Darawati penderita penyakit kulit yang langka di Labura.
Darawati Siregar (60), warga Kel. Aek Kanopan Timur, Kec. Kualuh Hulu, Kabupaten Labura mengidap penyakit kulit.
Sekujur tubuhnya dipenuhi dengan benjolan-benjolan, kecil dan besar. Penyakit ini sudah dirasakannya sejak umur 21 tahun.
Darawati tinggal bersama adiknya di Lingkungan II Aekkanopan Timur. "Saya tidak menikah. Saya sadar dengan kondisi saya. Dari dulu saya sudah berobat, baik ke dokter maupun pengobatan alternatif. Orangtua saya berusaha agar penyakit saya sembuh. Dulu, saat dibawa ke rumah sakit di Medan, dokter mengatakan benjolan yang ada di kaki kiri saya bisa dioperasi, namun berisiko kelumpuhan. Dokter juga tidak menjelaskan saya sakit apa," kata Darawati dengan mata menahan tangis, Selasa (10/4/2018).
Katanya, 39 tahun lalu saat usianya 21 tahun, di tangannya muncul bintik-bintik merah. Semakin lama bintik-bintik tersebut menjalar ke seluruh tubuh bahkan ke wajah. Benjolan tersebut memang tak terasa sakit atau gatal, namun tubuhnya terasa panas. Setelah itu
Diceritakan Darawati, di usianya yang semakin senja membuatnya semakin sulit berjalan untuk berobat. Untuk keperluan sehari-hari, Darawati dibantu oleh adik-adiknya dan tetangga. Kondisinya yang semakin menua seakan membuat penyakit tak lepas dari tubuhnya. "Belakangan mata sebelah kanan saya terasa sakit. Mungkin pengaruh benjolan, atau mungkin karena nangis. Saya tidak pernah dibantu pemerintah, Camat atau Bupati," ucap Darawati
Hal ini dibenarkan oleh tetangga Darawati. "Sejak aku kecil, Bu Darawati sudah begitu kondisinya. Beliau orang baik dan rajin shalat di mushalla depan rumah tempat dia dan adiknya tinggal," kata Agus Mahendra, 44, warga Lingkungan III Kelurahan Aek Kanopan.
Ahmad Sampurna MA, Kepala Dinas Sosial Kab. Labura saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui ada warga Labura yang mengidap penyakit aneh itu, meski jarak Kantor Dinas Sosial dan tempat Darawati tinggal tidak lebih dari 1 kilometer. "Saya belum mengetahui keadaan beliau. Jika belum memiliki BPJS, sebaiknya segera diurus," kata Ahmad.