Sabtu, 24 Jan 2026

Pencopotan Ijeck dari Ketua Golkar Sumut Timbulkan Konflik: Hilangnya Demokrasi!

Medan (utamanews.com)
Oleh: New Senin, 29 Des 2025 12:20
Bakhrul Khair Amal
 Istimewa

Bakhrul Khair Amal

Pengamat politik Bakhrul Khair Amal menyoroti adanya kepentingan penguasa dibalik pencopotan Musa Rajekshah atau Ijeck dari kursi Ketua DPD Golkar Sumut, Sabtu (27/12/2025).

Ahmad Doli Kurnia Tandjung ditunjuk oleh DPP Golkar untuk meneruskan jabatan ketua DPD Sumut dengan jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt). 

Menurut Bakhrul, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia harus menyampaikan ketegasannya sebagai pemimpin, bahwa di Sumatera Utara tidak terjadi polemik yang merugikan sekelompok pihak. 

Jikalau ini dibiarkan, Bakhrul menduga akan ada hal besar terjadi di Golkar Sumut sehingga merugikan seluruh kader.
“Bahlil harus menjadi ayah yang baik bagi seluruh kader Golkar terkhusus terkait dinamika di Sumatera Utara. Buktikan jika Bahlil melakukan hal ini bukan karena tekanan politik dari pihak tertentu. Silahkan akomodir semua kader yang ingin maju di Musda Golkar Sumatera Utara tanpa ada memberikan perhatian khusus pada siapa pun,” katanya. 

Melihat kondisi Golkar Sumut saat ini, Bakhrul menyakinkan bahwa Bahlil Lahadalia tidak akan berani muncul untuk memberikan penjelasan usai penunjukan Plt Ketua Golkar Sumut memicu konflik internal. 

“Kalau itu dilakukannya maka semua pandangan-pandangan yang skeptis terhadap Partai Golkar akan berkurang. Sebab, selama ini cara-cara demokratis di partai tersebut yang ditunjukkan secara terbuka hanya berani dilakukan oleh sosok Akbar Tanjung kala membuka konvensi calon presiden dari Golkar beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Menurutnya selama ini partai-partai politik di Indonesia semakin jauh dari kondisi ideal selaku partai politik. Praktik nepotisme untuk mengakomodir kepentingan kaum kapitalis menjadi hal yang dipertontonkan kepada publik. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Ironisnya, hal ini juga seolah menjadi budaya yang dilegalkan dalam berbagai pengambilan kebijakan dan proses perekrutan para pejabat di internal partai politik itu.

“Ini kan sudah jauh menyimpang, tidak ada lagi demokrasi dalam acara yang judulnya musyawarah daerah. Bagaimana mungkin musyawarah tapi tidak ada demokrasi, tidak ada ruang untuk mengakomodir pemilik suara yang sah berdasarkan AD/ART mereka?. Ini kondisi yang sangat ironis pada partai-partai politik,” sebutnya.

Bakhrul yakin, jika Musda Golkar Sumut mendatang mengakomodir seluruh kader yang potensial, maka sosok yang ideal akan kembali memimpin Golkar Sumut. 

iklan peninggi badan
“Sayangnya hal ini mungkin tidak akan terjadi. Karena faktanya, politik kita masih berkutat pada tiga hal yaitu balas budi, balas jasa dan balas dendam,” demikian Bakhrul Khair Amal.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️