Telah terjadi banjir di beberapa Lokasi di Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut. Amatan media ini, jumlah lokasi yang terdampak banjir akibat naiknya permukaan air sungai di Kab. Labuhanbatu Utara, cukup banyak. Saat ini sejumlah daerah di Kab. Labuhanbatu Utara mulai terendam air dengan ketinggian bervariasi, akibatnya terjadi kemacetan lalu lintas di jalur lintas Sumatera dan diperoleh informasi ada seorang warga hanyut terseret air dan kini telah ditemukan.
Hari sebelumnya lokasi terdampak banjir berjumlah 3 titik namun saat ini jumlah lokasi yang terkena banjir tersebut bertambah 4 titik dengan total 7 titik lokasi.
Adapun lokasi yang terkena banjir ialah:
Dusun Ranto Selamat Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Hulu, Ketinggian air bervariasi 20 s/d 50 Cm, belum ada tanda-tanda surut.
Dusun Kampung Selamat Desa Sialang Taji Kecamatan Kualuh Hulu Ketinggian air bervariasi 20 s/d 50 Cm, belum ada tanda-tanda surut.
Dusun Paret Rambutan Desa Tanjung Pasir, ketinggian air bervariasi 20 s/d 50 cm belum ada tanda-tanda surut.
Desa Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Jumlah Rumah terendam banjir lebih kurang 75 rumah, ketinggian air bervariasi antara 30 s/d 70 cm. Hal ini sempat menyebabkan badan jalan lintas Sumatera tenggelam namun pada dini hari tadi, Kamis (13/12/2018) pukul 04.40 WIB, arus lalu lintas mulai normal.
Dusun Harapan Maju Desa Adian Torop Kecamatan Merbau, lebih kurang 50 Rumah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 s/d 50 Cm. Selain membawa material lumpur banjir juga membawa potongan potongan kayu yang diyakini dari hulu Sungai.
Di Simpang 4 Desa Perkebunan Padang Halaban Kecamatan Aek Kuo, Jumlah rumah terendam lebih kurang 30 Rumah dengan ketinggian air bervariasi antara 30 s/d 70 cm. Saat ini ketinggian air terus bertambah.
Desa Simpang 4 dan Desa Lobu Rampah Kecamatan Merbau, jumlah rumah terendam air lebih kurang 75 rumah , ketinggian air bervariasi antara 30 s/d 70 cm. pada Pukul 07.32 WIB, diperoleh informasi dari warga sekitar bahwa akibat banjir ada masyarakat hanyut terbawa arus.
Diketahui identitas korban bernama, Suryani Pasaribu, Umur 40 Tahun alamat Siamporik Kec. Kualuh Selatan. Kejadian itu pada 2 Desember 2018, pukul 18.30 Wib. Waktu itu, Ibu Suryani Pasaribu beserta anaknya hendak menyeberang Sungai Aek Tapian Dusun 6 Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Selatan, namun tiba-tiba air sungai tersebut meluap hingga menghanyutkan ibu Suryani.
Pada saat itu anak yang bersama korban langsung berteriak minta tolong kepada masyarakat yang berdekatan dengan lokasi sungai. Pada Pukul 08.45 WIB, hasil pencarian bersama yang dulakukan oleh BPBD Labura, yang dibantu masyarakat setempat.
Korban banjir tersebut telah ditemukan dengan jarak 2 Km dari lokasi kejadian dan saat ini korban tersebut telah dikembalikan ke pihak keluarga.
Kejadian banjir ini diduga disebabkan Tingginya intensitas curah hujan di wilayah kab. Labuhanbatu Utara, menyebabkan 2 sungai utama tidak mampu menampung jumlah debit air. Hal tersebut dikarenakan berkurangnya luas kawasan hutan di daerah bukit barisan akibat alih fungsi hutan dan daerah resapan air menjadi perkebunan kelapa sawit maupun karet.