Jumat, 19 Jul 2019 07:31
  • Home
  • Opini
  • Dukung Demokrasi Konstitusional Damai, Sambut Hasil Resmi Pemilu 2019 dan Tolak Gerakan Inskontitusional

Dukung Demokrasi Konstitusional Damai, Sambut Hasil Resmi Pemilu 2019 dan Tolak Gerakan Inskontitusional

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Anisa Fitri (Blogger-Mahasiswi IISIP Jakarta)
Sabtu, 18 Mei 2019 03:18
Istimewa
Akhir- akhir ini dunia politik makin memanas setiap harinya, mengapa demikian? Ya, karena kita masih dalam masa-masa menantikan hasil dari keputusan KPU. Pada umumnya momen memanasnya dunia politik di Indonesia saat ini yaitu saat sebelum pemilu tanggal 17 April dilaksanakan, yaitu pada saat masing masing kandidat ataupun pendukung dari setiap kandidat itu melakukan kampanye. Selanjutnya pada masa setelah pencoblosan Pemilu yang diharapkan suhu politik mereda dan suasana konsdusif tercipta namun ternyata para pendukung dari kedua kandidat ini malah semakin memanas.

Hal ini disebabkan karena hasil perhitungan suara atau yang biasa kita sebut quick count telah memenangkan pasangan 01 Jokowi Amin dan pihak 02 tidak dapat menerima hasil tersebut dan mengklaim kemenangannya hingga mengeluarkan statement menoklak hasil penghitungan oleh KPU, yang sekali lagi membuktikan bahwa KPU memang selalu salah di mata yang kalah.

Hasil dari perhitungan ini merupakan hasil sementara dan bukan hasil akhir, namun biasanya data dari quick count memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi, sementara hasil penghitungan oleh KPU masih berjalan juga menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda dengan  hasil quick count yaitu pasangan 01 menang.
Quick count inilah yang menyebabkan terjadinya pro dan kontra dalam masing masing pendukung kandidat. Karena dari hasil quick count ini terjadilah pengklaiman kemenangan dari masing-masing kandidat tersebut.

Setiap kandidat memiliki kepercayaan terhadap lembaga surveynya sendiri, jadi tidak dapat dipungkiri masing-masing kandidat mengklaim kemenangan melalui hasil quick count tersebut. Namun perlu diketahui bahwa lembaga survey juga mempunyai kode etik dan organisasi perhimpunannya sehingga kridebilitasnya juga dipertaruhkan, artinya bahwa hasil quick count dapat dipertanggung jawabkan.


Soal menang kalah itu adalah keputusan hasil real count dari KPU sendiri bukan dari hasil quick count lembaga survey yang ada. Jadi alangkah baiknya jika kita bersabar menunggu hasil keputusan resmi dari KPU yang akan datang.Tidak ada yang salah sebenarnya terhadap quick count, boleh dibuat acuan namun tidak untuk pengklaiman kemenangan yang menyebabkan terjadinya konflik pada masing masing pendukung.

Hingga saat ini meskipun suara masuk telah mencapai lebih dari 80 % lebih para pendukung dari kedua belah pihak masih percaya akan kemenangan dari kandidat yang mereka dukung. Hal ini menjadi potret demokrasi yang harus ditempuh dengan cara-cara saluran resmi yang telah disepakati bukan malah membangun opini-opini negatif dengan segala tuduhan namun tanpa data dan bukti yang sahih.

Tanggal 22 Mei 2019 kemungkinan hasil real count dari KPU telah selesai dan dapat diumumkan. Kemungkinan yang terjadi pada saat momen itu diumumkan ialah banyak yang bergembira namun ada yang kecewa mengenai keputusan resmi dari KPU, dikarenakan masing masing kandidat dan pendukungnya pasti juga memiliki data internal, sehingga diperlukan sebuah sikap yang bijaksana dan siap untuk mengakui kekalahan dan menerima keputusan resmi KPU.


Oleh karena itu diharapkan untuk masing-masing pendukung berfikiran dewasa dan damai dalam menyikapi keputusan hasil real count dari KPU. Siapapun kandidat yang terpilih berdasarkan hasil yang ditentukan dari KPU tetaplah ikhlas dan menerimanya apapun hasilnya. 

Dukunglah mereka dan jangan membuat tindakan yang menyebabkan pecah belah indonesia dengan menghina dan melecehkan kandidat dan pendukungnya. Dalam hal ini sila ke 3 dari Pancasila dapat diterapkan untuk menyikapi hasil real count yaitu bersama bersatu kembali mendukung kepemimpinan yang terpilih demi kemajuan bangsa. Sila ke-3 yang berbunyi Persatuan Indonesia, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki makna berbeda-beda tetapi satu jua yang artinya setiap orang wajib menjunjung tinggi, mencintai bangsa Indonesia dan saling menghormati dan menghargai pendapat, dan menempatkan kepentingan bangsa lebih utama dari kepentingan individu.

Jadi alangkah baiknya apabila Indonesia tetap bersatu walau adanya perbedaan suatu pendapat atau dukungan. Karena sejatinya kedua kandidat memiliki cita cita yang baik yakni untuk Indonesia yang lebih baik.

Nantikanlah keputusan resmi dari KPU tanggal 22 Mei 2019 yang konstitusional, dan bersikaplah dewasa serta damai dalam menyikapinya dan jangan membuat kegaduhan melalui tindakan-tindakan inkonstitusional. Janganlah terprovokasi oleh agenda-agenda kepentingan jahat yang ingin merusak demokrasi di Indonesiia dan memecah belah antar anak bangsa. Ingat kita adalah bangsa Indonesia yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Editor: Iman

T#g:Pemilu 2019
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jul 2019 03:05

    Pasca Pemilu 2019, Menang Jangan Jumawa Kalah Harus Legowo

    Pemilu sudah terlaksana dengan aman dan tenteram, Pihak KPU dan MK juga sudah memberikan keputusan yang terbaik untuk NKRI. Jangan sampai ketentraman akan semangat berdemokrasi ini ternodai, apalagi s

  • Sabtu, 29 Jun 2019 03:29

    Upaya Menjaga Persatuan dan Meredam Polarisasi Politik Pasca Pemilu

    Rangkaian peristiwa di daerah menjadi tolok ukur memanasnya tensi politik selama Pemilu 2019 berlangsung, baik sebelum pencoblosan hingga sesudah pencoblosan. Media mencatat sebuah peristiwa di Purwor

  • Rabu, 15 Mei 2019 11:25

    Sejumlah Tokoh Masyarakat Medan Puji Kelancaran Pemilu 2019

    Sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Utara, khususnya kota Medan memuji kelancaran Pemilu 2019. Hal ini disampaikan sebab Pemilu terbesar dalam sejarah republik sejak orde baru ini, dinilai berjalan tra

  • Selasa, 14 Mei 2019 13:24

    Prajurit TNI Gugur Dalam Tugas Saat Pemilu 2019, Mendagri Serahkan Penghargaan dan Piagam

    Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tjahjo Kumolo menyerahkan Piagam Penghargaan dan Piagam Duka Cita diberikan kepada prajurit TNI yang gugur dalam tugas pengamanan Pemilihan Umum

  • Minggu, 05 Mei 2019 08:15

    MUI Kota Binjai Sebut Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 Sukses

    Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Binjai Jafar Sidik mengapresiasi penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019, baik Pilpres maupun Pileg yang berlangsung aman, damai dan

  • Sabtu, 04 Mei 2019 20:54

    Forensik Selidiki Pemicu Terbakarnya Kantor Camat Gunungsitoli, Nias

    Tim Laboratorium dan Forensik Polisi Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyelidiki asal api yang membakar Kantor Camat Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Sabtu pagi (4/5), yang juga me

  • Selasa, 30 Apr 2019 22:00

    Prajurit Marinir Miliki Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Professional

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan pengarahan di hadapan ribuan Prajurit Korps Marinir wilayah Barat pada acara Apel Gelar Pengecekan Personel dan Materiil di Lapangan Kesatr

  • Selasa, 30 Apr 2019 17:20

    Ajak Tunggu Hasil Pemilu, Seratusan Pemuda di Medan Unjuk Rasa Dukung KPU

    Seratusan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Jaga Persatuan Indonesia, berunjuk rasa di bundaran SIB, jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa sore (30/4/2019), untuk mendukung KP

  • Minggu, 05 Mei 2019 03:05

    Jangan Terburu-Buru, Tunggu Hasil Resmi Pemilu 2019 dari KPU

    Pemilu 17 April telah usai, namun berbagai upaya provokatif masih saja mewarnai hiruk pikuk demokrasi, mulai dari klaim pemenangan hanya dari hasil survey internal, sampai pada upaya delegitimasi KPU

  • Senin, 22 Apr 2019 13:22

    Pemilu 2019 Aman dan Lancar, Dandim 0824/Jember Sampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat

    Kodim 0824/Jember hingga saat ini masih mensiagakan personelnya dalam mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah Kabupaten Jember, terkait bantuan perkuatan pengamanan Pemilu 2019.Komandan Kodim 0

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak