Outbreak response immunization (ORI) Difteri kepada siswa siswi SDN Kebonagung 01 Kecamatan Kaliwates, Senin (19/2).
Wabah difteri yang menghantui berbagai daerah hingga ada daerah yang sudah memutuskan KLB (Kejadian Luar Biasa) karena tingkat penderitanya sudah meluas di daerah tersebut. Namun untuk Kabupaten Jember, hal tersebut tidak sampai terjadi, bahkan menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr Siti Nurul Qomariyah, di Jember belum ada yang signifikan.
"Tren kasus difteri di Kabupaten Jember pada tahun 2016-2017 sebanyak 4 kasus, namun tetap kita lakukan perencanaan, pendataan dan sosialisasi terkait penyakit difteri ini bersinergi dengan instansi terkait, dan dilakukan imunisasi serentak pada Bulan Januari hingga Desember 2018 dengan target sasaran anak berusia 1-19 tahun," ujar dr Siti Nurul Qomariyah, Senin (19/2).
Seperti yang dilakukan di Kelurahan Kebonagung yang sedang dilaksanakan Outbreak response immunization (ORI) Difteri kepada siswa siswi SDN Kebonagung 01 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember agar memiliki kekebalan tubuh terhadap bakteri corynebacterium diphteriae, Senin (19/2/2018) pagi.
Babinsa Kelurahan Kebonagung Serma Moh Ibnu dan Sertu Iswanto melaksanakan pendampingan dan membantu petugas medis dari Puskesmas Kaliwates yang sedang memberikan imunisasi kepada 234 siswa-siswi sekolah tersebut.
Danramil 0824/12 Kaliwates Kapten Inf Hosnan membenarkan adanya kegiatan anggotanya tersebut sesuai dengan permohonan bantuan pendampingan dari Puskesmas kepada Koramil, dan hal tersebut tentunya sebagai bagian dari mengawal program pemerintah dalam melindungi masyarakat dari wabah penyakit.
Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar dalam konfirmasinya menyampaikan bahwa upaya perlindungan masyarakat dari wabah penyakit difteri tersebut harus kita dukung bersama. "Dan terkait dengan keberadaan Babinsa jajarannya memang sudah ada kerjasama melalui hasil Rakor oleh Kepala Puskesmas yang dilaksanakan di masing-masing Kecamatan terkait pelibatan Babinsa itu sendiri," jelas Dandim.
Lebih lanjut Letkol Inf Arif Munawar menyampaikan bahwa imunisasi tersebut sebagai bagian dari penguatan kompartemen pertahanan, dimana masyarakat sebagai kompartemen pendukung dalam pertahanan negara "Sehingga kalau masyarakatnya sehat tentunya negara akan menjadi kuat," pungkasnya.