Selasa, 24 Nov 2020 22:23
KPU
  • Home
  • Opini
  • Masyarakat Jangan Ragu Manfaat Vaksin Covid-19

Masyarakat Jangan Ragu Manfaat Vaksin Covid-19

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Dimas Sangkoro)*
Senin, 26 Okt 2020 02:26
Ilustrasi
Vaksin Covid-19 telah melalui tahap uji klinis yang ketat serta pengawasan dari lembaga otoritas milik pemerintah dan lembaga internasional. Masyarakat juga diminta untuk tidak lagi meragukan manfaat vaksin covid-19.

Para Ilmuwan sempat menyerukan adanya tindakan segera agar dapat meningkatkan kepercayaan publik pada vaksinasi. Mengingat, penelitian menunjukkan minoritas yang cukup besar di beberapa negara mungkin enggan divaksinasi covid-19.

Dengan sedikitnya perawatan yang efektif dan belum adanya obat untuk covid-19, perusahaan dan pemerintah juga berlomba mengembangkan vaksin dalam upaya menghentikan pandemi. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh jurnal Nature Medicine, para penelitik di Spanyol, Amerika Serikat dan Inggris, melakukan survei terhadap 13.400 orang di 19 negara yang terpukul parah oleh covid-19. 

Studi tersebut menemukan bahwa saat 72% responden mengatakan mereka bersedia divaksinasi, 14% menolak dan 14% lainnya menyatakan ragu-ragu. Para peneliti menemukan orang-orang yang paling tidak percaya pada pemerintah adalah mereka yang cenderung tidak mau divaksin. Bahkan, mereka yang pernah sakit dengan covid-19 tidak lebih mungkin merespons secara positif.


Sementara di Tiongkok, sebanyak 88% responden mengatakan bahwa mereka akan menerima vaksin yang terbukti aman dan efektif. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dari semua negara yang disurvei, proporsinya turun menjadi 75% di AS dan serendah 55% di Rusia.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan, vaksin merupakan bentuk upaya pembuatan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Ini merupakan pencegahan agar masyarakat tidak perlu terpapar penyakit dahulu untuk menumbuhkan kekebalan tubuh.

Saat ini sedang dikembangkan vaksin merah putih oleh lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman dan kerjasama dengan negara-negara yang sedang mengembangkan vaksin. Pengembangannya sesuai dengan pedoman WHO, BPOM dan MUI.

Dalam memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, Reisa mengatakan terdapat 3 cara yang dilakukan oleh Pemerintah. Pertama, mengembangkan vaksin covid-19 Merah Putih dan kerja sama PT Bio Farma dengan Sinovac asal Tiongkok. Kedua, Indonesia telah mendapat komitmen dari 4 kandidat vaksin, yaitu buatan Astrazeneka, Sinovac, Cansino dan Sinopharm dalam pembelian vaksin luar negeri.

Ketiga, pemerintah menggandeng lembaga internasional CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapat akses vaksin dalam kerangka kerja sama multilateral. Skema ini melibatkan WHO dan Unicef mulai pengembangan distribusi, hingga pelaksanaan vaksinasi.


Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Tri Wibawa, meminta kepada masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan meskipun nantinya telah menerima vaksin.

Tri menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelitian terkait dengan berapa angka proteksi vaksin terhadap virus. Meski sudah mendapatkan vaksin, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memproteksi diri.

Dalam perkembangan lainnya, 1.071 relawan vaksin covid-19 telah mendapatkan suntikan kedua. Pihaknya juga telah melakukan pengambilan darah dari relawan yang sudah disuntik dua kali untuk mulai mengukur apakah sudah terbentuk antibodi di dalam tubuh mereka.

Harapannya, dalam uji klinis tahap ketiga tersebut dapat dilaporkan hasilnya pada bulan Januari mendatang kepada Badan POM. Tujuannya ialah agar Badan POM dapat segera mengeluarkan emergency use authorization untuk vaksin covid-19 di Indonesia.


Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan 184 negara saat ini telah bergabung dengan fasilitas COVAX. Ekuador dan Uruguay menjadi negara terakhir yang baru saja bergabung. Program tersebut akan membiayai vaksin covid-19 dan menyalurkannya secara merata, baik ke negara kaya maupun miskin.

Pada kesempatan konferensi pers di Jenewa, Tedros mengatakan, pembagian vaksin yang adil merupakan cara tercepat untuk melindungi masyarakat yang berisiko tinggi, menstabilkan sistem kesehatan, serta mendorong pemulihan ekonomi global yang sesungguhnya.

Saat ini, pemerintah Kota Depok tengah bersiap memberikan vaksin covid-19. Total warga yang akan mendapatkan vaksin adalah 60% dari jumlah penduduk. Namun untuk tahap awal baru 20% yang akan divaksin, jumlah tersebut merupakan prioritas yang ditujukan kepada tenaga kesehatan dan warga dengan rentang usia 18-59 tahun.

Dengan riset dan uji klinis yang ketat, tentu kita tidak perlu ragu akan manfaat vaksin. Pandemi covid-19 harus berakhir agar segalanya menjadi pulih baik dari sektor kesehatan dan ekonomi.

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)
Editor: Iman

T#g:Laboratorium
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 06 Nov 2020 23:06

    Menko Marves Apresiasi Laboratorium Covid-19 Sumut

    Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan memberikan apresiasi kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) terkait keberadaan

  • Selasa, 22 Sep 2020 10:22

    Tekan Penyebaran Covid-19, Nias Akan Punya Lab PCR Sendiri

    Edy Rahmayadi memastikan Kepulauan Nias akan memiliki Laboratoriaum Polymerase Chain Reaction (Lab PCR) sendiri. Lab PCR ini akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli yang merupa

  • Selasa, 01 Sep 2020 22:01

    Gubernur Edy Minta Presiden Jokowi Tambah Laboratorium PCR

    Demi peningkatan dan percepatan proses tes swab di Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta kepada pemerintah pusat agar menambah laboratorium pemeriksa Polymerase Chain Reaction (

  • Senin, 13 Jul 2020 20:23

    Laboratorium PCR RSUD Deli Serdang telah beroperasi

    Minggu lalu laboratorium PCR RSUD Deli Serdang telah dibuka dan beroperasional."Pembukaan laboratorium swab PCR bersama laboratorium PCR yang sudah ada di Sumatera Utara, sangat membantu pemerintah da

  • Selasa, 23 Jun 2020 20:53

    Panglima TNI Dukung Uji Klinik Terapi Secretom Bagi Penderita Covid-19

    TNI mendukung dan menyambut baik dilaksanakannya riset/ uji klinik terapi Secretom Inhalasi bagi penderita Covid-19 dengan menggunakan secretom untuk menanggulangi badai sitokin (peradangan), demi men

  • Jumat, 22 Mei 2020 00:22

    GTPP Covid-19 Sumut Pastikan Semua Penumpang Pesawat Diperiksa Kesehatan

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) memastikan bahwa kedatangan warga negara Indonesia (WNI) maupun asing (WNA) melalui Bandara Kualanamu akan dilakukan pemeriksaa

  • Kamis, 07 Mei 2020 06:27

    BIN Sediakan Laboratorium berjalan COVID-19 miliki PCR

    Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Polisi Bambang Sunarwinowo mengatakan salah satu keandalan atau keunggulan laboratorium berjalan (mobile laboratorium) milik intansi tersebut yakni

  • Jumat, 17 Apr 2020 20:17

    Laboratorium PCR RS USU Beri Banyak Manfaat Pada Penanganan Covid-19

    Beroperasinya Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Universitas Sumatera (USU), Jalan Dr Mansyur Medan mulai Jumat (17/4), akan memberikan banyak manfaat dan mempercepat penanganan Covid-19.

  • Jumat, 17 Apr 2020 15:07

    Laboratorium PCR Pertama Di Sumut Beroperasi, Covid-19 Semakin Cepat Dideteksi

    Gubsu Edy Rahmayadi meninjau laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) pertama untuk Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr Mansyur Medan, Jumat (17/4).

  • Kamis, 16 Apr 2020 20:56

    Percepat Pemeriksaan Spesimen Covid-19, Sumut Segera Miliki Laboratorium PCR

    Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam waktu dekat akan memiliki 2 laboratorium yang bisa menguji spesimen Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), sehingga penentuan seseorang positif a

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak