Warga Tanjung Beringin geger atas puluhan bangkai babi yang mengapung di aliran Sungai Bedagai, Kamis (07/11/19) pukul 11.00 wib dan Warga segera melaporkan hal tersebut ke pemerintahan desa dan meneruskan ke kecamatan.
Informasi yang dihimpun awak media utamanews.com, bangkai babi yang ditemukan tersebut hanyut di Sungai Bedagai, sehingga membuat masyarakat khususnya Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mulai khawatir dan resah.
"Puluhan bangkai babi yang hanyut terlihat dari Sungai Rampah hingga sampai ke muara di Kecamatan Tanjung Beringin yang melintasi dua Desa, yaitu Desa Nagur dan Desa Bagian Kuala. Belum tahu pasti, puluhan bangkai babi yang hanyut di Sungai Bedagai ini, entah berasal dari mana," ujar warga Desa Nagur kepada wartawan kamis (08/11)
Terlebih lagi, mereka khawatir ini bisa menimbulkan virus Hog Cholera.
Menyikapi ini, warga Desa Nagur membuat himbauan dengan secarik kertas yang di tempelkan di dinding rumah-rumah warga agar tidak menggunakan air sungai.
Dugaan sementara, bangkai babi itu dihanyutkan ke sungai yang dilakukan orang tidak bertangung jawab. Pasalnya, di sekitar Kecamatan Tanjung Beringin, tidak ada warga peternak babi.
Untuk itu, mereka meminta Pemerintah Desa Nagur juga mengeluarkan surat himbauan kepada masyarakat Dusun I dan Dusun VI Desa Nagur, agar untuk sementara masyarakat tidak menggunakan air sungai, sebagai kebutuhan mandi ataupun keperluan lainnya.
"Karena dikhawatirkan air Sungai Bedagai bisa terindikasi Virus Hog Cholera atas penyakit yang ada pada bangkai tersebut" tandasnya.
Ketika awak media utamanews.com melakukan konfirmasi ke Camat Tanjung Beringin M. Fahmi S.STP.MAP terkait wilayahnya yang terdampak akan temuan puluhan bangkai babi tersebut. "Saya sudah sampaikan ke pemerintahan desa agar menyampaikan kepada warga untuk tidak menggunakan air sungai bedagai untuk saat ini, sampai laporan kita ke Pemkab Sergai ditanggapi", katanya
Salah seorang anggota DPRD Serdang Bedagai dari Fraksi Golkar Longway M Pakpahan juga turut angkat bicara. "Jika masyarakat peternak babi yang ada di aliran hulu sungai itu mengalami hal demikian, mohon jangan membuang bangkai binatang tersebut ke aliran sungai, di kubur saja supaya tidak mencemari lingkungan khususnya air sungai", imbuhnya.
Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Serdang Bedagai belum ada tanggapan hingga berita ini dituliskan ke meja redaksi.