Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 04.54.04 WIB dengan kekuatan M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,14 Lintang Utara dan 97,23 Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 27 km arah Barat Laut Kab. Gayolues pada kedalaman 10 km (update).

Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Drs. Moch. Riyadi, M.Si., melalui pesan elektronik yang diterima UTAMANEWS, pagi ini.
"Berdasarkan analisis peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berpotensi dirasakan pada skala intensitas II SIG-BMKG atau III-V MMI di Gayolues, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Barat Daya," tutur Riyadi.
Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat bahwa gempa ini dirasakan pada skala intensitas II SIG-BMKG atau II-III MMI di Gayolues, Bener Meriah, dan Bireun.
Gempabumi Gayolues yang terjadi jika dilihat dari lokasi serta kedalamannya yang dangkal, merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) pada segmen Tripa.
"Berdasarkan karakteristik catatan gelombang seismik dan mekanisme sumbernya, tampak bahwa gempabumi ini murni disebabkan oleh aktivitas tektonik dan bukan akibat aktivitas vulkanik," ungkap Riyadi.
"Hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempabumi susulan. Kepada masyarakat Gayolues dan sekitarnya dihimbau agar tetap tenang karena gempabumi ini tidak berpotensi merusak," jelasnya.