Rabu, 14 Nov 2018 21:31
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Menyalahgunakan Kalimat Tauhid, HTI Berhasil Memecah Belah Umat Islam

Menyalahgunakan Kalimat Tauhid, HTI Berhasil Memecah Belah Umat Islam

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ridha Ardani, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan.
Jumat, 26 Okt 2018 03:26
Ruslan Abdul Gani
Masjid
Baru-baru ini Indonesia kembali digemparkan dengan kejadian pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut. Pembakaran bendera berkalimat tauhid yang merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Peristiwa tersebut terjadi pada perayaan hari Santri (22/10) di Limbangan, Garut. Perlu diketahui, Banser merupakan bagian dari GP Ansor, sebuah organisasi pemuda Islam non profit yang beraliansi dengan Nahdatul Ulama (NU). 

Pemerintah Indonesia telah resmi membubarkan Hizbut Tahir Indonesia (HTI) seiring dengan pencabutan status badan hukum ormas HTI oleh Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM. Pencabutan status badan hukum itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI. 

Ada tiga alasan pemerintah membubarkan HTI. Pertama sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional. Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas. Ketiga, aktifitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

Pembubaran HTI oleh pemerintah Indonesia menjadikan Indonesia sebagai Negara ke-21 yang melarang keberadaan HTI. Bahkan Negara timur tengah yang mayoritas penduduknya beragama Islam ikut melarang berdirinya organisasi Hizbut Tahir. Adapun Negara-negara yang melarang HTI antara lain, Mesir, Suriah, Turki, Rusia, Jerman, Malaysia, Yordania, Arab Saudi, Libya, Pakistan, Uzbekistan, Kirzikstan, Tajikistan, Kazakhstan, China, Bangladesh, Prancis, Spanyol, Tajikistan, dan Tunisia.


Pelarangan ormas HTI oleh pemerintah menjadi alasan Bansor membakar bendera HTI, bukan semata-mata tidak mengimani kalimat Tauhid namun menjaga kalimat tauhid. Aksi pamer bendera HTI menimbulkan kegaduhan, fitnah, dan memecah belah umat Islam. Bukan hanya NU, Ansor dan Banser, ormas Islam lain pembentuk NKRI risih terhadap HTI yang memiliki tujuan ingin mendirikan Khilafah Tahririyah termasuk Bughat. Dalam kaidah ushul fiqih yang juga dipercayai oleh HTI, segala kegiatan ataupun atribut yang mendekati atau mengarah terhadap bughat hukumnya haram. 

Meskipun berbagai pihak menyangkal itu merupakan bendera HTI melainkan bendera yang berisikan kata tauhid, namun menurut Agung, selaku tim cyber Polda Jawa Barat yang memeriksa tiga orang anggota Banser yang diduga membakar bendera HTI menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa bendera yang dibakar itu merupakan bendera HTI.

Hal ini menimbulkan banyak ulama ikut berkomentar, salah satunya Buya Yahya yang mengatakan bahwa harus dibedakan antara bendera dengan kalimat tauhid. Bendera memiliki makna dari suatu organisasi atau perkumpulan, seperti bendera merah putih, apabila bendera merah putih diinjak artinya merendahkan martabat bangsa, berbeda apabila yang diinjak hanya kain putih atau kain merah, itu tidak apa-apa. Sama halnya dengan kalimat tauhid, apabila menolak kalimat tauhid artinya kafir, namun setelah kalimat tauhid tersebut menjadi bendera, maka bendera tersebut sudah menjadi simbol suatu kelompok. Jadi apabila ditolak bendera tersebut artinya menolak organisasi tersebut bukan kalimat tauhidnya.

Sebelumnya mantan juru bicara HTI, Ismail Yusanto menyangkal bendera yang dibakar di Garut bukanlah bendera HTI. Karena HTI tidak memiliki bendera. Namun, Intelektual muda Islam yang sekarang menjadi politikus PSI, Mohammad Guntur Romi mengungkapkan pendapatnya terkait Bendera HTI di akun twitter miliknya, menurut Guntur bendera dengan tulisan tauhid sudah ditetapkan sejak 2005 dalam buku Ajhizatu Daulah yang berisi RUU Negara khilafah dan struktur Negara Khilafah. Bendera Hizbut Tahrir/Khilafah yah seperti ini (bendera yang dibakar banser), tidak ada tulisan 'Hizbut Tahrirnya', karena sudah jadi bendera Negara khilafah versi mereka. Selain itu, Guntur juga memperingati masyarakat agar tidak mau dibohongi.


Kini, peristiwa di Garut telah membuat umat muslim di Indonesia pecah, saling memperdebatkan masalah ini, bahkan terjadi banyak unjuk rasa di beberapa daerah. Coba membuka mata, bendera bertulisan tauhid tidak hanya digunakan oleh sejumlah negara Islam seperti Arab Saudi dan Afghanistan, namun juga digunakan oleh organisasi radikal seperti ISIS yang tindakannya dikutuk oleh banyak umat Islam. Penggunaan kalimat tauhid oleh organisasi menyimpang merupakan bentuk penyalahgunaan kalimat tauhid. Ketika bendera umat Islam menolak bendera isi yang bertulisan tauhid, artinya mereka menolak ISIS bukan kalimat Tauhid. 

Kalimat tauhid tak perlu dituliskan dan dibawa-bawa untuk menunjukkan keimanan, tapi harus diimani dalam hati sehingga segala tindakan yang dilakukan tidak menyimpang dari al-quran dan hadist. Percuma mengibarkan bendera bertuliskan tauhid tapi menyebarkan kebencian, membunuh sesama manusia, membuat perpecahan antar umat manusia, memfitnah orang lain dan hal lain yang menyimpang dari ajaran islam. 

Sebagai umat manusia yang diberikan akal yang sehat oleh Tuhan, seharusnya dalam menyikapi hal yang dapat menimbulkan perpecahan harus dengan kepala dingin, jangan langsung tersulut oleh emosi yang dapat menimbulkan banyak kerugian. Jangan sampai tertipu dengan oknum yang menyalahgunakan kalimat tauhid. Bukankah lebih indah apabila umat Islam mampu bersatu memerangi kebatilan, bukan malah menjadi korban dari kebatilan tersebut.

Editor: Sam

T#g:HTITauhid
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Jumat, 09 Nov 2018 10:49

    Kebutaan Di Balik Aksi 211

    Dampak dari kejadian hari santri yang diselenggarakan oleh Ormas Islam di Garut pada 22 Oktober 2018 lalu, berujung panjang hingga adanya Aksi Bela Tauhid 211. Aksi membela kalimat Tauhid dipelopori o

  • Jumat, 02 Nov 2018 08:22

    Upaya Politis HTI Tunggangi Aksi Bela Tauhid II

    Sebagai organisasi trans-nasional, HTI tidaklah berdiri sendiri. Di belakangnya masih ada Hizbut Tahrir Internasional (HT-IN). Tentu saja mereka tak akan tinggal diam setelah HTI dibubarkan oleh pemer

  • Jumat, 26 Okt 2018 18:27

    Aliansi Umat Islam Labuhanbatu Kecam Pembakaran Bendera Tauhid oleh Oknum Banser Garut

    Ribuan kelompok massa yang tergabung dalam AL-UOIS dan Aliansi Pemersatu Pemuda Islam (APPI) berunjuk rasa damai, di Bundaran Simpang Enam Rantauparapat, Jum'at (26/10) sore.Masyarakat dalam hal

  • Jumat, 19 Okt 2018 14:29

    Terima Demo BBM Gema Pembebasan, DPRDSU: Kita Berdoa Minta Kepada Allah Supaya Turun

    Unjuk rasa mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan di Kantor DPRD Sumatera Utara, Jum'at (19/10/2018), diterima oleh anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Arfan Maksum.P

  • Minggu, 23 Sep 2018 04:23

    Gerakan #2019GantiPresiden Cermin Dari HTI

    Ada Mekanisme tertentu dalam gerakan #2019GantiPresiden yang memang terlihat rekat dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mekanisme ini terkait dengan gerakan anti-demokrasi.

  • Jumat, 01 Jun 2018 18:21

    Dandim 0824: Pancasila Satu-satunya Ideologi Bangsa Indonesia

    Bupati Jember dr Hj Faida MMR. bertindak sebagai Inspektur Upacara Memperingati Hari Lahirnya Pancasila Ke 73, di Alun-alun Jember, Jum'at (01/06/2018). Hadir pada upacara tersebut di antara

  • Kamis, 03 Mei 2018 08:23

    Pembubaran HTI dan Upaya Menangkal Radikalisme

    Seusai pembubaran Hizbut Tahrir oleh pemerintah lewat jalur hukum, hal tesebut kemudian menghasilkan keputusan dari pengadilan berupa pencabutan status badan hukum. Namun, sepertinya kasus ini belum a

  • Rabu, 02 Mei 2018 13:02

    Hizbut Tahrir Sudah Sepatutnya Dibubarkan

    Paham khilafah yang diusung Hizbut Tahrir menggegerkan publik. Paham yang seolah berpihak terhadap Islam tersebut, jika dipelajari lebih jauh tidak cocok dengan sistem pemerintahan di Indonesia. Meski

  • Kamis, 05 Okt 2017 12:05

    299, Perjuangan Demokrasi yang Anti Demokrasi

    Penolakan Perppu Ormas oleh Ormas radikal mulai disuarakan kembali setelah sekitar enam Ormas Radikal dibubarkan oleh pemerintah. Tak hanya itu, isu tersebut juga dibarengi oleh isu klasik yang diangg

  • Minggu, 30 Jul 2017 07:10

    Nasir: Dosen yang Terlibat HTI Tinggal Pilih, Pancasila atau Keluar dari Kampus

    Prof Muhammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai negeri di perguruan tinggi yang terlibat dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak