Belasan rumah rusak saat Polres musnahkan barang bukti
Kebumen (utamanews.com)
Oleh: Dian
Rabu, 21 Jun 2017 11:01
Humas Polres Kebumen
Lokasi pemusnahan barang bukti petasan di lokasi tambang batu cadas di Kebumen.
Sejumlah kaca jendela rumah di sekitar Dukuh Semelang Desa Gemeksekti, Kebumen, pecah berantakan akibat terkena imbas ledakan barang bukti petasan yang dimusnahkan oleh Polres Kebumen pada hari Senin (19/6/2017).
Barang bukti berupa beberapa kilogram obat petasan hasil sitaan selama Operasi Kepolisian yang Ditingkatkan itu sengaja dimusnahkan dengan cara dibakar di suatu lokasi berupa tambang batu cadas yang terletak di Desa Sumelang, karena dianggap aman.
Namun petugas yang melaksanakan pemusnahan tidak menduga akan timbul ledakan dan getaran yang besar.
"Bahwa bahan peledak meskipun berkategori low eksplosive seperti petasan dan obat bahan bakunya tidak bisa dimusnahkan hanya dengan menyiramnya dengan air atau menimbun di dalam tanah. Selain masih bisa meledak, bila dibuang sembarangan akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang parah. Sebenarnya anggota yang melakukan demolisi sudah mengurai serbuk petasan dengan cara menyebarkan obat mercon di permukaan tanah dengan tujuan mengurangi konsentrasi bahan peledak sehingga hanya akan menimbulkan bunga api dan tidak meledak, namun ternyata masih terlalu tebal sebarannya, yang berakibat menimbulkan ledakan yang spontan," kata Kasubbag Humas AKP Willy Budiyanto.
Atas peristiwa tersebut, Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti S.Sos menyampaikan permintaan maaf kepada warga di sekitar lokasi pemusnahan petasan dan berjanji akan mengganti semua kerugian yang dialami warga.
"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya tercatat belasan rumah di sekitar lokasi yang mengalami rusak ringan," ucapnya.
Seperti diketahui, pada Operasi Kepolisian yang Ditingkatkan menjelang dan awal bulan Ramadan tahun ini, jajaran Polres Kebumen berhasil menyita ribuan petasan dan ratusan kilogram obat bahan petasan.
Secara simbolis pemusnahan barang bukti petasan tersebut telah dilaksanakan setelah Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Candi 2017, Senin (19/6/2017) pagi, sedangkan sisanya dimusnahkan pada siang harinya.