Informasi dihimpun, Warsini dan anak perempuannya datang ke rumah tahanan (Rutan) cabang Pancurbatu itu untuk menjenguk dan mengantarkan pakaian kepada suaminya, Mailolo, yang menjalani hukuman di Rutan tersebut karena tersandung kasus Narkoba sabu-sabu.
Seperti yang dilakukan oleh para pengunjung lainnya yang hendak berkunjung, Warsini melakukan registrasi di kantor admintrasi Rutan dengan meninggalkan tanda pengenal KTP kepada petugas yang berjaga. Saat Warsini dan anak perempuannya masuk ke pintu pertama Rutan dengan membawa barang bawaannya, petugas pun melakukan pemeriksaan. Namun, petugas yang berjaga mendapati satu unit HP disembunyikan Warsini di celana milik anaknya.
Mengetahui hal tersebut, petugas pun mengamankan barang tersebut dan memepersilahkan Warsini untuk keluar dari Rutan karena telah melanggar peraturan untuk bertamu. Tapi, tiba-tiba dengan cepat Kepala Lapas Pancurbatu Mathrihos Hutasoit menghampiri ruangan adminitrasi dan berteriak-teriak kepada para calon pengunjung, "Tolong supaya tidak ada yang membawa handphone ke dalam Rutan, siapa yang membawa handphone ke dalam akan saya taboki."
Mendengar hal tersebut keluar dari mulut orang nomor satu di lapas Pancurbatu, salah seorang pengunjung yang memakai kaos oblong mengatakan bahwa kepala Rutan itu tidak bisa begitu bicaranya "Apakah orang berpendidikan seperti itu bicaranya, kepada pengunjung aja begitu dia bicara main tabok-tabok aja, emangnya kami ini apa? Apalagi sama narapidana di dalam pasti dia akan lebih kasar," ucapnya sembari meninggalkan Rutan Pancurbatu.
Selanjutnya, sembari ketakutan, Warsini dan anak perempuannya tampak keluar dari ruangan adminitrasi Rutan sambil membawa anaknya yang menangis karena ketakutan. Wartawan pun menyambangi perempuan berambut pendek tersebut. Kepada wartawan, Warsini mengaku disuruh oleh suaminya untuk membawa HP tersebut ke dalam Rutan Pancurbatu.
"Suami saya bilang tidak apa-apa, bawa saja ke dalam. Saya mau kasih Hp ini sama dia karena dia minta saat dia telepon dari dalam Rutan. Suami saya kan pake HP juga di dalam. Barusan juga saya nelepon dia ke dalam Rutan. Kalau tau begini gak akan saya datang kesini untuk mengantarkan handphonenya, ujar Warsini.
"Tadi di dalam Rutan, narapidana yang melakukan pemeriksaan barang-barang saya," kesalnya.
Awak media ini belum berhasil menghubungi Kasubsi Pelayanan tahanan Rutan Cabang Pancurbatu J. Sitanggang, mengenai hal tersebut. Namun, Matrihos Hutasoti saat dikonfirmasi rekan wartawan pada Rabu, (31/5) membenarkan hal tersebut.
"Petugas menemukan pengunjung yang membawa handphone ke dalam Rutan, kan sudah ada larangan bahwa tidak boleh membawa handphone ke dalam Rutan. Kami selalu memeriksa setiap barang apa saja yang dibawa oleh pengunjung," jelasnya.