Bentrok antar dua kelompok remaja terjadi di Langkat, tepatnya di Dusun Sei Karang, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Senin (26/2) dinihari.
Akibat bentrokan tersebut, empat orang remaja dikabarkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan kayu.
Menurut informasi yang berhasil dirangkum awak media, perisitiwa tersebut berawal pada Senin (26/2) dinihari, sekira pukul 01.30 Wib. Saat itu, sekelompok remaja yang berjumlah sekitar 9 orang dengan menaiki 7 unit Sepeda Motor, melintas di Jalinsum Dusun Sei Karang, Desa Kwala Begumit, tepatnya kearah Simpang Pintu Tol Stabat.
Setibanya di lokasi bentrokan, mereka diteriaki oleh sekelompok remaja yang berjumlah belasan orang dan saat itu sedang nongkrong di pinggir jalan sembari mengejek.
Diduga karena tersulut emosi, kedua kelompok remaja ini pun terlibat tawuran dan saling serang dengan melempar batu dan menggunakan senjata tajam. Aksi tersebut terjadi sekitar 20 menit.
Bentrok antar kedua kelompok remaja tersebut akhirnya berhasil dibubarkan usai masyarakat sekitar yang merasa terganggu mendatangi TKP dan meneriaki mereka dengan ucapan "Perampok".
Akibatnya, 4 remaja yang terkena sabetan senjata tajam dan kayu tersebut segera dilarikan oleh teman temannya ke klinik Dendang Tirta, yang berjarak sekitar 1 Kilometer dari TKP kejadian.
Kepala dusun Sei Karang, Rilo Pambudi, yang mendapatkan laporan dari warga langsung turun ke lokasi kejadian. Namun setibanya di TKP, dirinya tidak lagi menemukan remaja yang terlibat bentrokan tersebut.
“Sekitar jam 03.00 pagi saya bersama dengan Babinsa, Serka Irsan, datang ke lokasi dan ternyata sudah sepi. Bahkan saat kami datang ke klinik, remaja yang terlibat tawuran itu juga sudah tidak ada lagi. Sudah pulang kata petugas kliniknya” ujar Rilo.
Terpisah, Kapolsek Stabat AKP Ferry Ariandi menegaskan, di lokasi sekitar pintu Tol Sei Karang, kerap menjadi lokasi nongkrong para remaja, terutama pada malam akhir pekan.
“Kita dari Polsek Stabat juga selalu melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diiingikan seperti malam hari tadi," tegas Kapolsek Stabat.
Dari data yang diterima awak media, adapun ke-empat remaja yang terluka diantaranya, Apri (17) warga Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang (kondisi mengalami luka tangan kanan 4 jahitan). Rivandi (16) warga Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang (kondisi mengalami luka di kaki kanan 12 jahitan). Rahmat (16) warga Lingkungan IV Sei Mati, Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat (kondisi mengalami luka kaki kanan 8 jahitan). Terakhir adalah Anjas (17) warga Lingkungan IX Pasar VI Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat (kondisi Mengalami luka bahu kanan 13 jahitan).
Seluruh remaja yang mengalami luka tersebut langsung pergi usai mendapat perawatan medis di klinik tersebut.