"Iya, kita gerebek tadi pas mau check-in di hotel itu," kata salah seorang anak yang menggerebek ayahnya sendiri.

Cerita penggerebekan berawal saat ketiga bersaudara itu membuntuti seorang wanita yang telah lama mereka curigai sebagai selingkuhan ayahnya.
"R namanya, sudah lama memang saya curiga kalau dia selingkuh dengan bapakku," ujar remaja yang enggan disebutkan namanya itu.
Aksi penggerebekan itu sempat membuat gaduh seluruh penghuni hotel. Pasalnya, R kabur dan bersembunyi di sebuah ruangan kecil di bagian pojok belakang hotel. Aparat kepolisian yang datang ke tempat kejadian perkara langsung mengamankan wanita itu untuk menghindari amukan ketiga remaja yang naik pitam melihat ayahnya berselingkuh.
"Saya tidak usah sebutkan siapa nama, yang jelas perempuan itu kurang ajar. Dia itu pemakai narkoba, murahan, karena ambil suaminya orang," ujar remaja itu dengan nada tinggi.
R beserta ayah dari ketiga remaja itu diamankan di Polres Pelabuhan Makassar untuk menjalani pemeriksaan.
Padahal beberapa jam sebelumnya, sepuluh pasangan bukan suami istri diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar saat merazia tujuh tempat kos di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Selasa malam, 30 Mei 2017.
"Mereka semua diamankan karena berduaan dalam kamar padahal bukan suami istri, pintu kamar terkunci pula. Ini kan bulan suci Ramadan, jangan dikotori lah," kata Edwar Supriawan, Kabid Penegakan Perda Kota Makassar.
Sepuluh pasangan muda-mudi itu akhirnya digelandang ke Balai Kota dan diberikan wejangan serta nasehat. "Rencana kita akan kabari orangtua mereka masing-masing," ujar Edwar.