Jumat, 24 Sep 2021 22:56
  • Home
  • Opini
  • Ketenangan Lahir Bathin Sang Jenderal

Ketenangan Lahir Bathin Sang Jenderal

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: H. Albiner Sitompul, Ketua Umum Jam'iyah Batak Muslim Indonesia
Rabu, 19 Agu 2020 08:09
Istimewa
H. Albiner Sitompul
Ketenangan Jenderal Sigit, "Ketenangan adalah Kekuatan Lahir dan Bathin". Ungkapan itu merupakan hasil penalaran Ketua Umum Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP selama pengabdiannya kepada negara, sejak tamat Akmil 1988 di Satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Kepresidenan dan Lembaga Ketahanan Nasional RI serta memimpin beberapa yayasan dan Organisasi Masyarakat Umum maupun Islam. Ketenangan membutuhkan sebuah intuisi. Sementara intuisi itu merupakan hidayah yang diberikan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada ummat-Nya yang dekat kepada-Nya dalam melaksanakan setiap tugasnya kepada Negara.

Intuisi akan selalu hadir mendampingi seseorang yang paham, bahwa dalam melaksanakan tugasnya adalah Kehendak Tuhan Yang Maha Esa, untuk melayani masyarakat. Demikianlah intuisi akan hadir terus menerus pada saat pelaksanakan tugas- tugas yang berikutnya. Seseorang yang diberi hidayah oleh Allah SWT menjadi pembeda dalam pelaksanaan tugas ummat-Nya, akan menjadi teladan kepada orang lain yang menyadari Keagungan Tuhan. Namun hidayah itu kadang menimbulkan kecemburuan pula bagi seseorang yang tidak memahami Yang Maha Kuasa, seperti cemburunya Syeitan kepada Nabi Adam AS. Seseorang yang diberi hidayah akan lebih banyak menerima cobaan dari pada orang yang belum diberi hidayah. Kepercayaan kepada Tuhan dengan berserah secara tulus dan ikhlas, itu juga yang dapat memperkuat ketenangannya menghadapi cobaan, termasuk pelaksanaan protokol kesehatan dari pemerintah dalam menghadapi COVID-19.

Intuisi Sang Jenderal "Sigit" itulah yang disebut banyak orang ketika melihat Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo di media sosial dan ketika berdialog ringan dan berat dengannya. Sosok tokoh di jajaran Kepolisian RI, tetap bersahaja dan tenang bila ditanya tentang perjalanan kariernya. Patut ditelaah langkah-langkah hidupnya dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari. Kesatuan yang memiliki jargon Melindungi, Mengayomi dan Melayani masyarakat tersebut dibuktikannya secara profesional, modern dan terpercaya. Mengapa? Artikel ringkas dan sederhana ini menyodorkan berbagai macam prestasi yang merupakan Anugrah yang dimiliki pria berusia 51 tahun ini dari Tuhan Yang Maha Esa.


Jenderal lulusan 1991 dari Akademi Kepolisian, ketika penulis bertanya, ternyata dia tidak pernah henti memohon ketenangan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Pemurah dalam setiap menjalankan tugas-tugasnya. Hal ini juga ditunjukkannya, ketika memangku jabatan Kabareskrim, sebuah jabatan yang banyak didambakan orang lain, dia tetap tidak lupa bersyukur atas Anugrah Tuhan dan berterimakasih kepada sesama serta bermohon kepada Tuhan tetap memberi ketenangan lahir dan bathin dalam menghadapi jalan terjal dengan ragam tantangan dan rintangan.

Entri point "ketenangan" itulah kemudian menjadi penilaian penulis yang menarik untuk diteladani dari "Sigit". Di samping itu, dalam catatan Majalah Tempo, Jenderal Sigit merupakan Perwira yang meraih pangkat Komisaris Jenderal Polisi angkatan 91 dan Perwira termuda yang menjabat sebagai Kabareskrim dalam kurun satu dekade terakhir. Olahan ketenangan dalam melaksanakan amanah dapat dibaca dari riwayat perjalanan hidupnya. Pertama, ketika dipromosikan tahun 2009 mengisi Kapolres di Pati, beliau dianggap minim prestasi. Kedua, penolakan keras dari MUI Banten ketika menduduki jabatan Kapolda dengan alasan rasis. Ketiga, ketika dipromosikan menduduki amanah sebagai Kabareskrim dengan aroma senioritas dan lainnya. Tentu terlalu prematur untuk men-skemakan tiga persoalan tersebut, dari berbagai permasalahan yang dihadapi Jenderal bintang tiga ini. Hanya saja, itu memadai untuk dapat dijadikan sebagai bahan pengetahuan awal sekaligus membuka pintu perkenalan, bagi siapa saja.

