Jelang Lebaran, aktifitas truk kencing di Medan Utara masih dicueki Pertamina
BELAWAN (utamanews.com)
Oleh: Elm
Selasa, 06 Jun 2017 18:26
Dok
Truk tangki Pertamina tampak melakukan aktifitas ilegal di satu titik di KIM I Medan Deli, Selasa (6/6).
Menjelang Lebaran, para sopir tangki yang membawa bahan bakar minyak (BBM) dari Depo Pertamina Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, tidak segan-segan "kencing" (menjual BBM diduga hasil curian), di jalan Pulau Kalimantan, KIM I Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli.
Pantauan wartawan UTAMANEWS, Selasa (6/6/2017), pada siang bolong, pukul 12.00 WIB, terlihat mobil tangki BK-8415-CL dengan nomor dinding belakang 122, seakan-akan tidak takut diamankan Pertamina dan pihak Kepolisian saat menjual BBM di lahan gerbang lahan kosong Jalan Pulau Kalimantan KIM I.
Hal ini diduga terjadi karena lemahnya pengawasan dari Pertamina sehingga para sopir dengan leluasa menjual hasil curiannya kepada para mafia BBM yang banyak terlihat di jalan-jalan sekitar Medan bagian utara.
Menurut seorang warga, M. Sibarani, 35 tahun, warga Martubung, yang setiap harinya melintas di jalan Pulau Kalimantan mengatakan, pemandangan seperti ini sudah biasa terlihat dan setiap hari terjadi.
"Para sopir-sopir ini sudah biasa menjual hasil curian BBM-nya ke mafia minyak ini. Biasanya para sopir mengantri kencing (menjual BBM hasil curiannya) seakan BBM yang mereka bawa adalah milik mereka sendiri", ucap M. Sibarani.
Kuat dugaan, bebasnya para sopir tangki menjual BBM karena ada permainan antara sopir dengan orang Pertamina yang mengisi BBM ke tangki sewaktu mengisinya di Depo Pertamina Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.
"Kalau tidak, mana berani mereka para supir menjualnya, dan juga para mafia minyak penampungnya ini juga sudah pasti ada setorannya kepada pihak berwajib kalau tidak mana berani mereka bang," ucap M. Sibarani dengan kesal.
Sayangnya, ketika wartawan akan konfirmasi langsung ke kantor Pertamina Medan Labuhan tidak berhasil dan dihalangi oleh security. "Maaf bang, wartawan tidak boleh masuk," cetus security.