Jumat, 14 Mei 2021 01:57
  • Home
  • Politik
  • Edy Rahmayadi Minta Kabupaten/Kota Optimalkan Penyerapan Anggaran

Edy Rahmayadi Minta Kabupaten/Kota Optimalkan Penyerapan Anggaran

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tony
Kamis, 22 Okt 2020 00:22
Humas Pemprovsu
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran. Pasalnya hingga saat ini ada beberapa kabupaten/kota masih minim dalam penyerapan anggaran.

Hal ini disampaikan Edy Rahmayadi pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tentang review inflasi Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Rabu (21/10). Hadir Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat, serta anggota TPID lainnya, mewakili Kepala BPS Sumut, Satgas Pangan Polda Sumut, Bulog, BUMD dan OPD Sumut.

"Saya minta pada kabupaten/kota untuk dengan cepat melakukan penyerapan anggaran. Dari data yang saya terima masih ada beberapa daerah yang serapannya rendah, di antaranya Padang Lawas sampai saat ini hanya melakukan penyerapan anggaran sebesar 20%. Ini paling terkecil dari kabupaten/kota lainnya," katanya.

Mengenai pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Edy Rahmayadi juga meminta para kepala daerah untuk melakukan sosialisasi pada UMKM yang ada di daerah, agar memanfaatkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM. Menurutnya, sampai saat ini di Sumut hanya 340 ribu UMKM yang memanfaatkan bantuan ini, padahal untuk Sumut sudah disiapkan alokasi 2,4 juta UMKM.


"Kita sudah disiapkan 2,4 juta UMKM oleh Pemerintah Pusat. Contoh Jabar yang sudah 2,5 juta UMKM yang menerima dan memanfaatkan bantuan itu. Saya iri dengan provinsi lain yang begitu antusias memanfaatkan bantuan ini untuk pemulihan ekonomi di daerah nya," Katanya.

Mengenai pangan, Edy juga meminta bantuan pada seluruh unsur terkait dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. Kabupaten/kota diminta untuk memanfaatkan potensi pertanian daerah dalam menjaga inflasi di Sumut.

Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat dalam paparannya menjelaskan di Sumut daya beli masyarakat sudah kembali meningkat. Secara kumulatif, inflasi Sumut mencapai 0,40% di bawah rata-rata historisnya. Sepanjang 2020, deflasi utama bersumber dari kelompok transportasi didorong oleh penurunan tarif angkutan udara. Deflasi tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan yang menjadi komoditas favorit di masa pandemi.

Mengenai kenaikan harga beberapa komoditas yakni Cabai Rawit dan Bawang Merah, menurut Wiwiek disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Sedangkan kenaikan harga Bawang Putih dan Daging Ayam dipengaruhi faktor peningkatan permintaan konsumen di tengah ketersediaan stok yang cenderung terbatas. Harga Cabai Merah juga menunjukkan tren meningkat, meski stok masih dari Jawa dan Deli Serdang.


"Secara historis, bahan pangan menjadi penggerak inflasi utama. Bahan pangan seperti aneka cabai, ikan segar dan daging ayam ras menjadi penggerak inflasi utama di akhir tahun dalam tiga tahun terakhir. Di tiga bulan terakhir memang kita harus mengantisipasi gagal panen akibat tingginya curah hujan di beberapa daerah," jelas Wiwiek.

Adapun daerah sentra produksi cabai merah yaitu Tapanuli Utara, Simalungun, Dairi, Karo, Deli Serdang, Humbang Hasundutan dan Batubara. Sementara sentra cabai rawit dihasilkan dari Simalungun, Dairi dan Karo. BUMD Sumut, AIJ diarahkan untuk dapat berperan dalam perdagangan cabai dan KAD untuk mewujudkan stabilitas harga cabai yang memiliki volatilitas tinggi terhadap inflasi Sumut.

Pertumbuhan Ekonomi Terkini

Menurut Wiwiek, pandemi Covid-19 memukul ekonomi seluruh negara, terkonfirmasi oleh PDB di hampir seluruh negara yang mengalami kontraksi pada triwulan II 2020. Namun prospek ekonomi global tidak serendah perkiraan awal didorong perbaikan prospek di negara maju. Hal tersebut terkait dengan respon kebijakan moneter dan fiskal yang cepat dan besar diiringi oleh penanganan Covid-19 yang baik.

"Di satu sisi, prospek di negara berkembang diprediksi memburuk dimana penyebaran Covid-19 meningkat dengan cepat. Adapun prospek pemulihan ekonomi diprediksi akan lebih menantang dan diliputi ketidakpastian yang tinggi," katanya.

Untuk Sumut, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2020 tercatat -2,37% (yoy), terkontraksi untuk pertama kalinya sejak krisis 1998. Meski demikian, dibandingkan dengan nasional dan daerah lain, pertumbuhan Sumut masih lebih baik dari beberapa daerah lain di Sumatera. Kontraksi dipengaruhi oleh penurunan permintaan domestik seiring dengan pembatasan sosial untuk mengurangi penyebaran Covid-19. 


Pertumbuhan Ekonomi Sumut Triwulan III 2020, Konsumsi Rumah Tangga (RT) mulai pulih ditopang oleh perbaikan pendapatan sejalan dengan kembali bekerjanya tenaga kerja terdampak. Pada masa adaptasi kebiasaan baru, beberapa perusahaan kembali beroperasi, terutama pada sektor perhotelan.

Perbaikan konsumsi RT juga turut ditopang oleh pencairan insentif dari program kartu pra kerja.

"Perbaikan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2020 terindikasi juga oleh beberapa indikator dari global mobility report, produksi dan konsumsi rokok, penggunaan jalan tol, konsumsi listrik dan penghasilan saat ini," Katanya.

Mengenai realisasi belanja APBD hingga Agustus di Sumut, dijelaskan Wiwiek masih belum optimal. Realisasi belanja Pemda di Sumut per Agustus 2020 masih terbilang cukup rendah. Tercatat hanya pemerintah provinsi yang sudah melakukan penyerapan anggaran di atas 60% dan hanya 4 kabupaten/kota yang telah realisasi di atas 50%. Kendala utama penyerapan APBD diantaranya adalah proses realokasi anggaran yang masih berlangsung pada pertengahan tahun sehingga proses belanja menjadi terhambat. 

Untuk ekspor Sumut membaik pada periode Juli Agustus 2020, ekspor tercatat USD 1,4 miliar lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh kenaikan harga jual komoditas utama (CPO dan Karet) di pasar internasional. Sementara itu, pertumbuhan volume ekspor menurun mengindikasikan permintaan dunia yang belum membaik.

"Dengan demikian, pada periode Juli - Agustus 2020, Sumut mengalami net eskpor USD 0,8 miliar atau tumbuh lebih baik dari triwulan sebelumnya. Apabila dilihat secara kumulatif hingga Agustus 2020, net ekspor juga meningkat 11,72% (yoy)," Katanya. 
Editor: Tessa

T#g:CoronaEdy Rahmayadi
Berita Terkait
  • Kamis, 06 Mei 2021 20:16

    Responsif tanggapi keluhan Bobby, Korwil I GMKI: Fungsi koordinasi adalah tugas Gubernur

    Protes Walikota Medan Walikota Medan Bobby Nasution kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang tidak mengkoordinasikan lokasi isolasi atau karantina dalam penanganan WNI tiba dari luar

  • Senin, 03 Mei 2021 15:43

    Abaikan Petunjuk Gubernur Edy Rahmayadi, Walikota Binjai Tetap Akan Sholat Ied di Lapangan Merdeka

    Guna mencegah kerumunan saat pandemi Covid-19, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menghimbau untuk meniadakan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriah.Hal itu disampaikan Gubsu dalam rapat mengenai peniada

  • Minggu, 02 Mei 2021 14:01

    Edy Rahmayadi Terus Pertahankan Tradisi Buka Puasa dengan Tahfiz dan Anak Yatim

    Bulan Ramadan umat muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadahnya. Sebagian besar dari orang bahkan memiliki tradisi yang dipercaya akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

  • Minggu, 02 Mei 2021 11:01

    Menko PMK cek langsung perkembangan penanganan Covid-19 di kota Medan, Ini pesannya

    Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE., MM menyampaikan perkembangan covid-19 di Kota Medan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof.Dr.Muhadj

  • Jumat, 30 Apr 2021 10:30

    DPRD Sumut Setujui Perda Prokes dan Pengendalian Covid-19

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) menyetujui Peraturan Daerah (Perda) Penegakan Disiplin, Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di Pr

  • Senin, 26 Apr 2021 19:26

    Edy Rahmayadi Tetap Lakukan Pelantikan Dalam Suasana Duka

    Walau masih dalam suasana duka, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi tetap melakukan pelantikan delapan kepala daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 di Sumut. Hal itu mend

  • Minggu, 25 Apr 2021 21:05

    Adik Kandung Gubernur Edy Rahmayadi, Kombes Pol Zulfikar Tarius Meninggal Dunia

    Berita duka menyelimuti keluarga besar Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. Kombes Zulfikar Tarius, yang merupakan adik kandung Gubernur Edy Rahmayadi, meninggal dunia, Minggu (25/4) sekitar pukul 16.45 WIB, di Surabaya.

  • Sabtu, 24 Apr 2021 21:44

    Gubernur Edy Hadiri Perayaan Paskah Oikumene

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri Perayaan Paskah Oikumene Umat Kristiani Sumut Tahun 2021, di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rumah Persembahan, Jalan Jamin Ginting Medan, Sabtu (24/4).

  • Jumat, 23 Apr 2021 18:23

    Beri Motivasi Peserta Latsitardanus XLI, Edy Rahmayadi Sampaikan Kewajiban Memakmurkan Negara

    Sebanyak 700-an peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLI/2021 antusias mendengarkan motivasi yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, di Hanggar Pang

  • Kamis, 15 Apr 2021 23:25

    Paripurna Hari Jadi ke-73 Provinsi Sumut, Gubernur Tegaskan Upaya Peningkatan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memaparkan beberapa kondisi terkait pertumbuhan ekonomi selama satu tahun terakhir di provinsi ini, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Untuk itu, selur

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak