Minggu, 26 Mei 2019 23:17
  • Home
  • Politik
  • Pemerintah Tak Akan Bentuk Tim Pencari Fakta KPPS

Pemerintah Tak Akan Bentuk Tim Pencari Fakta KPPS

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dito
Rabu, 15 Mei 2019 21:05
Istimewa
Moeldoko didampingi Mendagri dan Menkes menyampaikan keterangan pers usai rapat di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (14/5).
Penyebab kematiannya bisa dibuktikan, menjadi dasar pemerintah untuk tidak akan membentuk tim pencari fakta atas meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 17 April 2019 lalu. 

Kepala Staf Presiden (KSP) Jendral (Purn) Moeldoko, didampingi Mendagri dan Menkes menyampaikan bahwa menurut data Kementerian Kesehatan, kematian para petugas itu sebagian besar karena jantung, stroke.

"Bukan karena diracun," kata Moeldoko usai rapat dengan dengan sejumlah menteri dan pihak terkait di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (14/5) siang.

Rapat yang dipimpin oleh KSP Moeldoko itu dihadiri di antaranya oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek, Sekretaris Jenderal KPU (Komisi Pemilihan Umum) Arif Rahman Hakim, dan perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).


Moeldoko menyayangkan sejumlah pihak yang menyebut banyak petugas KPPS meninggal tidak wajar karena diracun. Ia menilai pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang sesat. "Itu sesat dan ngawur, tidak menghormati keluarga korban", ujarnya.

Meski tidak membentuk Tim Pencari Fakta, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan mengkaji sejumlah faktor, baik dari sisi kesehatan maupun beban kerja petugas KPPS yang berat. Hal lainnya yang perlu dilakukan adalah bagaimana memperbaiki sistem kerja KPU sampai ke jajaran terbawah di Pemilu berikutnya.

Moeldoko juga menyinggung masukan dari Ikatan Dokter Indonesia yang menurutnya bagus yaitu melihat resiko pekerjaan. "Kita harus pikirkan bagaimana resiko pekerjaan, apakah pekerjaannya terlalu berlebihan? Hal-hal inilah yang perlu dipikirkan untuk diperbaiki ke depan, beban kerja yang semakin proporsional dengan jam kerja", kata Moeldoko.



51 Persen Karena Jantung

Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim mengatakan sampai Selasa (14/5) kemarin ada 485 pahlawan demokrasi yang meninggal, dan 10 .997 yang sakit. Kepada mereka, KPU telah memberikan uang santunan yang besarnya bervariasi.

Arif mengakui dalam perekrutan petugas KPPS sebelumnya agak longgar. Mereka hanya diminta untuk menyertakan keterangan sehat dan belum diasuransikan.

Arif meminta ada evaluasi dan ke depannya, masalah rekruitmen petugas diperbaiki. Terutama menyangkut kondisi kesehatan dan batasan usia. "Kami mengusulkan ini diperbaiki," tegasnya.

Dalam laporannya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memaparkan kalau dari jumlah korban meninggal, 39% meninggal di rumah sakit, sisanya meninggal di rumah (61%).

Mereka yang meninggal, kata Nila, sekitar 58 persen berusia di atas 60 hingga 70 tahun. "51 persen dikarenakan jantung, cardiovasculer," kata Nila.

Untuk meneliti korban yang meninggal di luar rumah sakit, kata Nila, pihaknya akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan IDI untuk meneliti.

Terhadap para korban meninggal, lanjut Menkes, akan dilakukan autopsi verbal. Tim akan menanyakan riwayat sakit kepada keluarga dan orang-orang sekitarnya. "Tingkat ketepatannya bisa sampai 80 persen," ujarnya.
Editor: Tommy

T#g:KPPSMoeldokoPahlawan Pemilu
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Mei 2019 13:24

    Prajurit TNI Gugur Dalam Tugas Saat Pemilu 2019, Mendagri Serahkan Penghargaan dan Piagam

    Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tjahjo Kumolo menyerahkan Piagam Penghargaan dan Piagam Duka Cita diberikan kepada prajurit TNI yang gugur dalam tugas pengamanan Pemilihan Umum

  • Minggu, 12 Mei 2019 06:32

    Jenazah Anggota KPPS Jangan Dipolitisasi

    Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto ingin agar peristiwa meninggalnya ratusan anggota KPPS diusut. Dirinya meminta agar jenazah para anggota Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) divisum

  • Jumat, 15 Mar 2019 12:05

    KPPS Ujung Tombak Suksesnya Pelaksanaan Pemilu 2019

    Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dipastikan akan menjadi ujung tombak sukses tidaknya proses pesta demokrasi Pemilu tahun 2019 yang akan digelar pelaksanaannya pada tanggal 17 April mend

  • Sabtu, 14 Okt 2017 07:14

    KPU Palas Buka Pendaftaran PPK/PPS

    Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Padang Lawas (KPU Palas), membuka prosedur pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Se-Palas. Jadwal pendaftarannya dimulai seja

  • Rabu, 15 Mar 2017 21:17

    Jenderal Moeldoko Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan cara ini

    Jenderal Purn Moeldoko didampingi Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto, Direktur Prasarana Kementrian Pertanian Suprapti dan Kepala Staf Kodim 0824 Jember Mayor Inf Robert

  • Selasa, 14 Jul 2015 13:31

    Sertijab Panglima TNI

    Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjabat Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Dr. Moeldoko di depan pasukan TNI dari unsur Darat, Laut dan Udara serta PNS TNI dalam upacara serah terima jabatan di lapa

  • Rabu, 08 Jul 2015 04:38

    Hari ini Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo dilantik Presiden jadi Panglima TNI

    Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Gatot Nurmantyo bakal dilantik menjadi Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (8/7) siang. Gatot sendiri telah mendapatkan informasi meng

  • Selasa, 07 Jul 2015 00:08

    Panglima TNI Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI

    Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko melaksanakan rapat kerja dalam rangka mempertanggung jawabkan kinerjanya selama menjabat sebagai Panglima TNI dari tahun 2013 s.d. 2015 di hadapan anggota Komisi

  • Selasa, 30 Jun 2015 07:58

    Panglima TNI Perpanjang MoU TNI dengan PT Pertamina

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan perpanjangan Nota Kesepahaman Kerjasama dengan PT Pertamina (Persero) di kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur No. 1A Jakarta Senin sore (29/6

  • Kamis, 25 Jun 2015 15:56

    Panglima TNI Serahkan Bantuan Keramik pada prajurit

    Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Direktur Utama PT. Arwana Citra Mulia, Tandean Rustandy menyerahkan bantuan Keramik secara simbolis kepada Perwakilan Prajurit dan PNS TNI di lingkung

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak