Gubernur Provinsi Sumatera Utara Edy Rahmayadi telah menyiapkan cambuk atau cemeti mendorong PT Waskita Karya untuk segera menyelesaikan capaian target pekerjaan ruas jalan Provinsi yang dianggarkan dengan sistem multiyears dengan pagu anggaran Rp2,7 triliun.
"Pak Gubernur sudah menyiapkan semacam apa itu ya .. seperti cemeti begitu, sebagai cambuk agar PT Waskita Karya segera menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang diharapkan," ungkap Dirut PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono dengan nada bercanda saat melakukan temu Pers di lantai 10 Kantor Gubernur Provsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (8/11).
Destiawan menjelaskan bahwa baru saja menyelesaikan rapat dengan Gubernur Provinsi Sumatera Utara yang juga dihadiri oleh beberapa Kepala Dinas Pemprov Sumut.
Dalam kesempatan tersebut menurut Destiawan, perlu disampaikan dimana Waskita Karya sebagai pimpinan atau leader dari Joint Operation atau Konsorsium pada Proyek Jalan Ruas Sumatera Utara ini, menyampaikan mohon maaf atas keterlambatan progres proyek ini.
Sekarang Waskita Karya tinggal 'berlari' dan Dirut Waskita bertanggung-jawab atas proyek ini. Dalam Hal ini PT Waskita Karya berkomitmen untuk menyelesaikannya, jangan sampai Pemprovsu melakukan putus kontrak karena jika terjadi putus kontrak tentu bukan saja PT Waskita Karya yang malu tetapi Pemerintah juga akan marah dan dapat menarik kembali dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang sudah diberikan. Dengan demikian tentu PT Waskita Karya tidak mau terminasi itu terjadi.
Menurutnya Waskita Karya sebagai perusahaan BUMN yang terbesar di Indonesia tidak akan pernah meninggalkan proyek dalam keadaan belum selesai.
"Saat ini sudah tercapai target 5,3 persen maka ada ketertinggalan 28% lagi untuk mencapai target 33%. Kalau kami bagi waktu maka harus menyelesaikan 3,5 persen seminggunya, dengan sebaran lokasi yang ada," tutur Destiawan memberikan estimasi.
Adapun masalah sesungguhnya yang dihadapi oleh Waskita Karya sehingga proyek ini berjalan lambat adalah masalah teknis yang mana proyek ini dirancang dengan design & build, yang dalam pelaksanaannya harus melakukan survey untuk membuat desain yang tersebar itu.
Hanya, hambatan tersebut sekarang telah teratasi dan sudah 90% selesai sehingga PT Waskita Karya sudah siap berlari mengejar ketertinggalan. Kendala-kendala yang ada ini merupakan bahagian dari proses proyek dan Waskita Karya selalu berfikir bahwa setiap melaksanakan pekerjaan di proyek itu mayoritas yang ada adalah masalah.
Memang di tahun ini ada target yang agak besar karena terkait ruas jalan yang mengalami kondisi rusak berat sehingga transportasi itu menjadi hambatan masyarakat. Namun demikian PT waskita Karya juga telah mengajukan proyek ini menjadi bahagian dari proyek pemulihan ekonomi nasional sehingga proyek ini merupakan proyek yang strategis untuk masyarakat Sumut.
Saat ini Waskita Karya mengupayakan memobilisasi semua peralatan yang dipunyai untuk bisa disebar di lokasi-lokasi yang kondisinya sangat parah sehingga diharapkan di minggu ini peralatan sudah tersebar sehingga bisa mengakselerasi mencapai target 33 persen pada tahun ini.
Waskita Karya Tidak Punya Dana
Ia juga menanggapi pertanyaan sejumlah wartawan dan kekhawatiran publik yang menyebutkan kalau PT Waskita Karya tidak memiliki dana untuk dapat menyelesaikan capaian target pekerjaan tersebut.
"Kalau gak punya uang proyek ini gak jalan dong. Terkait apakah ada unsur politik, saya bukan politisi. Kami datang ke sini dan melakukan penawaran melalui proses tender yang transparan dan terbuka. Kami ditunjuk Pemprov Sumut dan ini adalah program kami yang sesuai dengan bisnis Waskita jadi tidak ada unsur politik," ucap Dirut PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono.
Destiawan Soewardjono memaparkan bahwa untuk pendanaan PT Waskita Karya mendapatkan uang muka. Dari uang muka itu digunakan untuk pendanaan pekerjaan proyek.
"Jadi khusus untuk proyek ini, uang muka dipakai untuk proyek ini, dan ada nanti dana termin yang juga nanti dibayar oleh Pemprovsu yang juga digunakan untuk proyek ini," ujarnya.
PT Waskita Karya, pada tahun 2021 juga telah menerima dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,9 triliun. Kemudian karena perusahaan Publik, Waskita menawarkan melalui obligasi kepada publik dan mendapatkan dana Rp1,5 triliun.
Selanjutnya Pemerintah mendukung Waskita dan memberikan lagi Rp3 triliun melalui PMN dan selanjutnya PT Waskita menggunakan rights issue untuk mendapatkan lagi Rp1 triliun. Dengan kemampuan dana yang ada itu, PT Waskita Karya bisa menggunakan dana tersebut untuk keseluruhan aktivitas proyek Waskita.
"Kalaupun ada yang menyebut PT Waskita kesulitan dana mungkin yang disampaikan itu adalah dimana Waskita perlu melakukan penyehatan Cash flow atau arus kas karena diketahui pada masa Pandemi Covid-19 lalu, PT Waskita Karya mengalami defisit anggaran. Tetapi PT Waskita bisa bangkit melakukan program penyehatan ditambah melalui dukungan Pemerintah," tegasnya.
Sementara sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumatera Utara Ir Bambang Pardede M.Eng, mengatakan baru saja menyelesaikan diskusi yang sangat bermaanfaat khususnya bersama direktur Waskita Karya.
"Marilah kita sama-sama mendoakan supaya dapat sukses, yakinlah dan percayalah bahwa proyek ini dilanjutkan. Itu yang menggaris bawahi pertemuan ini," tambah Bambang.