Selasa, 17 Mar 2026

Galian Perumda Mual Nauli Sebabkan Empat Pengendara Terhempas dalam Semalam dan Minim K3

Tapanuli Tengah (Utamanews)
Oleh: Bambang E. F. Lubis Selasa, 03 Mar 2026 12:12
Rahmad Julfikar pengendara Scoopy menjadi korban kecelakaan akibat tumpukan material galian Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjungan Lubis, Pandan. Dan kondisi tumpukan material pada Selasa pukul 11:48 WIB.
 Istimewa

Rahmad Julfikar pengendara Scoopy menjadi korban kecelakaan akibat tumpukan material galian Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjungan Lubis, Pandan. Dan kondisi tumpukan material pada Selasa pukul 11:48 WIB.

Pengerjaan galian pipa milik Perumda Mual Nauli di Jalan Raja Junjungan Lubis, Kelurahan Sibulan Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), berubah menjadi jebakan maut bagi pengguna jalan.

Akibat pengabaian standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebanyak empat pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan serius dalam kurun waktu hanya beberapa jam, Selasa (3/3/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang semrawut dan dibiarkan tanpa pengamanan yang memadai. Selain minimnya rambu peringatan, kondisi tersebut diperparah dengan padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU), sehingga tumpukan material galian seolah tersembunyi dari pandangan pengendara.

Rahmad Julfikar, salah satu korban, menyampaikan detik-detik mengerikan saat sepeda motornya menghantam gundukan tanah yang tidak terlihat, berada sekitar 100 meter dari Simpang DPR Pandan atau simpang Jalan Raja Junjungan Lubis.
"Sama sekali tidak nampak. Begitu menghantam gundukan, saya sampai terbang sekitar satu meter sebelum terhempas ke aspal," ungkap Rahmad yang menderita luka serius di bagian tangan dan kaki.

Keluhan serupa datang dari warga setempat, Anton. Ia menyebutkan bahwa sejak pukul 20.00 WIB, kecelakaan sudah terjadi yang mengakibatkan seorang pengendara wanita bahkan harus dilarikan ke fasilitas medis akibat luka parah, sebelum insiden yang menimpa Rahmad terjadi.

"Lampu jalan mati, rambu-rambu nyaris tidak ada atau hanya asal-asalan. Seharusnya Perumda Mual Nauli memasang papan pemberitahuan jauh sebelum titik galian, bukan membiarkan pengendara masuk ke dalam jebakan ini," tegas Anton dengan nada geram.

Ia menambahkan, perusahaan daerah tersebut dinilai hanya mengejar target pengerjaan tanpa mengindahkan aspek keamanan masyarakat.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Jangan hanya tahu mengambil keuntungan dari proyek ini, tetapi mengabaikan keselamatan warga. Jika sudah ada korban begini, siapa yang mau bertanggung jawab?" cetusnya.

Sesuai aturan perundang-undangan, pihak Perumda Mual Nauli dapat dituntut secara hukum jika terbukti lalai dalam penerapan K3 hingga menyebabkan kerugian fisik maupun materiel bagi masyarakat.

Hingga berita ini dipublikasikan, kondisi di lokasi masih membahayakan dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️