Setelah dikabarkan hanyut selama dua hari di Sungai Bingai, akhirnya seorang pengepul batu yang diketahui bernama Syafri Handoko (30) akhirnya ditemukan pada Selasa (2/5) sore.
Sebelumnya, Syafri yang diketahui merupakan warga Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, dikabarkan hanyut pada Minggu (30/4) lalu.
"Korban tenggelam di Sungai Bingai. Sebelumnya ia hendak mencoba menyeberangi sungai, namun terseret arus sungai," ujar Kepala BPBD Langkat, Irwan Sahri, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (3/5).
Irwan juga mengatakan, korban berhasil ditemukan sekira pukul 15.40 Wib dalam keadaan sudah meninggal dunia.
"Pencarian ini melibatkan tim gabungan Basarnas, BPBD Sumut, BPBD Kota Binjai, BPBD Langkat, personel Polsek Sei Bingai dan masyarakat serta keluarga korban," ujar Irwan.
Menurut informasi yang diterima awak media, kejadian tersebut berawal saat korban melakukan pengepulan batu di aliran Sungai Bingai bersama ke-empat temannya, yakni Mion Bangun (25), Juanda Bangun (25), Frendika Sembiring (17) dan Pahta Sembiring (20). Setelah mengepul, mereka pun akhirnya berjalan pulang.
"Karena kondisi air saat itu sedang surut, makanya mereka menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah. Namun ketika hampir sampai di seberang, korban terpeleset sehingga terbawa arus sungai," kata Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah.
Sedangkan ke-empat teman korban, lanjut Iptu Riswansyah, sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun karena arus sungai lebih deras, akhirnya korban pun hanyut dan terseret arus air.
"Karena arus air sungai deras dan kondisinya keruh, korban tidak berhasil diselamatkan," demikian ucap Riswansyah.