Sebanyak 40an remaja pria berpakaian seragam sekolah dari SMK swasta Alwasliyah Perbaungan dan SMK swasta Setia Budi Perbaungan serta 3 orang laki-laki dewasa warga Deli Serdang diamankan oleh personel gabungan TNI/Polri di depan Mapolsek Tanjung Morawa di jalan Medan- Tanjung Morawa, Jum'at (27/09/2019) sekira pukul 12.00 wib.
Tindakan ini bermula dari kecurigaan personel gabungan TNI-Polri saat melihat satu unit kendaraan bak terbuka jenis colt diesel warna putih BK 9613 XC melintas dengan muatan manusia berpakaian seragam Sekolah Menengah Atas (SMA), personel gabungan lalu memberhentikan kendaraan tersebut.
Kecurigaan personel gabungan ternyata benar, setelah dilakukan pemeriksaan, para pelajar tersebut akan melakukan aksi ke DPRD Sumut.
Lebih jauh, setelah diperiksa lebih teliti, ternyata personel gabungan menemukan satu buah senjata tajam jenis kapak, tiga lembar kain spanduk serta lima lembar spanduk dari kardus dengan berbagai tulisan.
Kadis Pendidikan kabupaten Sergai Drs Joni Walker Manik, MM melalui pesan WA, merespon hal ini mengatakan, "Iya.... Kami sudah kordinasikan dengan Kepala cabangnya dan akan kita tindak lanjuti".
Terpisah, salah satu tokoh pemuda Syaidi Idin, 46 tahun, menyatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut. "Para pelajar itukan sudah keluar dari jalurnya. Hak menyampaikan pendapat itu ada Undang-undangnya, dan tidak semata-mata anak SMA juga harus ikut-ikutan dalam hal itu. Selayaknya adik-adik itu belajar. Kalau demo ingin menyampaikan pendapat tentang RUU KPK dan RKUHP atau yang lainnya itu jelas sudah ditunda oleh Presiden Jokowi dan DPR RI", ucapnya.
"Tapi kalau membuat kekacauan dan berusaha untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih itu jelas salah dan harus ditindak tegas oleh TNI/Polri sesuai SOP-nya", pungkasnya.