Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sulaiman Harahap menegaskan bahwa Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tidak boleh hanya aktif saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), tetapi harus hadir secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
“LPTQ jangan hanya aktif saat MTQ, tetapi harus terus hadir di tengah masyarakat melalui program pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Sulaiman Harahap pada kegiatan silaturahmi dan ta’aruf bersama pengurus LPTQ Sumut periode 2026–2030 di Aula Pemuda Dispora Sumut, Jalan William Iskandar, Deliserdang, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, LPTQ memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penyelenggara lomba tilawatil Quran, tetapi juga sebagai lembaga pembinaan dalam melahirkan generasi Qurani yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Sulaiman juga menyampaikan sejumlah poin penting kepada seluruh pengurus. Pertama, penguatan peran LPTQ sebagai lembaga yang aktif dan berdaya guna melalui pembinaan berkelanjutan dari tingkat desa hingga provinsi.
Kedua, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat.
Ketiga, fokus pada pembinaan generasi muda guna melahirkan generasi Qurani yang unggul, berakhlak, dan berkarakter kuat.
Keempat, pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan pembinaan agar nilai-nilai Alquran dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya generasi muda.
“15 Juli mendatang MTQ ke-40 tingkat Sumut akan berlangsung. Mari kita jaga kekompakan, hindari ego sektoral. Bekerjalah dengan hati, jaga kebersamaan, dan jangan ada sekat di antara kita. Tujuan kita adalah memberikan yang terbaik bagi umat dan daerah,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Sumut Muhammad Yasir Tanjung menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai bagian dari kepengurusan. Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja optimal dan memanfaatkan amanah tersebut sebaik-baiknya.
“Pesan Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution bahwa LPTQ bukan hanya sebatas kegiatan lomba, tetapi juga harus memberikan manfaat hingga ke akar rumput, termasuk 6.113 desa di Sumatera Utara,” ucapnya.
Yasir menambahkan, dalam rangka menyambut MTQ ke-40 tingkat Sumut yang direncanakan pada 15 Juni 2026 dan dipusatkan di Lapangan Astaka, pihaknya akan segera melaksanakan pelatihan dewan hakim guna memperoleh sertifikasi resmi sesuai regulasi.
“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan pelatihan, karena secara regulasi untuk menjadi dewan hakim harus memiliki sertifikat. Ini penting untuk menjaga profesionalisme dan kualitas penilaian MTQ,” ujarnya.
Usai kegiatan silaturahmi, Sekda bersama pengurus LPTQ Sumut meninjau lokasi pelaksanaan MTQ ke-40 tahun 2026 di kawasan Komplek Dispora Sumut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadispora Sumut Mahfullah Pratama Daulay, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Mulyono, Kabiro Kesra Abu Kosim, serta pengurus LPTQ Sumut.