Mengaku dilanda nafsu akibat menonton video porno, seorang pria berinisial A yang ngekos di Jalan Serdang Gang Pinang, tega menggagahi seorang anak yang masih di bawah umur.
Sebut saja namanya Melati, usianya yang masih beranjak 4 tahun. Ia seharusnya bersenang-senang untuk menikmati masa kecilnya. Namun takdir berkata lain, masa depannya kini telah hancur direnggut Predator anak, dengan bermodalkan permen dan video kartun youtube di HP milik pelaku.
Informasi yang berhasil dihimpun dari Abang Kandung ibu korban, (Uwak korban), berinisial S (36) warga Jalan Sederhana Kecamatan Medan Tembung, menyatakan, bahwa pelaku telah diserahkan pada pihak berwajib.
"Pelaku berinisial A, warga Kisaran yang ngekos di tempat ibu korban bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Menurut pengakuan korban kepada kami, kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat, (23/8/2019) yang lalu, namun korban menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya pada tanggal (25/8/2019) pagi", kata S, di depan Satreskrim Polrestabes Medan, Senin (26/8/2019).
Awalnya kejadian ini terbongkar, Melati diduga tiba-tiba menjerit kesakitan saat hendak buang air kecil. Ibu korban langsung bertanya kepada korban. "Ada apa nak? tanya ibunya.
"Sakit mak, jahat abang itu mak, dimasukkan anunya ke anu adek mak (alat vital), jawab korban dengan polos", ujar S menirukan bahasa korban.
Mendengar pengakuan anaknya, kedua orang tua korban berinisial M (37) ayah, dan ibunya berinisial N (29) warga Kecamatan Medan Amplas ini langsung berang bercampur emosi. "Setelah pelaku diinterogasi dan didesak oleh orang tua korban, akhirnya mengakui perbuatannya. Bersama dengan kepala lingkungan pelaku dibawa ke Polrestabes Medan," kata S.
Sebelumnya pelaku pernah mengatakan kepada korban agar tidak memberitahukan kejadian ini dengan siapa pun. "Nanti jangan dikasih tau ya sama siapa-siapa," ujar S menirukan ucapan korban lagi.
Sementara itu, penyidik PPA Polrestabes Medan yang menanggani kasus tersebut mengakui masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. "Benar bang pelakunya sudah diserahkan pihak korban, dan masih kami periksa", ujar penyidik tersebut.