Waspada teror susulan, Polda Sumut amankan sepeda motor berstiker pendukung khilafah
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Senin, 03 Jul 2017 19:13
Plat sepeda motor ini membuat pemiliknya berurusan dengan polisi.
Peristiwa penyerangan pos jaga 3 markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu) di hari raya Idul Fitri, Minggu (25/6/2017), yang menewaskan Ipda Anumerta Martua Sigalingging, rupanya membuat trauma anggota Polri.Tadi sore, Senin (3/7), satu unit sepeda motor matic merk Yamaha Soul, BK-3337-MAK, yang diparkir di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), sempat membuat was-was aparat Polda Sumut.
Pasalnya di plat nomor motor (kereta-sebutan untuk sepeda motor di Sumut), tersebut tertempel stiker bertuliskan "YANG PUNYA KERETA INI DUKUNG KHILAFAH."
Petugas langsung melakukan sejumlah tindakan mengantisipasi adanya serangan teror, dan sepeda motor diamankan lebih dekat ke gedung Ditreskrimum, sambil mencari siapa yang membawa motor tersebut ke Poldasu.
Tak berapa lama, muncul seorang pria berjenggot, berperawakan sedang dan mengaku bahwa motor itu miliknya.
Kepada AKBP Faisal Napitupulu SIK, Kasubdit Ditreskrimum, ia mengatakan bahwa motor diparkir di situ karena dia tadi mengunjungi Surya Hardyanto, tersangka penyebar berita bohong, yang ditangkap polisi tadi malam di Deli Serdang. Tersangka tersebut sedang diperiksa di gedung Ditreskrimsus Poldasu.
Pemilik motor dengan stiker pendukung khilafah ini, yang kemudian diketahui bernama Marwan, mengaku mendapatkan stiker tersebut saat mengikuti kegiatan tabligh akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di stadion Teladan, beberapa waktu lalu. Sejak itu ia memasang stiker tersebut di motornya.
Amatan UTAMANEWS, AKBP Faisal bertanya pada Marwan, apakah dia warga negara Indonesia dan mengetahui apa dasar negara kita.
"Pancasila," jawab Marwan singkat.
Lalu mantan Kasat Intel Polresta Medan ini mengatakan pada Marwan bahwa HTI yang mengusung ideologi khilafah, tidak ikut berjuang untuk memerdekakan Indonesia.
Setelah beberapa lama berdialog, petugas kemudian mempersilahkan Marwan untuk mengambil keretanya dan menjelaskan bahwa tindakan mengamankan sepeda motornya karena meningkatnya ancaman terhadap anggota Polri saat ini, bahkan polisi yang sedang sholat pun hendak dibunuh oleh teroris.