Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi melalui Dinas Kesehatan setempat telah melanjutkan vaksinasi dosis kedua yang sempat tertunda. Penyuntikan vaksin dosis kedua ini dikebut untuk memenuhi kebutuhan warga yang sudah menerima suntikan dosis pertama.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati saat dikonfirmasi MPOL, Kamis (5/8/2021) usai mengikuti rapat di Balai Kota mengatakan, Kota Tebingtinggi sampai dengan hari ini masih melakukan vaksinasi untuk dosis kedua, kepada 2.500 warga kota Tebingtinggi yang akan disuntik vaksin dosis kedua.
"Vaksinasi dosis kedua ini kita sebar di 10 tempat yakni, 9 di Puskesmas dan 1 di Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi," ujarnya.
Menurut Henny, untuk minggu ini saja, kita sudah mendapatkan subsidi vaksin sebanyak 5.500 dosis.
"Jadi ada kekurangan vaksin sekitar 1.200 dosis lagi, dan Insyaallah itu minggu depan bisa kita dapatkan. Jadi, semua warga Kota Tebingtinggi yang sudah melakukan vaksinasi dosis pertama, Insyaallah dosis keduanya bisa segera terpenuhi," sebutnya.
Jubir Henny juga menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan bantuan vaksin dari Kodim 0204/DS sebanyak 1.000 dosis vaksinasi untuk dosis pertama. Vaksin dosis pertama ini nantinya akan diproritaskan bagi para mahasiswa warga Kota Tebingtinggi yang kuliah dimanasaja.
"Jadi bantuan vaksin dosis pertama ini kita khususkan untuk vaksinasi dosis pertama, bagi para mahasiswa warga Kota Tebingtinggi. Karena ini perlu untuk kebutuhan kuliah mereka dan melanjutkan kuliahnya," jelas Henny.
Henny menjelaskan, rencananya vaksinasi dosis pertama ini akan dilaksanakan pada hari Jumat 6 Agustus 2021 di 9 Puskesmas yang ada dan di Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, dengan sasaran masing-masing 100 orang.
"Jadi pelaksanaannya total 1.000 orang disebar di 10 tempat untuk 1 hari saja", katanya.
Terkendala atau tertundanya kegiatan vaksinasi di Kota Tebingtinggi beberapa hari ini menurut dr Henny, ini disebabkan karena stok vaksinnya yang memang tidak ada di provinsi.
"Kita kan mengharapkan vaksin itu didistribusikan dari provinsi, jadi tidak ada vaksin di provinsi otomatis terkendala vaksinasi kita karena tidak ada pendistribusiannya ke kita," tutupnya.