Sebanyak 26 siswa SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, yang diduga mengalami alergi makanan, seluruhnya sudah menjalani aktivitas seperti biasa di Asrama SMAN 1 Plus Matauli, pada Kamis (1/5/2025).
"Semua telah kembali mengikuti kegiatan seperti biasa di asrama dan tidak ada lagi siswa yang dirawat di RSUD Pandan," jawab Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus Matauli, Imam Purhadi kepada wartawan, Kamis malam.
Peristiwa 26 siswa yang diduga mengalami alergi makanan tersebut, terjadi pada tanggal 29 April 2025 usai makan siang di asrama SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan.
Mengetahui kondisi tersebut, petugas asrama bergerak cepat membawa para siswa yang diduga mengalami alergi makanan ke RSUD Pandan.
Berkat kerjasama serta koordinasi dengan tim dokter RSUD Pandan, siswa-siswi tersebut langsung mendapatkan penanganan dan 20 siswa dinyatakan boleh pulang setelah beberapa jam diobservasi oleh tim dokter.
"Kami belum bisa memastikan penyebab utama kejadian tersebut. Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mencari penyebab utama terjadi alergi makanan terhadap beberapa siswa tersebut," jelasnya.
Saat ini, pihaknya masih fokus untuk memastikan seluruh siswa kembali sehat dan bisa beraktivitas kembali tanpa ada kendala.
"Kami juga akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari," harap Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus Matauli.
Dirinya juga telah menyampaikan permohonan maaf terhadap orang tua siswa atas peristiwa itu, dan memastikan tanpa ada rasa khawatir.
"Kami juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh tim medis baik dokter dan perawat di RSUD Pandan yang memberikan penanganan terbaik untuk siswa siswi kami," ungkapnya.
Sebelumnya, Sanitarian Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Agustina Hutauruk mengatakan kepada wartawan, telah melakukan pengambilan sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
"Beberapa sampel makanan, minuman dan muntahan para siswa sudah kita ambil dan kirim ke pihak Dinas Kesehatan Provsu," jelasnya kepada wartawan.
Namun, atas peristiwa tersebut pihaknya belum dapat memastikan penyebab 26 siswa yang mengalami mual, pening dan muntah-muntah. Dan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Dinas Kesehatan Provsu.