Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pematangsiantar–Simalungun menyampaikan kecaman keras atas teror dan intimidasi yang dialami Ketua Umum Badan Koordinasi (BADKO) HMI Sumatera Utara, Yusril Mahendra Butar Butar.
Teror tersebut diterima melalui pesan singkat WhatsApp dari pihak tak dikenal, berisi ancaman agar forum diskusi yang digelar terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, dihapus dari media sosial.
Ketua Terpilih/Formateur HMI Cabang Pematangsiantar–Simalungun, Muhammad Chairul, menegaskan bahwa tindakan intimidasi ini merupakan bentuk pelecehan terhadap kebebasan berpendapat dan hak demokratis mahasiswa.
“Ancaman ini adalah bukti nyata bahwa masih ada pihak yang ingin membungkam suara kritis mahasiswa. HMI tidak akan pernah tunduk pada teror. Semakin ditekan, semakin lantang kami bersuara,” ujar Chairul dalam pernyataan resminya.
HMI Cabang Pematangsiantar–Simalungun menuntut aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku teror dan memberikan perlindungan kepada kader HMI maupun aktivis yang menyuarakan kebenaran.
Sebagai bentuk ultimatum, Chairul menegaskan bahwa jika tidak ada langkah nyata dari aparat dalam waktu dekat, HMI bersama jaringan mahasiswa akan menggalang aksi solidaritas besar-besaran di Sumatera Utara.
“Kami tegaskan, HMI tidak akan diam. HMI berdiri untuk kebenaran dan demokrasi. Teror tidak akan menghentikan perjuangan kami,” tegasnya.