Jelang Pemilu 2024, Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Binjai, melaksanakan Deklarasi Pemilu Damai. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (20/10).
Pantauan awak media, Deklarasi Pemilu Damai ini dibuka oleh Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen. Ia juga mengatakan, digelarnya kegiatan itu bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan bersama demi menciptakan Pemilu yang kondusif.
"Saat ini kita telah memasuki tahapan Pemilihan Umum Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024. Dalam menghadapi tahapan Pemilu ini, Polri menyelenggarakan operasi Kepolisian terpusat dengan sandi 'Mantap Brata Toba tahun 2023-2024' yang dilaksanakan dari Mabes Polri, Polda Sumut dan Satwil yang didukung oleh TNI, Instansi terkait dan Mitra Kamtibmas lainnya," ungkap Kapolres Binjai.
Dalam rangka pengamatan tahapan Pemilu tahun 2023-2024 ini, ujar Kapolres Binjai, akan dilaksanakan pengamanan selama 222 hari, terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2023 sampai dengan 20 Oktober 2024.
"Pengamanan itu mulai dari tahap pendaftaran dan penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden, masa kampanye, masa tenang, pemungutan suara dan penghitungan suara, serta hasil penetapan Pemilu serta pengucapan sumpah janji Anggota DPR, DPD, DPRD, hingga pengucapan sumpah janji Presiden dan Wakil Presiden," beber Rio Alexander.
Dalam kegiatan tersebut, Perwira Menengah Polri ini juga membeberkan tujuan dari Operasi Mantap Brata Toba. "Tujuannya yaitu untuk terciptanya keamanan, kelancaran dan ketertiban pada setiap tahapan Pemilu," urainya.
Sebagai Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander juga berharap usai kegiatan ini agar seluruh hadirin memegang komitmen agar Pemilu di Kota Binjai bisa berjalan aman dan damai, serta sukses dan lancar.
"Tolak segala bentuk berita hoax, ujaran kebencian politisasi SARA dan politik uang. Hal itu sesuai slogan Kota Binjai, Maju, Berbudaya dan Religius," pinta Rio Alexander.
Sementara itu, Walikota Binjai Drs. H. Amir Hamzah MAP, dalam sambutannya mengatakan, Pemilu tahun 2024 adalah tonggak bersejarah dalam perjalanan demokrasi Bangsa Indonesia.
"Dalam proses ini, masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab untuk memilih para pemimpin yang akan memenuhi amanah rakyat," tuturnya.
Dirinya juga berkeyakinan, dengan kesiapan yang baik dari pelaksana serta dukungan dari Pemerintah, TNI, Polri dan lainnya, maka setiap tahapan Pemilu dapat berjalan lancar dan partisipasi masyarakat akan semakin meningkat.
"Deklarasi pemilu damai ini bukan hanya sekedar harapan pemerintah saja, namun hal ini merupakan harapan semua masyarakat dan bangsa kita agar pemilu berjalan baik dan lancar sehingga nantinya dapat menghasilkan wakil maupun pimpinan negara ini yang betul-betul memenuhi harapan rakyat," ucap Walikota Binjai.
Dengan momentum deklarasi ini, Walikota Binjai juga mengajak seluruh Instansi, Partai Politik maupun Calon legislatif pada peserta Pemilu di Kota Binjai, untuk menyatukan tekad dan niat secara bersama-sama guna menguatkan kembali stabilitas keamanan pelaksanaan Pemilu 2024.
"Mari kita jaga kerukunan, saling mendengarkan dan saling mengedepankan nilai kompetitif dalam menjalani perjalanan menuju pemilu yang adil dan transparan. Bersama Forkopimda, Deklarasi Pemilu Damai 2024 ini berkomitmen menjaga kondisifitas pemilu yang aman, sejuk, langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil di Kota Binjai," demikian ungkap Walikota Binjai.
Usai pemaparan, kegaitan dilanjutkan dengan melaksanakan penandatangan deklarasi bersama seluruh Forkopimda, Partai Politik peserta Pemilu, KPU dan Bawaslu.