Kegiatan praktikum ini dilaksanakan selama 3 bulan di panti asuhan Al-Marhamah, dari tanggal 03 Maret 2025 sampai 20 Juni 2025. Selama masa praktikum, saya melakukan observasi dan intervensi terhadap klien yang berfokus pada aspek Tahapan Pelaksanaan Praktikum
Klien yang saya tangani berinisial SH berusia 10 tahun, yang merupakan siswa di sebuah sekolah di daerah Medan. Kondisi awal SH menunjukkan rasa tidak percaya diri yang cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh kurangnya kedekatan dengan keluarga dan isu-isu internal yang dialami. Selain itu, SH juga sering menjadi bahan bully di sekolah, yang semakin memperburuk kepercayaan dirinya.
1. Engagement (Pendekatan Awal)
Pada tahap ini, saya melakukan pendekatan secara empatik dan membangun komunikasi yang nyaman dengan SH. Pendekatan dilakukan dengan menyapa secara ramah, berbicara ringan, dan menciptakan suasana aman agar anak merasa tenang dan terbuka. Karena SH pemalu dan kurang percaya diri, saya berusaha membangun kepercayaan melalui dialog yang lembut dan bersahabat.
2. Assessment (Pengumpulan Data)
Selanjutnya, dilakukan wawancara mendalam dengan SH dan pengasuh panti. Data yang dikumpulkan meliputi identitas diri, latar belakang keluarga, riwayat tinggal di panti, kondisi emosional, lingkungan sosial, serta observasi langsung terhadap interaksi sosial dan perilaku anak di lingkungan panti juga dilakukan. Hasil assessment menunjukkan bahwa merasa rendah diri, takut bersosialisasi, dan mengalami tekanan dari lingkungan sekitar, terutama dari teman-temannya yang melakukan bullying. Kondisi keluarga yang kurang dekat dan komunikasi yang minim memengaruhi stabilitas emosionalnya. Dari hasil tersebut, dilakukan penilaian bahwa intervensi harus fokus pada peningkatan kepercayaan diri dan pencegahan bullying.
3. Perencanaan Intervensi (Planning)
Berdasarkan data yang dikumpulkan, dibuat rencana terapi yang meliputi konseling individual untuk mengatasi rasa percaya diri dan empati sosial, edukasi tentang bullying dan cara menghadapinya dan kedekatan emosional. Selain itu, penumbuhan kelompok dukungan di panti juga menjadi bagian dari rencana.
4. Pelaksanaan Intervensi (Intervention)
Selama tiga bulan, dilakukan sesi konseling secara rutin setiap minggu. Sesi ini membantu SH menuangkan perasaannya dan meningkatkan rasa percaya diri. Pihak panti juga ikut serta untuk mendukung penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman yang bertujuan memperkuat hubungan sosial dan memotivasi SH untuk lebih aktif berinteraksi.
Setelah pelaksanaan intervensi selama tiga bulan, dilakukan evaluasi terhadap keberhasilan di berbagai indikator, antara lain Tingkat kepercayaan diri SH, Partisipasi dan keterlibatan dalam kegiatan sosial, Penurunan insiden bullying di sekolah dan Meningkatnya dukungan emosional dari teman sebaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat perkembangan positif. SH semakin percaya diri, berani berinteraksi, dan bully di sekolah berkurang secara signifikan. Dukungan dari lingkungan sekitar juga mengalami peningkatan.
Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa perubahan positif sudah cukup stabil dan berkelanjutan , proses terminasi dilakukan secara bertahap. Pada tahap ini, pemberian sesi pemantauan dan pendampingan secara berkala dilakukan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang dan mencegah kekambuhan. Selain itu, diberikan pedoman dan strategi kepada SH untuk menjaga perkembangan tersebut, serta membuka peluang untuk sesi lanjutan sesuai kebutuhan jika diperlukan. Psikologis dan sosial, dengan tujuan untuk memahami kebutuhan mereka serta menerapkan teori yang telah dipelajari di perkuliahan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada SPV sekolah Emi Triani, S.Sos, M.Si, serta pengelola tempat PKL bapak Syahrial yang telah memberikan dukungan, arahan, dan fasilitas selama 3 bulan ini. Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaannya, sehingga saya bisa menjalankan kegiatan ini dengan baik dan memperoleh pengalaman yang berharga dalam bidang sosial.