Sabtu, 02 Mei 2026

800 Ribu Orang Dipaksa Tinggal di Rumah, Wuhan Kembali di-Lockdown

Oleh: Dito Sabtu, 29 Okt 2022 06:29
Ilustrasi Lockdown kota Wuhan akibat lonjakan COVID19
 Reuters

Ilustrasi Lockdown kota Wuhan akibat lonjakan COVID19

Setelah hampir tiga tahun sejak pandemi Covid-19 dimulai, hari ini, kota Wuhan, yang dianggap sebagai “titik nol” penyebaran virus corona kembali ditempatkan dalam penguncian (lockdown),

Penguncian ini berlangsung di saat kota-kota di China memperketat pembatasan Covid-19 setelah lebih dari 1.000 kasus tercatat selama tiga hari berturut-turut.

Beban kasus virus corona China tetap kecil menurut standar global, tetapi tindakan penahanannya yang sangat ketat dan mengganggu tahun ini terhadap varian Omicron yang sangat mudah menular telah sangat membebani negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Wuhan, situs wabah Covid pertama di dunia pada akhir 2019, melaporkan sekira 20 hingga 25 infeksi baru setiap hari pekan ini, mendorong pemerintah setempat untuk memerintahkan lebih dari 800.000 orang di satu distrik untuk tinggal di rumah hingga Minggu, (30/10/2022).

"Saya tidak tahu harus berbuat apa. Jika kami masih bisa bertahan hidup seperti ini maka saya kira itulah yang akan kami lakukan," kata seorang warga Wuhan bermarga Chang, 38 tahun, sebagaimana dilansir Reuters.
"Ketika kami melihat berita tentang COVID ini, kami sekarang merasa agak mati rasa. Kami merasa mati rasa terhadap semua itu. Kami merasa semakin mati rasa."
Wuhan juga menangguhkan penjualan daging babi di beberapa bagian kota, menurut gambar dan posting di media sosial, setelah satu kasus ditemukan yang menurut pihak berwenang terkait dengan rantai pasokan daging babi lokal.

Guangzhou, kota terbesar keempat di China dan ibu kota provinsi Guangdong, pada Kamis, (27/10/2022) menutup lebih banyak jalan dan lingkungan dan menahan orang-orang di rumah mereka karena daerah baru dianggap berisiko tinggi dalam kebangkitan COVID yang bertahan hingga minggu keempat.

Di Xining, ibu kota Provinsi Qinghai, unggahan media sosial menceritakan tentang kekurangan pangan dan kenaikan harga barang-barang penting ketika otoritas kesehatan di kota berpenduduk 2,5 juta orang itu berlomba untuk menahan rebound COVID setelah liburan Hari Nasional selama seminggu pada awal Oktober.
Editor: Budi
Sumber: www.okezone.com

Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️