Kamis, 21 Mei 2026

Keluarga Almarhum Muhammad Ichan Desak Polres Binjai Tindak Lanjuti Pengaduan

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Kamis, 09 Jun 2022 21:49
Keluarga korban
Istimewa

Keluarga korban

Keluarga Muhammad Ichan Aminty, siswa Kelas V SD Negeri 023971 Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, yang meninggal dunia pada Selasa (24/5) lalu karena diduga memgalami kekerasan dari teman temannya di Sekolah, meminta Polres Binjai, agar segera menindaklanjuti laporan mereka serta menghukum orang orang yang ikut terlibat menganiaya korban jika terbukti bersalah. 

Hal itu dikatakan Meini Mustika, yang merupakan Tante korban (adik kandung ibu korban) saat menemani orangtua korban membuat laporan ke Mapolres Binjai, Kamis (9/6) sore. 

"Sebagai bunda (tante-red) korban, saya berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan kami dan diusut hingga tuntas," ucapnya saat dikonfirmasi awak media di Mapolres Binjai. 

Wanita berhijab ini juga mengakui jika postingan di media sosial Facebook @Sabty Machan, adalah akun miliknya. "Saya tidak takut memposting itu di medsos karena kami merasa benar dan bahkan saya melihat langsung adanya kejanggalan di tubuh korban," ungkap Meini Mustika.
Tidak hanya itu, sebagai keluarga korban, Meini Mustika juga berharap agar kasus kematian keponakannya tersebut bisa segera terungkap. 

"Kalau memang keponakan saya meninggal karena dianiaya kawan kawannya, kami tentunya berharap ada keadilan buat keluarga kami, sebab nyawa tidak akan tergantikan dengan apapun," tutur Meini Mustika sembari terus menangis. 

Diakui Meini Mustika, walau sebelumnya sempat curiga dengan kematian korban, namun kecurigaan keluarga korban semakin bertambah kuat pada saat teman sekolah korban menceritakan kejadian yang menimpa Muhammad Ichan Aminty, beberapa hari sebelum meninggal dunia. 

"Sekitar 10 hari sesudah korban dimakamkan, teman sekolah korban yang juga masih bertetangga, mengadu ke kakak saya (ibu korban) kalau korban sering di-bully di sekolah. Ia mencetitakan bahwa pada hari Sabtu (21/5) atau 3 hari sebelum meninggal dunia, korban dikeroyok sama kawan kawan sekolahnya," ungkap Meini Mustika. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Merasa ada yang janggal atas meninggalnya korban usai diceritakan oleh temannya, lanjut Meini Mustika, keesokan harinya ibu korban langsung mendatangi pihak Sekolah, guna mempertanyakan kebenaran cerita dari teman korban tersebut. "Namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan," tuturnya. 

Sebagai Tante yang juga keluarga korban, Meini Mustika juga menceritakan Ikhwal kejadian yang ia lihat hingga korban akhirnya meninggal dunia. 

"Awalnya saya merasa meninggalnya korban tidak wajar. Pada saat jasad korban dibaringkan dan saya angkat, telinga korban terlihat membiru dan bibirnya sangat pucat," kata Meini saat menceritakan kecurigaan dirinya kepada awak media. 

iklan peninggi badan
Kecurigaan tersebut pun segera disampaikan kepada kakaknya, Santi Citra Dewi, yang juga merupakan ibu kandung korban. "Saya bilang ke kakak saya, ini kok janggal (meninggalnya) ya, kenapa kok biru biru. Apa jangan jangan keracunan obat. Apa kakak kasih obat yang sudah kadaluarsa. Emang kakak beli obatnya dimana. Lalu kata kakak saya menjawab kalau korban katanya mengalami sakit biasa dan hanya diberi obat yang dibeli diwarung," ucap Meini saat menceritakannya kepada ibu korban, seraya mengakui bahwa korban tidak sempat dilarikan ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. 

Usai jasad korban dimandikan, sambung Meini Mustika, barulah ibu kandung korban juga merasa curiga atas kematian anaknya, Muhammad Ichan Aminty. 

"Setelah jasad korban dimandikan, kakak saya langsung ngomong ke saya kalau badan korban kenapa merah merah. Apa mungkin karena masuk angin atau kena angin duduk. Begitupun kami masih berusaha untuk berpikir positif dan fokus untuk pemakaman korban," beber Meini. 

Disinggung kenapa ia baru memposting kejadian tersebut pada hari ini, sedangkan kematian korban sudah terjadi sekitar 2 pekan yang lalu, Meini Mustika mengaku, pada saat kejadian yang menimpa keponakannya tersebut, ia sedang tidak berada dirumah. 
 
"Benar saya yang memposting di media sosial itulah saya. Kejadian itu memang sudah terjadi sekitar 2 Minggu dan pada saat kejadian saya tidak dirumah. Namun kakak saya sempat menghubungi saya dan mengeluhkan kalau anaknya sedang sakit," kata Meini Mustika. 

Menurut pengakuan kakak kandung saya, kata Meini Mustika, pada hari Sabtu habis pulang Sekolah, korban jatuh sakit. "Keesokan harinya, tepatnya hari Minggu, menurut kakak saya, korban juga masih bisa berlari untuk mengambilkan Pampers buat adiknya. Karena memang selama ini korban tidak pernah mengeluh atau mengadu apapun kepada orangtuanya," pungkasnya. 

Puncaknya, sebut Meini Mustika, pada Senin (23/5) fisik korban drop. Badannya lemas dan mengalami diare. 

"Bahkan menurut kakak saya, disuruh ke kamar mandi pun korban sudah tak sanggup dan terpaksa harus dipakaikan Pampres karena sudah tidak bisa bergerak lagi. Akhirnya pada Selasa siang, korban meninggal dunia," demikian ucap Meini Mustika, sembari mengatakan bahwa korban merupakan anak pertama dari 2 bersaudara dari pasangan Santi Citra Dewi dan Adi.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later