Jumat, 23 Okt 2020 00:37
  • Home
  • Opini
  • Penahanan Aktivis KAMI Sudah Sesuai Aturan

Penahanan Aktivis KAMI Sudah Sesuai Aturan

Bogor (utamanews.com)
Oleh: Zakaria )*
Sabtu, 17 Okt 2020 02:17
Ilustrasi
KAMI akhirnya kena batunya setelah 8 anggotanya ditangkap Polisi. Mereka merupakan anggota KAMI Jakarta dan Medan. Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo melayangkan protes keras terhadap penangkapan itu. Polisi menyangkalnya karena sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Masyarakat selama ini resah dengan tingkah laku para anggota KAMI yang di luar batas, karena mereka terus memprovokasi untuk membenci pemerintah. Juga menyebar berita yang ternyata palsu. Padahal kebanyakan rakyat sudah tahu mana yang benar dan mana yang hoax, sehingga tidak bersimpati pada mereka.

Setelah peresmian UU Cipta Kerja maka para anggota KAMI makin beringas dengan membuat status baik di Facebook maupun Twitter. Isi statusnya berisi kejelekan omnibus law UU Cipta Kerja padahal yang dijelaskan adalah hoax. Sebenarnya bisa saja mereka mengecek kebenarannya, namun mata sudah dibutakan oleh kebencian terhadap pemerintah.

Akhirnya Polisi menindak KAMI dengan adanya laporan tanggal 12 Oktober dan sprindik yang keluar tanggal 13 Oktober. Di hari yang sama, kedelapan anggota KAMI ditangkap. Walau 4 dari anggota organisasi itu berada di Medan, penangkapan dilakukan dengan lancar dan tanpa perlawanan.


Masyarakat cukup kaget karena beberapa yang tertangkap adalah tokoh publik, bahkan ada seorang mantan Caleg. Namun polisi tidak pandang bulu karena mereka terbukti bersalah telah melakukan hate speech di dunia maya. Meskipun dari mereka ada yang seorang penceramah agama, namun bukan berarti kebal dari hukuman.

Para anggota KAMI terjerat UU ITE karena terbukti melakukan ujaran kebencian di dunia maya. Terutama merujuk pada pasal 28 ayat 2 dan pasal 45A ayat 2 UU ITE, tentang hate speech. Juga ada jeratan dari pasal 15 nomor 1 tentang perbuatan keonaran dengan berita bohong.

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo langsung bereaksi keras terhadap penangkapan anggotanya. Ia merasa ada keganjilan pada kasus ini, dan menduga bahwa akun WA mereka diretas. Sehingga bisa diketahui apa saja aktivitas di grup WA dan dunia maya. Memang tim polisi siber sudah razia tapi diadakan di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Gatot juga menyatakan bahwa keterangan dari polisi setelah ada penangkapan anggota KAMI hanya ditujukan untuk menggiring opini banyak orang. Agar masyarakat jadi anti terhadap KAMI. Namun Polisi tetap bergeming, karena faktanya masyarakat juga kegerahan dengan KAMI yang hanya bisa menyebarkan hoax tanpa ada prestasi apa-apa.


Para anggota KAMI yang diangkap memang terbukti turut menyebar berita bohong sehingga meresahkan masyarakat. Penangkapan juga sudah sesuai dengan prosedur karena ada surat resminya. Juga ada bukti, walau kejahatan dilakukan di dunia maya. Sehingga alasan yang diberikan oleh Gatot ditolak mentah-mentah. Gatot tidak punya power lagi karena sudah purnawirawan.

Walau belum ada pengadilan, namun sudah diamankan. Agar tak ada lagi hoax yang beredar di masyarakat. Walau hanya beberapa baris kalimat, namun kalimat provokasi dan berita palsu di media sosial mereka terbukti mempengaruhi banyak orang untuk ikut menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Penangkapan anggota KAMI menunjukkan bahwa pepatah baru, 'jarimu harimaumu' benar adanya. Dari sebuah jari bisa membuat status bernada kebencian terhadap pemerintah, dan menyebarkan hoax. Padahal kebenarannya bisa saja dicek sebelum terlanjur di-share. Namun KAMI tetap menyebarkannya karena sudah terlanjur dendam kesumat terhadap pemerintah.

Saat ada anggota KAMI yang ditangkap, maka bukan berarti hukum di Indonesia tidak adil. Mereka terbukti bersalah dan melanggar UU ITE. Para anggota KAMI juga mempengaruhi banyak pengikutnya untuk mengadakan aksi penolakan terhadap omnibus law dan memprovokasi agar membenci pemerintah.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor
Editor: Iman

T#g:ITEKAMI
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 23 Okt 2020 02:23

    Manuver KAMI Ganggu Stabilitas Politik

    Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo memang terkesan lebih kepada gerakan politis. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sempat mengingatkan kelompok terseb

  • Rabu, 14 Okt 2020 07:44

    Mewaspadai Provokasi KAMI Menolak Omnibus Law

    Omnibus law adalah Undang-Undang model baru di Indonesia dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan tegas menolaknya. Padahal bisa jadi mereka belum membacanya karena terdiri dari 900 lemb

  • Senin, 05 Okt 2020 11:25

    Mengadu ke LLDIKTI, Puluhan mahasiswa tuntut Politeknik Gihon kembalikan ijazah asli SD-SMP-SMA yang ditahan

    Sebanyak 25 mahasiswa Politeknik Gihon Pematangsiantar yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Gihon Menggugat (AMGM) mendatangi kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Sumatera Utara pada J

  • Kamis, 01 Okt 2020 12:41

    Posting Kata-kata 'Kotor' di Medsos, Kuasa Hukum Anna M Sinamo Polisikan Pemilik Akun LJN dan SYB

    Kuasa hukum Anna Martyna Sinamo, SPSI Alam Suin MH dan Iwan Bancin SH melaporkan pemilik akun media sosial (medsos) facebook LJN dan SYB ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Utara, Rabu (

  • Rabu, 30 Sep 2020 12:30

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan berkantor di Depok

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar -selanjutnya ditulis Gugus Tugas Jabar- rencananya akan berkantor di Kota Depok mulai pekan depan.Hal i

  • Jumat, 25 Sep 2020 02:25

    Mewaspadai Manuver KAMI Jelang Pilkada 2020

    Indonesia akan mengadakan pemilihan kepala daerah serentak, Desember 2020. Namun acara ini terancam gagal karena provokasi KAMI. Mereka menuntut pemerintah untuk menunda pelaksanannya karena dikhawati

  • Kamis, 24 Sep 2020 09:04

    Gubernur Jabar Paparkan Kawasan Rebana pada Ratas Bersama Presiden

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti rapat terbatas (ratas) terkait perkembangan Proyek Strategis Nasional bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo melalui videoconference dari Gedung Pak

  • Selasa, 22 Sep 2020 02:32

    Masyarakat Menolak Konsep Usang KAMI

    KAMI yang diprakarsai oleh Din Syamsudin CS, berjanji akan menyelamatkan Indonesia. Namun sayangnya hanya angin surga, karena akal bulusnya sudah terlihat. Mereka ingin membawa kembali negeri ini ke m

  • Senin, 21 Sep 2020 11:01

    Kunjungan Kerja Ridwan Kamil dan Forkopimda Jabar di Cimajakuning

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar melakukan kunjungan kerja ke Cimajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Kuninga

  • Minggu, 20 Sep 2020 12:20

    Lintas Eksponen 98: Jangan Sandera Demokrasi Dengan Tuduhan Makar

    Menyikapi terkait adanya rencana pihak tertentu yang akan melaporkan mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ke pihak kepolisian dengan tuduhan du

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak