Perilaku arogan, intimidasi dan ancaman yang dilakukan oleh pria berbaju ormas terhadap sopir mobil boks di Rancabungur, Kabupaten Bogor, menjadi isu viral di masyarakat. Ancaman tersebut mencakup pemalakan, ancaman merusak mobil, dan ancaman fisik terhadap sopir.
Kejadian ini menyebabkan kegelisahan dan ketidaknyamanan bagi sopir truk yang menjadi korban. Selain itu, peristiwa tersebut juga menimbulkan kekhawatiran dan ketegangan di masyarakat karena video amatir yang merekam kejadian viral di media sosial.
Polisi sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk memastikan tanggung jawab hukum atas tindakan yang dilakukannya. Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana mengatakan polisi telah melakukan pengecekan terkait peristiwa itu.
"Sudah dilakukan pengecekan Polsek Rancabungur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan dinyatakan yang bersangkutan bukan bagian dari Pemuda Pancasila," kata Desi, kepada wartawan, Selasa (16/5/2023).
Peristiwa ini mengindikasikan bahwa pelaku tidak terafiliasi dengan organisasi masyarakat (ormas) yang terkenal itu, sehingga menggambarkan perilaku individual yang tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan ormas tersebut.
Kejadian viral itu menggambarkan kerentanan masyarakat terhadap tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu. Kejadian seperti ini dapat menciptakan ketidakamanan dan membahayakan keberlangsungan harmoni sosial di lingkungan masyarakat.
Dalam video yang dilihat pada Selasa (16/5/2023), keduanya terdengar saling debat. Terduga pelaku meminta uang kepada sopir mobil boks yang hendak melintas. Cekcok terjadi lantaran sopir tidak mau memberikan uang kepada pria tersebut.
Sementara itu terlihat, terduga pelaku pemalakan mengenakan pakaian salah satu organisasi masyarakat (Ormas). Terduga pelaku juga marah-marah sembari mengucapkan makian kepada sopir mobil boks.
Awalnya sopir tersebut menyebut tidak pernah dimintai bayaran selama melintas di lokasi. Namun, terduga pelaku bersikeras meminta bayaran lantaran lewat wilayahnya.
"Saya di sini mah bayar pajak," kata sopir yang dipalak pelaku.
"Lu ngelewat wilayah gua," kata terduga pelaku.
"Saya sudah berapa tahun pak lewat sini," jawab sopir tersebut.
"Justru peraturannya baru sekarang gua buat," ujar pelaku.
"Itu banyak truk yang lewat," kata si pengemudi.
"Gua mintain semua," timpal pelaku.
"Nggak ada bang, saya juga buat ini inih.." jawab sopir itu
"Ya ngomong nggak ada lo, jangan bilang bayar pajak bayar pajak lo, nggak lo tadi bilang bayar pajak bayar pajak, t*i lo," maki pelaku.
"Lu kelihatan besok lewat sini, ancur mobil lu a****g," kata pelaku.
"Gua juga sopir juga, t*i. Balik kanan mobil lu. Bilangin sama bos lu, balik kanan gak lu," tambahnya.