Ketua DPC F.SPTI - K.SPSI Deli Serdang, Samuel Manurung, dalam orasinya meminta keadilan kepada aparat penegak hukum bersikap adil dan membebaskan anggotanya yang ditahan.
"Kami sebagai buruh bongkar muat merasa dikriminalisasi. Kami datang kesini untuk meminta keadilan," ungkap Samuel didampingi para pengurus DPC F.SPTI - K.SPSI Kabupaten Deli Serdang serta ratusan anggotanya saat menggelar orasi didepan Mapolres Binjai.
Banyaknya massa buruh yang datang, akhirnya pihak Polres Binjai mempersilahkan 7 orang perwakilan mereka untuk berdiskusi serta bermusyawarah, serta diterima langsung oleh Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting.
Diakui Kapolres Binjai usai melakukan pertemuan dengan perwakilan DPC F.SPTI - K.SPSI Deli Serdang, bahwa mereka memahami dan mengerti serta menghormati proses hukum yang ada.
"Kalaupun ada keluhan atau kecurigaan, sudah difasilitasi negara. Bersyukur mereka berjanji kepada kita untuk melakukan evaluasi kembali dan nanti akan lihat upaya upaya hukum," tegas Kapolres Binjai.
Perwira Menengah Polisi ini juga menegaskan, dalam pertemuan tersebut, ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh pengurus DPC F.SPTI - K.SPSI Deli Serdang.
"Diantaranya sesama mereka yang ada di organisasi buruh menyampaikan bahwa mereka yang resmi. Namun hal itu bukan ranah kita dan itu kita kembalikan bagaimana nantinya," ucap Kapolres Binjai.
Pun begitu, lanjut mantan Kapolres Dairi ini, pihaknya tetap berterima kasih kepada DPC F.SPTI - K.SPSI Deli Serdang, karena melakukan aksi dengan damai.
Sedangkan terkait adanya rekan mereka yang ditahan petugas Kepolisian, Kapolres Binjai menegaskan bahwa itu merupakan proses hukum dan sekarang sedang berjalan.
"Seperti tadi saya sampaikan, prosesnya sudah sampai Kejaksaan, jadi biarkan hukum yang berjalan. Begitu pun bagi mereka yang mungkin merasa keberatan dengan penanganan itu, ada jalur jalur atau upaya hukum lainnya," kata AKBP Ferio Sano Ginting.
Saat disinggung apakah para pengurus DPC F.SPTI - K.SPSI Deli Serdang akan kembali menggelar aksi dikarenakan ratusan buruh tersebut selanjutnya akan bergerak ke Mapoldasu, Kapolres Binjai menjelaskan bahwa mereka kesana terkait status organisasinya.
"Ke Polda bukan masalah ini, karena masalah ini sudah terjawab dengan saya. Mereka ke Polda terkait kepengurusan organisasi mereka sekaligus untuk memberitahu pihak Polda juga," demikian kata Kapolres Binjai.
Diketahui, sebelum melakukan aksi di Mapolres Binjai, ratusan buruh yang tergabung dalam organisasi F.SPTI - K.SPSI yang terdiri dari Pimpinan Unit Kerja (PUK) dari beberapa daerah, terlebih dahulu berkumpul di lapangan merdeka Binjai.
Mereka menuntut agar rekan mereka yang ditahan Polisi, dapat segera dibebaskan.
Usai berkumpul di lapangan merdeka Binjai, ratusan buruh ini selanjutnya menggelar long march dengan berjalan kaki dari lapangan merdeka Binjai menuju Mapolres Binjai dengan kawalan aparat kepolisian.
Berbagai spanduk yang berisi berbagai tuntutan, juga ditulis mereka didalam spanduk.
"Pak Kapolda, tolong lindungi kami buruh bongkar muat sudah banyak yang dianiaya. Tangkap oknum yang menggunakan dokumen palsu ketenagakerjaan Deli Serdang. Copot Kapolsek Binjai, kriminalisasi buruh bongkar muat," berikut beberapa isi tulisan yang ada dibeberapa spanduk.
Ratusan buruh itu tersebut diantaranya berasal dari Pimpinan Unit Kerja F.SPTI - K.SPSI yang berasal dari beberapa daerah di Deli Serdang, diantaranya PUK Desa Marindal l, PUK Tandem Hulu ll, PUK Paya Bakung, PUK Batang Kuis, PUK Komplek MMTC Medan Estate.
"SPTI maju terus pantang mundur," ucap mereka bersama sama, sembari long march menuju Mapolres Binjai.