Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat kembali merilis situasi banjir yang masih merendam sejumlah wilayah hingga sampai saat ini.
Informasi yang diperoleh awak media dari laporan data terdampak kejadian bencana alam banjir Kabupaten Langkat per tanggal 9 Desember 2025, pukul 15.00 Wib, sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir besar yang merendam 16 Kecamatan dan terdiri dari 142 Desa serta 27 Kelurahan sejak Rabu (26/11) lalu.
Adapun jumlah masyarakat yang meninggal dunia bertambah sebanyak dua orang dari data yang diperoleh awak media sebelumnya.
Berikut identitas masyarakat yang meninggal dunia yang berhasil dihimpun :
*Kecamatan Babalan, 6 orang meninggal dunia*
1. Nama : Arfa Athallah Hamizan
Jenis Kelamin : Laki- laki
Keterangan : Korban meninggal akibat banjir.
2. Nama : Ayna Alfahira Yumna
Jenis Kelamin : Perempuan
Keterangan : Korban meninggal akibat banjir.
Jenis Kelamin : perempuan
Keterangan : Korban meninggal akibat banjir.
Keterangan : Korban meninggal akibat banjir.
Keterangan : Korban meninggal akibat banjir.
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Dusun 6 Teluk Meku
Keterangan : Korban meninggal akibat banjir.
*Kecamatan Tanjung Pura, 1 orang meninggal dunia*
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Dusun Wampu Desa Pantai Cermin
Keterangan : Korban meninggal akibat banjir.
*Kecamatan Besitang 6 orang meninggal dunia*
1. Nama : Nazla Rahmadani
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Dusun Pantai Buaya Desa Bukit Mas
Keterangan : Korban meninggal dunia pada Rabu, (26/11) sekitar pukul 12:00 Wib,
hanyut terlepas dari orangtuanya saat menyelamatkan diri dari Rumah.
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Lingkungan VII Batang Selamat Kelurahan Bukit Kubu
Keterangan: korban terseret arus
Jenis Kelamin : perempuan
Alamat : Dusun VI Sidodadi Desa Sekoci, Kecamatan Besitang
Keterangan: Terlepas dari genggaman ibunya saat akan menyelamatkan ke arah yang
lebih tinggi di Dusun 6 Sidodadi.
Alamat : lingkungan lV Kelurahan Kampung Lama Kec. Besitang
Keterangan : Meninggal dunia akibat kelelahan waktu banjir, shock dan penyakit paru.
Alamat : lingkungan V simpang 3 Kelurahan Kampong Lama, Kecamatan Besitang
Keterangan : Meninggal dunia akibat kelelahan waktu banjir, shock dan penyakit paru.
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Lingkungan Bukit Mas Pasar Kelurahan Bukit Kubu
Keterangan : Meninggal pada Kamis, (4/12) karena sakit dan keletihan
membersihkan rumah. Meninggal Dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Besitang.
Sementara itu, Kepala BPBD Langkat, Muhammad Ansyari, melalui keterangan tertulisnya menyatakan, Kecamatan Tanjung Pura dan Hinai saat ini masih terdapat beberapa titik rumah masyarakat masih terendam banjir.
"Kondisi di Tanjung Pura dan Hinai masih terdapat tinggi debit airnya mencapai 50-100 sentimeter," kata Ansyari, Rabu (10/12).
Sedangkan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Langkat sampai saat ini diantaranya memberikan bantuan berupa sembako, bahan pangan dan sandang.
"Kemudian pemerintah mendistribusikan air bersih, menyalurkan bantuan logistik melalui air dan darat. Serta pemeriksaan disetiap posko pengungsian," ungkapnya.
Tak hanya itu, gotong royong juga dilakukan masyarakat dan pemerintah, yaitu menutup tanggul Sungai Besilam yang jebol sepanjang 15 meter di Dusun X Mekar Sari, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu.
"Untuk status tanggap darurat bencana diperpanjang mulai 3-16 Desember 2025," kata Ansyari.