Namun, tempahan ketenangan dan lingkungan zona kerja, menjadi daya tarik tersendiri dalam membangun keuletannya. Tidak heran, akhirnya interaksi sosialnya dengan para Ulama yang intens, ketika beliau bertugas di Jawa Tengah (Pati, Semarang, dan Solo) dan Banten, kota penuh Kyai dan ulama tercipta sebagai peluang untuk sharing kebangsaan dalam melayani masyarakat. Sebut saja misalnya, silaturrahmi Jenderal Sigit dengan Kyai Sahal Mahfudz yang pernah menduduki Ketua MUI dan Dewan Penasehat Pengurus Besar Nahdhatul Ulama. Jenderal Sigit, mulai dikenal publik saat karirnya tahun 2009, jabatan yang diamanahkan berawal dari Polres Pati, Wakapoltabes Semarang dan Kapolres Surakarta. Prestasi beliau semakin cemerlang, terbukti tahun 2014 dipanggil ke Istana sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo, kemudian diamanahkan menjabat sebagai Kapolda Banten 2016, lanjut ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Propam Polri tahun 2018 hingga pada posisi strategis sebagai Kabareskrim. Jenderal Sigit terus berupaya menciptakan ketenangan, kedamaian dan kerjasama yang kondusif dalam Melindungi, Mengayomi dan Melayani masyarakat. Mata publik semakin tertuju pada Jenderal Sigit, akankah mampu membongkar berbagai kasus yang dinantikan masyarakat? sebut saja misalnnya, kasus "penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan" seperti di-peti-es-kan bertahun-tahun. Ternyata, harapan masyarakat tentang usut kasus tersebut, tidak menunggu lama, dan terbongkar kejahatan penyiraman hingga pelimpahan ke pengadilan dan bahkan sudah putus bersalah oleh hakim. Belum lama ini, muncul kasus yang membuat laman publik menaruh kecurigaan terhadap lembaga kepolisian atas hapusnya red notice dan surat jalan Djoko Tjandra, seorang buronan kelas kakap selama beberapa tahun. Ternyata, ketenangan dalam kepemimpinan Jenderal Sigit, tanggal 30 Juli 2020 berhasil diringkus di Malaysia. 


Beritasatu. com juga memberitakan, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit telah menyelamatkan kerugian negara. Kasus yang berdasarkan hasil audit BPK merugikan negara sebesar US$ 2,7 miliar atau Rp 37 triliun itu bermula saat pemilik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno "bermain mata" dengan dua tersangka lain, yakni Raden Priyono, bekas Kepala Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono. BP Migas kini berganti nama menjadi SKK Migas. Tiga kasus tersebut, walau ada pemain balik layar berstatus sama-sama berbaju coklat dan pemangku kepentingan, dihadapinya dengan tenang dan menyerahkan semua urusannya kepada Tuhan Yang Maha Mengatur, semuanya menjadi Terang benderang, publik pun merasa lega atas ketenangan Jenderal Sigit dalam menegakkan hukum di tengah pemerintah dan masyarakat yang sedang menghadapi pendemi COVID-19. Tentu masih banyak cobaan yang dihadapinya, erat kaitannya dengan integritas dan profesionalisme Jenderal Sigit. Biarlah waktu yang akan membeberkan fakta-fakta kesetiannya kepada seluruh lapisan masyarakat, institusi, dan pemerintah dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesai yang bersih dan berwibawa.

Teladan Ketenangan.

Tidak sedikit manusia yang terjebak dalam berbagai momentum integritas dan profesionalisme ketika berhadapan dengan internal dan desakan arus mafia hukum. Ini membutuhkan kematangan lahir dan bathin serta penuh ketenangan. Tindakan Arogansi dan Anarkis tentu harus dihindarinya dalam tahapan analisis, agar dapat menghasilkan kinerja yang berkualitas. Inilah kemudian yang menjadi point penting dalam menstranformasikan nilai dari ketenangan. Penulis juga menambahkan, bahwa ketenangan adalah suasana jiwa yang berada dalam keseimbangan (balance) sehingga menyebabkan seseorang tidak terburu-buru atau gelisah.

