Selasa, 24 Nov 2020 21:57
KPU
  • Home
  • Politik
  • Edy Rahmayadi Minta Kabupaten/Kota Optimalkan Penyerapan Anggaran

Edy Rahmayadi Minta Kabupaten/Kota Optimalkan Penyerapan Anggaran

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tony
Kamis, 22 Okt 2020 00:22
Humas Pemprovsu
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran. Pasalnya hingga saat ini ada beberapa kabupaten/kota masih minim dalam penyerapan anggaran.

Hal ini disampaikan Edy Rahmayadi pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tentang review inflasi Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Rabu (21/10). Hadir Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat, serta anggota TPID lainnya, mewakili Kepala BPS Sumut, Satgas Pangan Polda Sumut, Bulog, BUMD dan OPD Sumut.

"Saya minta pada kabupaten/kota untuk dengan cepat melakukan penyerapan anggaran. Dari data yang saya terima masih ada beberapa daerah yang serapannya rendah, di antaranya Padang Lawas sampai saat ini hanya melakukan penyerapan anggaran sebesar 20%. Ini paling terkecil dari kabupaten/kota lainnya," katanya.

Mengenai pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Edy Rahmayadi juga meminta para kepala daerah untuk melakukan sosialisasi pada UMKM yang ada di daerah, agar memanfaatkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM. Menurutnya, sampai saat ini di Sumut hanya 340 ribu UMKM yang memanfaatkan bantuan ini, padahal untuk Sumut sudah disiapkan alokasi 2,4 juta UMKM.


"Kita sudah disiapkan 2,4 juta UMKM oleh Pemerintah Pusat. Contoh Jabar yang sudah 2,5 juta UMKM yang menerima dan memanfaatkan bantuan itu. Saya iri dengan provinsi lain yang begitu antusias memanfaatkan bantuan ini untuk pemulihan ekonomi di daerah nya," Katanya.

Mengenai pangan, Edy juga meminta bantuan pada seluruh unsur terkait dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. Kabupaten/kota diminta untuk memanfaatkan potensi pertanian daerah dalam menjaga inflasi di Sumut.

Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat dalam paparannya menjelaskan di Sumut daya beli masyarakat sudah kembali meningkat. Secara kumulatif, inflasi Sumut mencapai 0,40% di bawah rata-rata historisnya. Sepanjang 2020, deflasi utama bersumber dari kelompok transportasi didorong oleh penurunan tarif angkutan udara. Deflasi tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan yang menjadi komoditas favorit di masa pandemi.

Mengenai kenaikan harga beberapa komoditas yakni Cabai Rawit dan Bawang Merah, menurut Wiwiek disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Sedangkan kenaikan harga Bawang Putih dan Daging Ayam dipengaruhi faktor peningkatan permintaan konsumen di tengah ketersediaan stok yang cenderung terbatas. Harga Cabai Merah juga menunjukkan tren meningkat, meski stok masih dari Jawa dan Deli Serdang.


"Secara historis, bahan pangan menjadi penggerak inflasi utama. Bahan pangan seperti aneka cabai, ikan segar dan daging ayam ras menjadi penggerak inflasi utama di akhir tahun dalam tiga tahun terakhir. Di tiga bulan terakhir memang kita harus mengantisipasi gagal panen akibat tingginya curah hujan di beberapa daerah," jelas Wiwiek.

Adapun daerah sentra produksi cabai merah yaitu Tapanuli Utara, Simalungun, Dairi, Karo, Deli Serdang, Humbang Hasundutan dan Batubara. Sementara sentra cabai rawit dihasilkan dari Simalungun, Dairi dan Karo. BUMD Sumut, AIJ diarahkan untuk dapat berperan dalam perdagangan cabai dan KAD untuk mewujudkan stabilitas harga cabai yang memiliki volatilitas tinggi terhadap inflasi Sumut.

Pertumbuhan Ekonomi Terkini

Menurut Wiwiek, pandemi Covid-19 memukul ekonomi seluruh negara, terkonfirmasi oleh PDB di hampir seluruh negara yang mengalami kontraksi pada triwulan II 2020. Namun prospek ekonomi global tidak serendah perkiraan awal didorong perbaikan prospek di negara maju. Hal tersebut terkait dengan respon kebijakan moneter dan fiskal yang cepat dan besar diiringi oleh penanganan Covid-19 yang baik.

"Di satu sisi, prospek di negara berkembang diprediksi memburuk dimana penyebaran Covid-19 meningkat dengan cepat. Adapun prospek pemulihan ekonomi diprediksi akan lebih menantang dan diliputi ketidakpastian yang tinggi," katanya.

Untuk Sumut, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2020 tercatat -2,37% (yoy), terkontraksi untuk pertama kalinya sejak krisis 1998. Meski demikian, dibandingkan dengan nasional dan daerah lain, pertumbuhan Sumut masih lebih baik dari beberapa daerah lain di Sumatera. Kontraksi dipengaruhi oleh penurunan permintaan domestik seiring dengan pembatasan sosial untuk mengurangi penyebaran Covid-19. 


Pertumbuhan Ekonomi Sumut Triwulan III 2020, Konsumsi Rumah Tangga (RT) mulai pulih ditopang oleh perbaikan pendapatan sejalan dengan kembali bekerjanya tenaga kerja terdampak. Pada masa adaptasi kebiasaan baru, beberapa perusahaan kembali beroperasi, terutama pada sektor perhotelan.

Perbaikan konsumsi RT juga turut ditopang oleh pencairan insentif dari program kartu pra kerja.

"Perbaikan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2020 terindikasi juga oleh beberapa indikator dari global mobility report, produksi dan konsumsi rokok, penggunaan jalan tol, konsumsi listrik dan penghasilan saat ini," Katanya.

Mengenai realisasi belanja APBD hingga Agustus di Sumut, dijelaskan Wiwiek masih belum optimal. Realisasi belanja Pemda di Sumut per Agustus 2020 masih terbilang cukup rendah. Tercatat hanya pemerintah provinsi yang sudah melakukan penyerapan anggaran di atas 60% dan hanya 4 kabupaten/kota yang telah realisasi di atas 50%. Kendala utama penyerapan APBD diantaranya adalah proses realokasi anggaran yang masih berlangsung pada pertengahan tahun sehingga proses belanja menjadi terhambat. 

Untuk ekspor Sumut membaik pada periode Juli Agustus 2020, ekspor tercatat USD 1,4 miliar lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh kenaikan harga jual komoditas utama (CPO dan Karet) di pasar internasional. Sementara itu, pertumbuhan volume ekspor menurun mengindikasikan permintaan dunia yang belum membaik.

"Dengan demikian, pada periode Juli - Agustus 2020, Sumut mengalami net eskpor USD 0,8 miliar atau tumbuh lebih baik dari triwulan sebelumnya. Apabila dilihat secara kumulatif hingga Agustus 2020, net ekspor juga meningkat 11,72% (yoy)," Katanya. 
Editor: Tessa

T#g:CoronaEdy Rahmayadi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 23 Nov 2020 17:33

    FGD Bahas Peningkatan Penanganan COVID-19 di Tebing Tinggi

    Polres Tebingtinggi bersama Pemerintah Kota Tebingtinggi gelar pertemuan Focus Group Discussion (FGD), Senin 23/11/2020), di Aula Kamtibmas Mapolres Tebingtinggi. FGD membahas peran serta masyarakat d

  • Senin, 23 Nov 2020 11:23

    Milad I FAHMI UMMI Sumut, Edy Rahmayadi Meminta Anggota Tetap Loyal

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta pada seluruh anggota Forum Silaturahmi Ummi Muslimah Indonesia (FAHMI UMMI) Sumut tetap menjaga loyalitas dan menjalankan organisasi. Karena beror

  • Kamis, 19 Nov 2020 05:19

    KUA PPAS R-APBD 2021 Disepakati Edy Rahmayadi Optimis Pembangunan Sumut Berjalan Lancar

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut menandatangani Nota Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)

  • Selasa, 17 Nov 2020 07:27

    Media Kata Indonesia Ajak Warganet dan Milenial Kawal dan Sukseskan Kebijakan Pemerintah

    Selama masa pandemi Covid-19 penyebaran hoaks atau berita bohong di media sosial yang menyebabkan misinformasi di masyarakat tetap marak dan merajarela. Karena itu, komunikasi dan informasi dari pemer

  • Senin, 16 Nov 2020 22:16

    Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Terus Digelar, Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Jember

    Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid 19, Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Jember melakukan operasi yustisi penegakan disiplin masyarakat secara terus menerus seperti yang dilakukan pada Minggu (

  • Minggu, 15 Nov 2020 18:45

    Hadiri Pembukaan MTQN XXVIII di Sumbar Edy Rahmayadi : MTQ Momentum Lahir kan Generasi Pecinta Alquran

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumut Nawal Edy Rahmayadi menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasion

  • Sabtu, 14 Nov 2020 02:14

    Sinergitas Kunci Indonesia Menang Lawan Covid-19

    Pandemi memaksa kita untuk waspada dan menjaga imunitas serta higienitas. Namun kita tak perlu jadi paranoid dan takut tertular corona. Virus covid-19 bisa dilawan asalkan semua pihak mulai dari masya

  • Kamis, 05 Nov 2020 10:05

    Batalyon Arhanud 11/WBY gelar operasi pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19

    Dalam menangani pemutusan rantai penularan Covid-19, Pemerintah telah melakukan segala upaya yang bisa dilakukan. Dari mulai menerapkan Social Distancing, serta meliburkan semua kegiatan yang dilakuka

  • Kamis, 05 Nov 2020 08:05

    Komsos TNI Langkah Strategis Percepatan Penanganan Covid-19

    Komunikasi Sosial (Komsos) TNI merupakan bagian dari metode pembinaan dan memiliki tujuan untuk memelihara komunikasi dan silahturahmi antara TNI-Polri dan Aparat Pemerintah guna terjalinnya sinergita

  • Kamis, 05 Nov 2020 09:05

    Kunjungan Kepala Deputi Hubungan Politik Belanda, Edy Rahmayadi Berharap Kerja Sama Dapat Ditingkatkan

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan penghargaan yang tinggi atas komitmen Pemerintah Kerajaan Belanda dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba Sumut. D

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak