Ketua DPP Garnizun: Penolakan Razia Diduga Berhubungan Dengan Peredaran Narkoba di Lapas Pematangsiantar
Pematangsiantar (utamanews.com)
Oleh: Bungaran Saragih
Minggu, 26 Jan 2020 12:16
Terjadinya kerusuhan akibat dilakukannya razia dadakan di Lapas Pematangsiantar oleh personil Mapolres Simalungun, hingga akhirnya terjadi penolakan oleh pegawai Lapas dan para warga binaan lapas (WBL) menimbulkan tanda tanya bagi seluruh kalangan. Hal ini diungkapkan oleh H Ardiansyah Saragih, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (Garnizun), Sabtu (25/01/2020).
Menurutnya, penolakan sidak dan razia oleh personil Mapolres Simalungun hingga tibanya AKBP Heribertus Oppusunggu, Kapolres Simalungun ke lokasi razia dan batal melakukan razia, membuktikan bahwa kekuatan bandar narkoba di lingkungan Lapas Pematangsiantar memiliki hubungan dengan para pegawai untuk peredaran narkoba di Lapas.
"Informasi yang kita terima, bahwa para personil Polri telab berhasil masuk ke dalam Lapas. Namun, sesampai di lapangan mereka dihalangi pegawai dan mendapatkan sorakan dari para warga binaan. Dikarenakan itu, razia tersebut berhasil dipukul mundur dan gagal dilakukan. Ini membuktikan adanya permainan Narkoba di Lapas," ucapnya.
Sementara itu diketahui, keributan dan penghalang halangan razia dikarenakan terjadinya keterkejutan para pegawai akan adanya razia.
Di sisi lain, AKBP Heribertus Opusunggu, menyampaikan bahwa paska terjadinya penolakan masih kondusif dan pihaknya tetap melakukan kordinasi dengan Kalapas Pematangsiantar.