Dalam bahasa Arab yaitu kata ath-thuma'ninah yang artinya ketentraman hati kepada sesuatu dan tidak terguncang atau resah. Kemampuan menyeimbangkan faktor-faktor psikologis dalam berpikir dan bertingkah laku, inilah kemudian oleh Zakiah Dradjat menyebutnya dengan istilah "sehat mental". Kemampuan Jenderal Sigit dalam mewujudkan keharmonisan yang sungguh-sungguh antara faktor jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang biasa terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan, kemampuan juga kemerdekaan dirinya. Bukan an-sih belaka, fakta-fakta yang berbicara, terintegrasi menjadi sebuah kesimpulan yang memiliki nilai historis atas jejak perjalanan Jenderal Sigit. Berbagai kasus dari internal hingga dihadapkan dengan mafia-mafia hukum, sosok Jenderal Sigit tetap tenang. Inilah, yang diinginkan untuk diteladani oleh siapapun baik di internal kepolisian sebagai corong pelayan masyarakat maupun instansi lain, terlebih untuk generasi bangsa di masa mendatang. Terakhir Titik temu bathin antara Jenderal Sigit dan Penulis, memiliki kesamaan kemampuan berintuisi dalam mengemban tugas dan tanggung jawab. Intuisi itu yang kemudian membuat setiap individu memiliki kemampuan mengelola "ketenangan" jiwa.
Editor: Darwin Marpaung

T#g:Albiner SitompulJBMIListyo Sigit Prabowo
Berita Terkait
  • Sabtu, 29 Mei 2021 20:29

    Bobby Harap JBMI Berperan Mendukung Program Prioritas Pemko Medan

    Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM berharap organisasi Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) kedepannya dapat berperan lebih besar lagi untuk masyarakat khususnya di Kota Medan.

  • Minggu, 28 Mar 2021 22:58

    Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi Bom Makassar

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. terjun langsung meninjau lokasi bom bunuh diri di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) ya

  • Minggu, 14 Mar 2021 20:14

    Sosialisasi Pembangunan Irigasi PPC Of The Irrigation In North Sumatera Undang Bupati dan Ketua DPRD Labura

    Project Preparation Consultants (PPC) Of The Asahan Irrigation System' In North Sumatera, Indonesia -Phase telah mengundang Pemerintah Labuhanbatu Utara dan Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara

  • Sabtu, 20 Feb 2021 08:50

    DPD JBMI Labura Apresiasi Disduk Capil Labura Dalam Hal Peningkatan Pelayanan Publik

    Maruli Tanjung, SH.MH. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (DPD JBMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara sangat mengapresiasi Disduk Capil dalam hal peningkatan pelayanan terhada

  • Senin, 01 Feb 2021 17:41

    Kunjungi KSAU, Kapolri Harap Sinergitas Dari Atas Hingga Bawah Tegakkan Displin Prokes Masyarakat

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo sebagai rangkaian kunjungan silaturahmi usai resmi dilantik sebagai Kapolri yang baru. 

  • Senin, 18 Jan 2021 11:16

    Guru SMAN 8 Yogyakarta: Listyo Sigit anak yang pendiam

    Setelah diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri, nama Listyo Sigit Prabowo langsung menjadi buah bibir di masyarakat yang penasaran dengan sosok Alumni Akpol 1991 yang juga al

  • Kamis, 10 Des 2020 10:00

    JBMI Labura Ucapkan Selamat Kepada Bupati dan Wakil Bupati Labura Terpilih

    Informasi dari beberapaTPS di 8 (delapan) Kecamatan bahwa pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan Jargon ''HEBAT'', Hendriyanto Sitorus, SE dan H.

  • Minggu, 30 Agu 2020 11:00

    Jelang HUT, JBMI Laksanakan Giat Kemah Membangun Karakter Bersama Masyarakat

    Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) melaksanakan kegiatan Kemah Membangun Karakter Masyarakat Bersama JBMI, di Kampung Nyaman, Desa Lobuhuala, Kecamatan Kualuh Sela

  • Selasa, 05 Mei 2020 23:05

    Ketua DPD JBMI Labura Harapkan BLT DD Sesuai Aturan dan Mekanisme Petunjuk Menteri

    Menyikapi Pandemi Corona Virus Covid-19, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (DPD JBMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Maruli Tanjung,  SH,. MH,. mengharapkan

  • Jumat, 24 Apr 2020 20:44

    DPD JBMI Labura Ajak dan Himbau Masyarakat Labuhanbatu Raya Menaati Peraturan Pemerintah Terkait Wabah Covid-19

    Demi menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat banyak, khususnya warga masyarakat kabupaten Labuhanbatu Raya, DPD JBMI Labura melalui sekretarisnya, Darwin Marpaung mengajak dan menghimbau masyarak

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak