Kamis, 21 Mei 2026

Teroris di MUI Bengkulu di-nonaktifkan dari jabatannya

Bengkulu (utamanews.com)
Oleh: Delta Minggu, 13 Feb 2022 11:13
Logo Majelis Ulama Indonesia
Istimewa

Logo Majelis Ulama Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu menonaktifkan RH dan CA, dari jabatan pengurusnya setelah ketahuan sebagai tersangka teroris dan ditangkap Densus 88 Antiteror.

Ketua MUI Kota Bengkulu Yul Khamra mengatakan bahwa CA sebelumnya menjabat Ketua Komisi Fatwa, sedangkan RH menjabat Wakil Ketua I yang membidangi Komisi Fatwa MUI Bengkulu.

"Penonaktifan tersebut dilakukan mengingat keduanya telah ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri beberapa waktu lalu," kata Khamra seperti dilansir Antara, Minggu (13/2/2022).

Khamra mengaku terkejut atas ditangkapnya kedua anggota MUI tersebut. Sebab, kata dia, keduanya merupakan anggota aktif di MUI sejak 2005.
Khamra menambahkan bahwa RH pernah menjabat Sekretaris Jenderal serta merupakan dosen bahasa Arab di salah satu universitas swasta di Provinsi Bengkulu.

"Kami tidak tahu latar belakang beliau, yang kami tahu beliau sebagai juru dakwah," ujarnya.

Khamra mengatakan pihaknya tidak menaruh kecurigaan terhadap keduanya. Sebab, tutur Khamra, dalam keseharian, mereka bergaul seperti biasa.

Sebelumnya, RH ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama dua rekannya, yaitu CA di Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu, dan M di Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.
produk kecantikan untuk pria wanita

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan ketiganya berasal dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) cabang Bengkulu. CA merupakan Ketua JI Bengkulu yang bertugas merekrut anggota.

"(Sebanyak) 3 TO (target operasi) ini terlibat tindak pidana terorisme, di mana CA terlibat sebagai Ketua JI Cabang Bengkulu yang tugasnya adalah merekrut, bersama M dan R," ujar Ramadhan kepada wartawan, Kamis (10/2).

Ramadhan mengatakan ketiga tersangka teroris ini aktif menggalang dana hingga menyembunyikan buron. Hal tersebut didukung oleh keterangan dan alat bukti yang didapat Densus 88.

iklan peninggi badan
"Dari keterangan dan alat bukti yang didapat, mereka aktif dalam perekrutan, penggalangan dana, dan memfasilitasi pelaku atau DPO untuk sembunyi atau melarikan diri," imbuh Ramadhan.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later