Guna mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 yang akan digelar pada 14 Februari mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai kembali menggelar Sosialisasi kepada para penggiat dan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswaan di Kota Binjai, Rabu (26/10) sore.
Mengusung tema "Peran Kampus Menyukseskan Pemilu 2024" Sosialisasi yang digelar di Kolam Garden Coffee & Tea, Jalan Wijaya Kesuma, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara ini dihadiri oleh beberapa narasumber dan puluhan orang mahasiswa, serta dipandu oleh Robby Effendi, yang merupakan anggota KPU Binjai divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas).
Ketua KPU Kota Binjai Zulfan Effendi, dalam sambutannya berharap, pada Pemilu 2024 mendatang, partisipasi pemilih akan meningkat.
"Pada pemilu 2019, tingkat partisipasi pemilih mengalami kenaikan dari pemilu sebelumnya, dan 40 persennya adalah pemilih pemula. Kita berharap, pemilu 2024 juga partisipasi pemilih bisa meningkat. Untuk itu, peran serta adik adik sekalian untuk ikut mensosialisasikan tentunya sangat kami harapkan," ungkap Zulfan Effendi, seraya membuka Sosialisasi ini.
Sementara itu, Dr. Hatta Ridho S.Sos. MAP, yang merupakan salah seorang narasumber dalam kegiatan ini menguraikan beberapa indikator demokrasi terselenggaranya Pemilu dan Pemilukada secara demokratis.
"Ciri ciri negara demokratis adalah kekuasaan tertinggi di tangan rakyat, pemilu yang adil dan jujur, menghormati hak minoritas serta minimal 2 partai politik," ungkap Hatta Ridho, seraya menambahkan, di Asia Tenggara, kualitas demokrasi Indonesia masih lebih rendah dari Malaysia dan Timor Leste.
Pentingnya Pemilu dan demokrasi juga ikut dikupas oleh Hatta Ridho dalam kegiatan ini.
"Perlu diketahui, partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memilih pimpinan negara," urainya.
Lebih lanjut dikatakan pria yang pernah menjadi komisioner KPU Tebing Tinggi ini, dalam Pemilihan Umum, ada tiga Tipologi masyarakat.
"Yang pertama yaitu masyarakat aktif, kedua masyarakat apatis, dan ketiga adalah masyarakat umum," ujarnya.
Di akhir paparannya, Hatta Ridho menjelaskan peran kampus atau Perguruan Tinggi dalam mensukseskan Pemilu 2024.
"Perguruan tinggi tidak hanya sebagai centre of exchellence atau pusat pemikiran dan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai centre of change atau pusat perubahan. Sedangkan kepada para mahasiswa, harus berperan sebagai Social control, diantaranya sebagai pengawas dan pemantau pemilu, vasilitator, advokasi dan edukator," demikian ungkap Hatta Ridho.
Di tempat yang sama, narasumber lainnya, yaitu Junaidi, yang menjabat sebagai Ketua STAIS Al Islahiyah Binjai, lebih banyak menyoroti peran kampus sebagai tempat survey atau riset.
"Saya berharap kampus bisa dilakukan sebagai wilayah untuk melakukan survey sekaligus riset, sebab secara teknis masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara pencoblosan," tutup Junaidi di akhir paparannya, sembari berharap mahasiswa dapat memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, menangkal berita hoax dan berperan sebagai pemantau Pemilu.
Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dari kegiatan yang dihadiri oleh GMNI, HIMMAH, GAMKI, IMM, HIPAMAHKOTA, Cipayung Plus dan HMI Cabang Binjai.