang. 

"Melalui aksi damai yang akan kami gelar, kami menuntut agar BRI secara terbuka menjelaskan kepada publik terkait dugaan kasus itu, serta reformasi sistem pengawasan internal agar tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan wewenang," urainya. 

Tidak hanya itu, sambung Dhani, tanggung jawab nyata berupa pengembalian kerugian dan perlindungan penuh kepada nasabah juga akan disuarakan dalam aksi unjukrasa damai di Menara BRI Pusat.  
produk kecantikan untuk pria wanita

"Untuk itu kami menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama sama mengawasi dan menekan BRI agar benar benar bertanggung jawab, dan bukan sekadar melempar kesalahan kepada individu tertentu," ujarnya. 

Disoal berapa total kerugian nasabah BRI Unit Namu Ukur serta siapa oknum yang diduga terlibat melakukan kesalahan, Dhani pun menjelaskannya. 

 "Berkisar 1,7 miliar. Diduga pelakunya oknum Kepala Unit BRI setempat yang saat ini sudah tidak bekerja lagi. Kami juga sudah mendatangi BRI Cabang Binjai, namun jawaban mereka selalu oknum. Dimana tanggung jawab mereka?!" katanya dengan nada kesal. 

iklan peninggi badan
Untuk itu, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Birokrasi Binjai (AMPBB) mendesak BRI untuk :

- Mengakui tanggung jawab institusional atas kasus ini.
- Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem internal.
- Mengembalikan hak masyarakat yang dirugikan.

“BRI tidak boleh hanya berlindung di balik istilah oknum. Sebagai institusi, BRI harus bertanggung jawab langsung kepada masyarakat,” tegas pria yang juga Aktivis Hukum Kota Binjai tersebut. 

"Sebagai tindak lanjut, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Birokrasi Binjai (AMPBB) akan menggelar aksi damai untuk menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bagi masyarakat yang dirugikan," demikian tutup Dhani Lubis. 
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️