Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperingati Hari Buruh dengan memberikan santunan kepada keluarga yang meninggal saat bekerja (ahli waris).
Kegiatan tersebut di laksanakan di halaman kantor Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Rabu (7/5).
Menurut Ketua Panitia yang juga Ketua Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBKN) Sutiono, kegiatan serupa juga di laksanakan di daerah lain, namun kegiatan tersebut didukung penuh oleh Pemerintah setempat.
"Namun berbeda halnya dengan kita di kota Binjai, kegiatan dari para buruh tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD)," sebutnya.
"Kiranya kedepan kegiatan serupa dapat dimasukkan kedalam anggaran Pemko Binjai sehingga kita bisa membuat lebih meriah lagi," sambung Sutiono.
Sementara itu, Walikota Binjai Drs Amir Hamzah yang di wakili oleh Asisten l Dr. Harimin Tarigan, dalam sambutannya mengatakan, adapun tema yang diambil pada kegiatan tahun ini adalah "Kolaborasi Day" dimana para buruh bekerjasama dengan segala pihak.
"Para buruh juga ikut serta dalam pembangunan dimana terdapat buruh yang bekerja karena buruh dapat meningkatkan pendapatan para keluarganya," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Harimin Tarigan, Pemerintah sangat mendukung visi para buruh karena ada kesamaan visi dan misi dengan Walikota Binjai, yakni Binjai Maju dan Sejahtera.
"Kedepan nantinya akan saya sampaikan kepada bapak Walikota, semoga aspirasi para buruh dapat di masukkan ke dalam APBD tahun depan sehingga kegiatan kita akan lebih bermakna lagi," tuturnya.
Ditempat yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan kota Binjai, Sarifah Wan Fatimah mengatakan, Hari ini kita berikan santunan kecelakaan kepada keluarga korban bencana yang mengalami longsor saat akhir tahun 2024 di Sibolangit, yaitu Bapak Susiono.
Santunan tersebut menurut Sarifah merupakan manfaat bagi seorang buruh yang terdaftar di Jaminan Ketenagakerjaan, yaitu jika mengalami Kecelakaan, baik permanen maupun tidak.
"Hari ini kita berikan berupa uang kepada anak korban sebesar Rp.230,627.940, dan akan digunakan untuk keperluan biaya sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga usai melanjutkan perguruan tinggi," ujarnya.
"Berhubung anak korban ada dua orang dan satunya lagi belum masuk sekolah, maka hanya satu saja yang di berikan dan menunggu adiknya memasuki jenjang sekolah," demikian kata Sarifah.
pembagian sembako kepada perwakilan buruh dari beberapa perusahaan yang ada di Kota Binjai juga menjadi bagian dalam kegiatan tersebut.