Kamis, 21 Mei 2026

Kepala BIN Ungkap Pelanggaran Karantina: Negosiasi Petugas dan Pemain Pengganti

Banten (utamanews.com)
Oleh: Budi Kamis, 06 Jan 2022 14:16
Kepala BIN, Budi Gunawan
BIN

Kepala BIN, Budi Gunawan

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyampaikan hasil pemantauan BIN di titik-titik karantina, termasuk hasil surveilans dan pemantauan pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN).

Dari laporan yang diterimanya, Budi mengungkapkan masih banyak terjadi kecurangan proses karantina. Bahkan, ada pelaku perjalanan yang berupaya negosiasi dengan petugas di pintu masuk internasional.

“Faktanya masih banyak pelanggaran yang menunjukkan masih tidak disiplin dan tak tertib menjalankan karantina. Masih banyak pemain pengganti. Yang kedua, ada interaksi terjadi karena penjual makanan, maupun saudara atau teman-teman datang ke tempat karantina, termasuk upaya negosiasi membujuk para petugas bisa mengamankan diri di depan,” ujar Budi saat launching Monitoring Karantina Presisi di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Kamis (6/1).

Budi berharap petugas di pintu-pintu keluar masuk luar negeri dan perbatasan agar lebih serius dan mampu mengawasi pelaku karantina.

“Dengan aplikasi bisa terpantau secara baik. Saya harapkan semua pos lintas batas semakin semangat dengan aplikasi ini,” tutur Budi.
Masih dalam sesi dialog interaktif, Budi Gunawan juga sempat menyapa jajaran Polres Sambas.

Dia memastikan BIN turut serta mengamati pintu keluar masuk pendatang dari luar negeri.

“Kami dari intelijen juga mengamati secara ketat pintu-pintu masuk perjalanan luar negeri termasuk dalam masa karantina,” kata Budi.

“Kita (juga) mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran aplikasi karantinanya yang digagas bapak Kapolri,” sambungnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Aplikasi yang diluncurkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi terkait varian Omicron dan pengawasan warga yang karantina.

Aplikasi Monitoring Karantina akan ditempatkan di bandara dan pelabuhan khusus kedatangan dari luar negeri. Selain itu, ditempatkan juga di hotel lokasi karantina, dan tempat lainnya yang menyediakan sarana karantina.

Selanjutnya warga dari luar negeri diminta mengunggah aplikasi tersebut dan mengisi data lengkap. Lalu mereka diminta melakukan scan barcode di tempat lokasi karantina yang terhubung ke monitoring center di Mabes Polri.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later