Usai dirawat di RSUP H Adam Malik Medan selama 9 hari, Adab Auli Rezki (19) pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur yang berada di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat yang sebetulnya dibakar oleh santrinya, akhirnya meninggal dunia.
Adab Auli Rezki diketahui korban pembakaran yang dilakukan oleh santrinya sendiri berinisial FAZ (17) pada Sabtu (5/10) lalu.
Kematian korban pun dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Langkat, AKP Rajendra Kusuma. "Ya benar, korban atasnama Adab Auli Rezki meningggal dunia di RSUP H Adam Malik pada Senin kemarin," ujar Rajendra, Rabu (16/10).
Korban Adab Auli Rezki sebelumnya mengalami luka bakar hingga 80 persen. Ia pun harus menjalani perawatan selama 9 hari di Rumah Sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui, pengurus pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur yang berada di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, dibakar oleh santrinya pada, Sabtu (5/10) lalu.
Dalam peristiwa tersebut, polisi yang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut mencium adanya kejanggalan yang bermula saat seorang saksi memberikan keterangan dihadapan penyidik.
"Berawal dari kejelian dan ketelitian dari polisi dalam hal ini penyidik yang melihat adanya kejanggalan dari keterangan yang disampaikan oleh saksi," ujar Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, Rabu (9/10).
David juga menjelaskan, awalnya saksi bercerita pada saat kejadian jika dirinya melihat ada seseorang lari keluar dari dalam masjid ke arah kebun.
Selanjutnya, saksi masuk ke masjid untuk melihat kamar pengurus pengajar Ponpes yang sudah terbakar.
"Saksi pun memanggil santri yang lain untuk meminta pertolongan, lalu didobrak, kemudian di tolong korban. Begitu awal mula ceritanya," ujar David.
Kemudian, penyidik melihat ada kejanggalan di situ. Ternyata hasil pendalaman yang dilakukan penyidik, saksi tersebutlah pelakunya.
"Jadi saksi ini memanipulasi dan merekayasa kejadian itu tidak pernah ada. Inisial saksi FAZ," ujar David.
Perwira menengah Polri ini juga menjelaskan, awalnya pelaku mengaku kerap difitnah, di bully, dan di adu domba dengan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur. Hal itulah yang menjadi motif santri tersebut nekat membakar pengurus pengajar.
"Motifnya sakit hati sama korban. Korban inikan pengajar di ponpes. Kemudian santri berinisial FAZ sakit hati karena suka di bully sama korban," urainya.
"Di bullynya secara fisik. Memang FAZ berkacamata tebal, secara fisik gak good looking lah. Jadi itu salahsatu bahan bully-an. Dan santri ini kalau lagi buat kesalahan, pelanggaran, ada tingkah lakunya gak pas, suka diekspose ke santri-santri lainnya oleh korban," sambungnya.
Tak hanya itu, David menguraikan jika FAZ Juga suka di adu domba korban dengan pimpinan ponpes dan santri-santri lainnya.
"Pada akhirnya pelaku ditegur sama pimpinan ponpes. Sering di fitnah dan dituduh. Jadi FAZ sakit hati dengan korban," demikian tutup Kapolres Langkat.