Setelah sebelumnya dilakukan evakuasi tahap I dan tahap II pada 19 Maret 2022, Siaga Tim SAR Tanjung Balai Asahan kembali mendapat berita telephone dari seorang nelayan yang mengatakan bahwa ada lima orang penumpang kapal yang karam di atas kapal nelayan yang akan pulang pada hari Minggu (20/03/2022).
Mendapat informasi tersebut, Tim Siaga SAR menyampaikan hal tersebut kepada Kapten kapal KM Sanjaya Dulon Pasaribu agar melakukan penjemputan terhadap korban sesuai dengan tempat dan waktu yang ditentukan.
"Ada lima lagi korban kapal yang karam yang dijemput di sekitar lampu satu untuk langsung dibawa ke pelabuhan dan dilanjutkan ke Polres Asahan", jelas Dulon.
Dulon menambahkan, sebagian besar korban PMI legal berasal dari luar daerah Sumatera Utara diantaranya dari NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung, sementara tekong kapal berasal dari Kota Tanjung Balai.
Setelah selesainya evakuasi tahap III ini maka seluruh penumpang kapal yang karam sudah berhasil ditemukan.
Sebelumnya tanggal 19 Maret 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, Tim SAR mengevakuasi sejumlah 61 orang, terdiri dari 40 orang laki-laki, 19 orang Perempuan. Korban kapal karam tiba di Pos SAR TBA di Bagan Asahan dan dilakukan pengecekan, sementara 2 orang Meninggal Dunia langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai.
Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB di Dermaga Panton Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan, telah tiba Kapal Sanjaya milik BASARNAS mengevakuasi penumpang PMI ilegal korban kapal tenggelam pada posisi 03⁰ 21' 000'' U, 100⁰ 15' 800 T sebanyak 22 orang terdiri dari 20 laki-laki, 2 Perempuan.
Menurut keterangan Amin Tohari salah seorang PMI yang lebih dulu dievakuasi Tim SAR, bahwa kapal yang mereka tumpangi tenggelam disebabkan oleh mesin kapal yang rusak sehingga air yang masuk ke kapal tidak dapat dipompa keluar, ditambah lagi banyaknya muatan penumpang kapal yakni 90 orang, yang menyebabkan kapal tenggelam.
"Beruntung lokasi kejadian masih di sekitar lokasi tangkapan ikan nelayan sehingga sebagian besar penumpang dapat menyelematkan diri dibantu para nelayan," jelasnya.