Rabu, 22 Apr 2026

Refleksi Memaknai Hari Buruh

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E.F. Lubis Rabu, 30 Apr 2025 20:45
Tri Budi Arsa, Tokoh Pemuda dan Aktivis di Kabupaten Tapanuli Tengah.
 Istimewa

Tri Budi Arsa, Tokoh Pemuda dan Aktivis di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, merupakan momen penting untuk merefleksikan perjuangan para pekerja dalam mendapatkan hak dan perlindungan yang layak. Hal ini disampaikan Tri Budi Arsa, Tokoh Pemuda dan Aktivis di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (30/4/2025).

Menurut Tri Budi Arsa, sejarah panjang Hari Buruh tak lepas dari perjuangan buruh di seluruh dunia yang menuntut jam kerja manusiawi dan kondisi kerja yang adil.

Di Indonesia sendiri, Hari Buruh menjadi pengingat bahwa kontribusi pekerja adalah fondasi utama dalam pembangunan nasional.

"Refleksi terhadap Hari Buruh juga berarti mengingat bahwa kesejahteraan buruh belum sepenuhnya merata. Masih banyak pekerja, baik formal maupun informal, yang menghadapi masalah upah rendah, jam kerja berlebih, hingga minimnya jaminan sosial. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk terus memperbaiki sistem ketenagakerjaan," sebutnya di Pandan.
Lanjut Tokoh Pemuda dan Aktivis di Kabupaten Tapteng, di tengah perkembangan zaman dan digitalisasi, tantangan baru pun muncul. Pekerja gig economy, freelancer, dan tenaga lepas semakin banyak namun belum mendapat perlindungan hukum yang memadai. Refleksi Hari Buruh harus menyentuh kelompok ini, agar semua pekerja, tanpa kecuali, mendapatkan hak yang setara dan layak.

"Hari Buruh juga menjadi momen untuk menghargai kerja keras semua profesi. Mulai dari petani, guru, buruh pabrik, hingga petugas kebersihan, semua memiliki peran vital dalam menjaga roda kehidupan masyarakat tetap berjalan. Penghargaan ini seharusnya tidak hanya simbolik, tapi juga diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka," ujar pria yang akrab disapa Benno.

Sambung nya, penting juga untuk menanamkan nilai solidaritas antarpekerja. Refleksi Hari Buruh mengajarkan bahwa perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Serikat buruh dan organisasi pekerja harus terus diperkuat agar menjadi wadah efektif dalam memperjuangkan kepentingan kolektif.

"Selain itu, Hari Buruh bisa dijadikan momentum pendidikan politik dan kesadaran hukum bagi buruh. Banyak buruh yang belum memahami hak-haknya secara utuh. Dengan pengetahuan yang cukup, pekerja akan lebih percaya diri dalam memperjuangkan haknya secara legal dan terorganisir," ungkap Tri Budi Arsa.
produk kecantikan untuk pria wanita

Lanjut Benno, generasi muda juga harus dilibatkan dalam makna Hari Buruh. Mereka adalah calon pekerja di masa depan yang perlu menyadari pentingnya keadilan dan keseimbangan dalam dunia kerja. Pendidikan sejak dini mengenai nilai kerja keras, etika kerja, dan hak tenaga kerja akan melahirkan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.

"Akhirnya, Hari Buruh bukan hanya tentang perayaan atau aksi demonstrasi, tetapi tentang refleksi dan harapan. Harapan agar ke depan, dunia kerja menjadi lebih ramah, adil, dan sejahtera bagi semua kalangan. Dengan begitu, Hari Buruh bukan hanya milik para buruh, tapi juga milik seluruh bangsa yang peduli akan nilai kemanusiaan," harapnya.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️