Hasusuran Tuan Dolok Panribuan Tuan Raimbang Sinaga, Esra Eduward Sinaga, bersama Sanggar Budaya Rayantara bertatap muka dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Simalungun, Franky Fernandus Purba, serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Simalungun.
Pertemuan tersebut berlangsung di Komplek Perkantoran Pemkab Simalungun, Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (26/02/2026).
Esra Eduward Sinaga menjelaskan sejarah dan sejumlah literatur yang mengungkapkan peran serta perjuangan Tuan Raimbang Sinaga dalam melawan penjajahan.
Dalam pemaparannya, Esra menyampaikan bahwa sikap teladan, kuat, tegas, serta rela berjuang dan berkorban demi mempertahankan kedaulatan wilayah dan kehidupan rakyat Simalungun menjadikan Tuan Raimbang Sinaga sebagai inspirasi bagi generasi bangsa.
“Tuan Raimbang Sinaga atau Tuan Dolok Panribuan bersama pasukannya menghempang perjalanan dan masuknya rombongan komisi serta pasukan Belanda saat penyeberangan sungai (dalam arsip Belanda disebutkan Aek Bulu atau Bah Bulu dekat Pondok Bulu sekarang). Dalam pertempuran hebat tersebut, berhasil merampas barang bawaan dan senjata pasukan kolonial. Akhirnya pasukan Belanda mundur hingga kembali ke Lagu Boti,” jelasnya.
Esra juga memaparkan proses perjuangan Tuan Raimbang Sinaga, mulai dari penangkapan di Siberna/Siborna, pengadilan di Laboean Roekoe, hingga penahanan di penjara kolonial Medan sebelum dibuang ke pengasingan di Kupang. Peristiwa tersebut disebutnya sebagai catatan sejarah yang selama ini tersimpan dan belum banyak diketahui generasi saat ini.
“Kita akan membuka halaman demi halaman sejarah kembali agar bisa menjadi api semangat bagi pemegang prinsip dan idealisme serta inspirasi bagi generasi,” ujar Esra.
Dalam pertemuan itu, Esra Eduward Sinaga menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Kadisbudparekraf Simalungun.
“Kami yang hadir di sini mengucapkan terima kasih telah disambut dan diterima. Ini karena kepedulian kami bahwa pentingnya Tuan Raimbang Sinaga juga diusulkan sebagai pahlawan,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa diskusi kepahlawanan Tuan Raimbang Sinaga sebelumnya telah digelar bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar. Ia berharap adanya pengakuan lokal terlebih dahulu, baik dari Pemkab Simalungun maupun Pemko Pematangsiantar di Tanah Simalungun.
Sementara itu, Franky Fernandus Purba menyampaikan apresiasi atas kehadiran Hasusuran Tuan Dolok Panribuan dan Sanggar Budaya Rayantara.
“Terkait usulan Tuan Raimbang Sinaga, lebih tepatnya di Dinas Sosial. Namun, sebagai Disbudparekraf, kami tetap mendukung,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam proses pengusulan gelar pahlawan terdapat sejumlah tahapan, seperti napak tilas, pengumpulan literatur, serta diskusi dengan pihak berkompeten, termasuk TACB Simalungun.
“Kami Pemkab Simalungun tentu mengajak untuk berkolaborasi. Jika ada pahlawan dari Simalungun, mengapa tidak kita dukung? Ini merupakan wujud sejarah kita bersama,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Sosial sebagai sekretariat dalam proses pengusulan tersebut.
“Nanti Dinas Sosial sebagai sekretariatnya, kami dari Disbudparekraf juga akan turut membersamai. Tentunya akan ada banyak penelusuran untuk menggali sosok Tuan Raimbang Sinaga. Jika ada hal-hal yang perlu dibantu, libatkanlah kami,” pungkasnya.